banner 728x250

Aplikasi Digital PB Orado Buka Jalur Penjaringan Atlet Domino

Aplikasi Digital PB Orado Buka Jalur Penjaringan Atlet Domino
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Tangerang | Pengurus Besar Olahraga Olah Pikir Domino Indonesia (PB Orado) mengembangkan Orado Game sebagai sarana digital untuk membantu menjaring bibit atlet domino dari berbagai kalangan. Melalui aplikasi ini, pemain dapat mengikuti pertandingan sekaligus memperoleh gambaran mengenai kemampuan mereka dalam kompetisi. Kehadiran platform tersebut membuka jalur yang lebih terstruktur bagi masyarakat yang ingin mengembangkan minat bermain domino menjadi potensi olahraga yang serius.

Orado Game mulai diluncurkan melalui Play Store sehingga dapat diakses oleh pengguna perangkat Android. Di dalam aplikasi, pertandingan menjadi bagian dari pengalaman bermain, sementara sistem pemeringkatan menyediakan cara untuk mencatat posisi dan perkembangan pemain. Dengan adanya peringkat, kemampuan peserta dapat terlihat dalam ukuran yang lebih teratur, bukan hanya berdasarkan pengalaman atau pengakuan di lingkungan masing-masing. Mekanisme ini juga membantu PB Orado mengenali pemain yang menunjukkan performa dan konsistensi dalam permainan.

banner 325x300

Ketua Bidang Hubungan Masyarakat PB Orado, Henry Kurnia Adhi, yang dikenal sebagai Jhon LBF, menjelaskan bahwa peringkat pemain dapat menjadi jenjang menuju karier sebagai atlet profesional. Posisi dalam pemeringkatan memberi petunjuk mengenai potensi seseorang dan membuka kesempatan untuk melangkah ke tahap pembinaan maupun kompetisi yang lebih tinggi. Dengan demikian, aplikasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain, tetapi juga dapat menjadi salah satu pintu awal dalam proses pencarian atlet.

Penggunaan teknologi digital dinilai relevan untuk memperluas penjaringan, karena pemain dapat memulai dari platform yang mudah dijangkau. Mereka memiliki kesempatan mengikuti pertandingan, membangun rekam jejak, dan melihat posisi mereka dibandingkan peserta lain. Bagi organisasi, data dan hasil pertandingan dapat mendukung pengenalan talenta yang mungkin belum terpantau melalui jalur konvensional. Meski demikian, peringkat merupakan salah satu indikator awal, bukan satu-satunya penentu perjalanan seorang atlet. Pengembangan kemampuan, kedisiplinan, serta kesempatan berkompetisi tetap menjadi bagian penting untuk menapaki jenjang profesional. Melalui Orado Game, PB Orado berupaya menghubungkan aktivitas permainan dengan proses identifikasi dan pembinaan, sekaligus mendorong domino berkembang sebagai olahraga olah pikir yang memiliki ruang kompetisi dan jalur atlet yang lebih jelas.

Peserta yang mendaftar untuk bertanding melalui aplikasi digital PB Orado perlu menjalani verifikasi identitas atau know your customer (KYC). Tahap ini memastikan bahwa informasi yang dicantumkan saat pendaftaran sesuai dengan identitas peserta. Verifikasi juga menjadi bagian penting untuk menjaga ketertiban administrasi, mengurangi risiko penggunaan data yang tidak tepat, serta mendukung penyelenggaraan kompetisi yang lebih tertata. Dengan proses tersebut, federasi memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengetahui siapa saja pemain yang terdaftar dan mengikuti pertandingan.

Data pendaftaran yang telah diverifikasi akan dihimpun dalam basis data nasional. Pengumpulan secara terpusat memungkinkan informasi pemain tersusun lebih rapi dan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pemantauan. Catatan mengenai partisipasi dan hasil pertandingan dapat membantu federasi melihat perkembangan kemampuan pemain dari waktu ke waktu, sekaligus menilai konsistensi penampilan mereka. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada satu pertandingan atau pengamatan sesaat, melainkan dapat mempertimbangkan rekam jejak yang tersedia secara berkelanjutan.

Basis data tersebut juga diharapkan memudahkan pengurus PB Orado di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dalam mengenali pemain yang menunjukkan potensi. Informasi terstruktur dapat menjadi bahan awal untuk menentukan siapa yang layak dipertimbangkan dalam program pembinaan, seleksi, atau kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi. Pengurus daerah dapat meninjau catatan pemain di wilayah masing-masing dan menghubungkannya dengan kebutuhan serta agenda pembinaan setempat. Proses identifikasi ini berpeluang memperluas kesempatan bagi pemain dari berbagai daerah untuk memperoleh perhatian berdasarkan catatan penampilan, bukan semata-mata kedekatan dengan penyelenggara.

