banner 728x250

BYD Tabrak Sejumlah Kendaraan di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki

BYD Tabrak Sejumlah Kendaraan di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah mobil listrik BYD Atto 1, empat mobil lain, dan seorang pengemudi ojek online terjadi di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut berlangsung tepat di depan Win Hotel pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 16.48 WIB. Insiden itu mengakibatkan pengendara motor mengalami patah tulang pada kaki kiri.

Tabrakan tersebut melibatkan sejumlah kendaraan yang berada di ruas jalan yang sama. BYD Atto 1 menjadi salah satu kendaraan dalam rangkaian kecelakaan, bersama empat mobil lainnya dan sepeda motor yang dikendarai pengemudi ojek online. Lokasi kejadian berada di kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas warga dan pengguna jalan di Blok M, sehingga insiden itu menarik perhatian di sekitar tempat kejadian.

banner 325x300

Informasi awal mengenai peristiwa ini menyebutkan adanya korban luka, yakni pengendara motor yang bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia mengalami patah kaki kiri akibat kecelakaan tersebut. Peristiwa yang terjadi pada sore hari itu berlangsung di Jalan Panglima Polim, tepat di muka Win Hotel, wilayah Kebayoran Baru. Keterangan mengenai waktu kejadian tercatat sekitar pukul 16.48 WIB pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Kecelakaan ini melibatkan total lima mobil, termasuk BYD Atto 1, serta satu sepeda motor. Adanya beberapa kendaraan dalam satu rangkaian tabrakan menjadikan insiden tersebut sebagai kecelakaan beruntun. Dampak yang telah disebutkan adalah cedera serius pada kaki kiri pengendara motor. Rincian lebih lanjut tentang urutan benturan, kondisi kendaraan setelah kejadian, maupun penyebab kecelakaan tidak tercantum dalam informasi awal yang tersedia. Karena itu, uraian peristiwa ini berfokus pada lokasi, waktu, kendaraan yang terlibat, dan kondisi korban yang telah diketahui.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menjelaskan bahwa rangkaian kejadian bermula ketika mobil BYD bernomor polisi B-1220-KDP melintas di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh S, yang berusia 46 tahun. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, mobil bergerak dari arah selatan menuju utara.

Peristiwa terjadi saat kendaraan tiba di depan Win Hotel. Pada titik tersebut, BYD menabrak sebuah Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang berada di depannya dan melaju searah. Dengan demikian, kedua kendaraan sama-sama bergerak menuju utara di ruas Jalan Panglima Polim sebelum benturan terjadi. Keterangan awal ini menggambarkan urutan kejadian sebagaimana disampaikan oleh pihak kepolisian.

Mujiyanto menyebut pengemudi BYD kurang berhati-hati dan kehilangan konsentrasi ketika berkendara. Pernyataan itu menjadi keterangan kepolisian mengenai kondisi yang melatarbelakangi tabrakan. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan dugaan penyebab lain, sehingga uraian mengenai awal kejadian terbatas pada arah perjalanan, lokasi, kendaraan yang terlibat, serta keterangan tentang kehati-hatian dan konsentrasi pengemudi.

Identitas kendaraan dan pengemudinya membantu menjelaskan peristiwa secara spesifik: BYD dengan pelat B-1220-KDP dikendarai S, sementara Honda Brio dengan pelat B-2967-NGY melaju di depan dalam arah yang sama. Lokasi benturan disebut berada di depan Win Hotel, di Jalan Panglima Polim. Rincian tersebut merupakan bagian dari penjelasan awal yang disampaikan Kompol Mujiyanto, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan.

Dengan keterangan tersebut, kronologi awal dapat dipahami secara berurutan, mulai dari perjalanan BYD dari selatan ke utara hingga tabrakan dengan Brio yang berada di depannya. Kepolisian mengaitkan kejadian itu dengan pengemudi yang kurang berhati-hati dan kehilangan konsentrasi. Penjelasan ini tidak merinci hal lain di luar informasi tersebut dan tidak menetapkan dugaan tambahan mengenai bagaimana benturan berlangsung. Fokusnya adalah pada arah kendaraan, tempat kejadian, identitas pengemudi, serta kendaraan yang terlibat berdasarkan keterangan yang telah disampaikan kepada publik.

Setelah benturan pertama dengan Honda Brio, rangkaian kecelakaan di Blok M belum berhenti. Mobil BYD yang terlibat dalam insiden itu oleng ke sisi kiri jalan. Pergerakan tersebut kemudian membuat kendaraan itu menabrak seorang pengemudi ojek online. Dengan demikian, peristiwa berkembang dari tabrakan awal menjadi insiden beruntun yang turut melibatkan pengguna jalan lain di sekitar lokasi.