Meski demikian, data digital tetap perlu dikelola dengan cermat. Keakuratan informasi, pembaruan catatan, dan perlindungan data pribadi menjadi unsur penting agar sistem dapat dipercaya dan bermanfaat. Verifikasi KYC serta basis data nasional pada akhirnya berfungsi sebagai fondasi administrasi sekaligus alat bantu pemantauan. Jika diterapkan secara konsisten, keduanya dapat mendukung proses penjaringan atlet domino yang lebih terukur, transparan, dan terhubung dengan pembinaan serta kompetisi di berbagai tingkat organisasi.

Digitalisasi yang dilakukan PB Orado diarahkan untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat yang ingin menekuni domino sebagai olahraga prestasi. Melalui aplikasi digital, informasi dan proses penjaringan atlet diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. Warga dari berbagai daerah dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal jalur pembinaan, mengikuti kegiatan, dan menunjukkan kemampuan mereka. Dengan demikian, teknologi dapat membantu mempertemukan calon atlet dengan ekosistem olahraga domino yang sedang berkembang.

Jhon menilai aplikasi tersebut dapat mempermudah proses penjaringan atlet di berbagai daerah. Selama ini, jangkauan kegiatan tatap muka dapat menjadi kendala bagi orang yang tinggal jauh dari pusat kompetisi. Platform digital berpotensi membantu memperluas partisipasi sekaligus memberi penyelenggara cara yang lebih praktis untuk menjangkau peserta. Jika sistem dan kesiapan teknisnya terus dikembangkan, Jhon juga melihat peluang penyelenggaraan kejuaraan nasional secara daring pada masa mendatang. Kompetisi semacam itu dapat menjadi alternatif untuk mempertemukan pemain dari berbagai wilayah tanpa seluruh peserta harus datang ke satu lokasi.

Selain menyediakan ruang kompetisi, pengembangan domino sebagai olahraga juga berkaitan dengan manfaat keterampilan yang dapat dilatih melalui permainan. Menurut Jhon, pemain perlu menyusun strategi berdasarkan kondisi permainan, menganalisis perhitungan matematis, serta mempertimbangkan langkah yang tersedia. Proses tersebut menuntut kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan secara cermat. Dalam format permainan beregu, peserta juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan menyesuaikan strategi dengan rekan satu tim. Keterampilan-keterampilan ini menunjukkan bahwa domino tidak semata-mata mengandalkan keberuntungan.

Penguatan pembinaan dan kompetisi menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap permainan domino. Dengan aturan yang jelas, penyelenggaraan yang terorganisasi, dan kesempatan berprestasi yang terbuka, domino dapat diperkenalkan sebagai kegiatan olahraga yang membutuhkan pemikiran serta disiplin. Aplikasi PB Orado diharapkan mendukung perubahan tersebut dengan memperluas akses, mempertemukan pemain, dan membantu membangun jalur kompetisi yang lebih inklusif. Digitalisasi bukan hanya soal memindahkan kegiatan ke ruang daring, melainkan juga cara untuk menunjukkan potensi domino secara lebih luas dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembinaan atlet.

Pengembangan jalur penjaringan atlet melalui aplikasi digital berjalan seiring dengan upaya PB Orado memperkuat fondasi organisasinya. Jejaring kelembagaan dibutuhkan agar pembinaan domino tidak hanya berpusat pada kegiatan pertandingan, tetapi juga memiliki koordinasi, aturan, serta dukungan yang lebih terstruktur. Keanggotaan PB Orado di Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) menjadi bagian dari langkah tersebut. Keterhubungan dengan organisasi olahraga masyarakat dapat membantu memperluas komunikasi dengan berbagai pihak dan memperkenalkan domino dalam ruang olahraga rekreasi yang lebih luas.

Di tingkat internasional, PB Orado juga memiliki afiliasi dengan Domino World Federation. Hubungan ini memberi konteks bagi pengembangan domino sebagai kegiatan yang memiliki jejaring lintas negara, sekaligus membuka peluang untuk mempelajari praktik pertandingan dan tata kelola yang lebih luas. Penguatan hubungan organisasi bukan berarti seluruh proses pembinaan telah selesai. Sebaliknya, hal itu menjadi landasan untuk menyusun kegiatan secara bertahap, memperluas partisipasi, dan menyediakan jalur bagi pemain yang ingin berkembang. Dalam kerangka tersebut, aplikasi digital dapat mendukung pencatatan maupun penjaringan calon atlet, sementara organisasi membangun lingkungan pembinaan yang konsisten.

Jhon menyampaikan rencana agar domino dapat menjadi cabang olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional 2028.

Baca juga: Inovasi Keamanan Siber: MDI Ventures Perkuat Ekosistem Digital Indonesia | Transformasi Pendidikan Digital di Nganjuk | Kunci Sukses Transformasi Digital Melalui Kolaborasi

banner 325x300