Setelah mengenai pengemudi ojol, BYD tersebut juga menabrak deretan mobil lain yang sedang berhenti dan terparkir. Kendaraan-kendaraan itu berada di sisi jalan yang dilalui mobil setelah oleng. Urutan kejadian ini menunjukkan bahwa benturan pertama diikuti pergerakan BYD ke kiri, lalu tabrakan dengan pengemudi ojek online dan kendaraan lain. Informasi yang tersedia tidak merinci identitas, kondisi, ataupun posisi spesifik masing-masing mobil yang tertabrak.

Di luar BYD, kecelakaan itu melibatkan empat mobil lain. Jumlah tersebut mencakup Brio yang mengalami benturan pertama dan sejumlah kendaraan yang kemudian tertabrak setelah BYD bergerak ke sisi kiri. Rangkaian ini juga melibatkan seorang pengemudi ojek online, yang disebut mengalami patah kaki. Namun, tanpa keterangan lebih lanjut, tidak ada dasar untuk menyimpulkan kondisi orang tersebut setelah kejadian atau menjelaskan detail kendaraan-kendaraan yang terlibat.

Susunan kejadian yang dapat dipastikan dimulai dari tabrakan BYD dengan Brio, dilanjutkan dengan mobil oleng ke sisi kiri, kemudian menabrak pengemudi ojol serta deretan mobil yang berhenti dan terparkir. Keempat mobil lain di luar BYD menjadi bagian dari insiden tersebut. Pemisahan rangkaian yang telah disebutkan dan detail yang belum tersedia penting agar laporan mengenai kecelakaan tetap berpegang pada informasi yang ada, tanpa menambahkan dugaan mengenai penyebab, kerusakan, atau keadaan kendaraan secara individual.

Keterangan mengenai kecelakaan yang melibatkan mobil BYD dan sejumlah kendaraan di kawasan Blok M disampaikan oleh Kompol Mujiyanto. Kronologi yang menjadi dasar uraian peristiwa ini merujuk pada keterangan kepolisian tersebut, bukan pada penambahan detail yang tidak disebutkan dalam sumber. Mujiyanto menyampaikan keterangannya secara tertulis pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, peristiwa itu dikaitkan dengan mobil BYD yang menabrak sejumlah kendaraan di Blok M. Informasi yang tersedia juga menyebut adanya seorang pengendara sepeda motor yang terdampak. Dengan demikian, pokok dampak yang dapat dipastikan dari laporan ini adalah adanya korban yang mengalami cedera pada bagian kaki. Uraian ini tidak merinci keadaan lain di lokasi ataupun kondisi kendaraan setelah kejadian.

Pencantuman sumber keterangan penting agar pembaca dapat membedakan informasi yang dilaporkan dengan hal-hal yang belum dijelaskan. Kronologi kecelakaan dalam pemberitaan ini diatribusikan kepada Kompol Mujiyanto, sementara waktu penyampaian keterangannya tercatat pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Tidak ada keterangan dalam materi yang tersedia mengenai penanganan korban, kerusakan kendaraan, status pengemudi, maupun perkembangan penyelidikan. Karena itu, aspek-aspek tersebut tidak dapat disimpulkan atau ditambahkan dalam uraian dampak.

Dampak yang secara eksplisit dilaporkan adalah seorang pengendara sepeda motor mengalami patah kaki kiri. Laporan tersebut juga mengidentifikasi korban sebagai pengendara ojol, tetapi tidak memberikan rincian tambahan tentang keadaan korban ataupun langkah yang dilakukan setelah kecelakaan. Pernyataan mengenai patah kaki kiri menjadi informasi spesifik tentang akibat yang dialami salah satu pengendara, sedangkan keterangan lain tetap terbatas pada kronologi yang disampaikan kepolisian. Dengan berpegang pada informasi yang tersedia, dampak yang dapat dicatat adalah cedera tersebut, sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Kompol Mujiyanto pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Baca juga: Hadiri Munas Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), Bamsoet Apresiasi Terpilihnya Kembali Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko sebagai Ketua Umum | Pemberantasan Jaringan Pencurian Kendaraan di Tangerang | Operasi Gaktib Wira Clurit Digelar di Makodim Probolinggo, Polisi Militer Periksa Kendaraan Prajurit

banner 325x300