Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menunjukkan komitmen yang kuat dalam pengembangan dan penerapan riset kesehatan melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu fokus utama lembaga ini adalah hilirisasi riset, yang bertujuan untuk menjembatani hasil penelitian dengan implementasi praktis di lapangan. Dengan memprioritaskan kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan, Unisa Yogyakarta berupaya memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Keikutsertaan Universitas 'Aisyiyah dalam pameran inovasi pada Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSty) 2026 menjadi salah satu bukti nyata dari upaya mereka untuk mempromosikan hasil riset yang relevan dan aplikatif. Dalam ajang ini, Unisa menampilkan beragam penelitian yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam isu-isu kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit, inovasi pelayanan kesehatan, hingga pemeliharaan kesehatan masyarakat. Kehadiran Unisa dalam SSty 2026 juga meningkatkan visibilitas penelitian kesehatan yang dilakukan di universitas ini, serta memperkuat jejaring dengan institusi lain.
Pendekatan Unisa dalam risiko kesehatan tidak hanya berfokus pada pengujian teori, tetapi juga pada pengembangan solusi praktis yang dapat diimplementasikan di lapangan. Fokus ini mencerminkan dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berubah, dan diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dari akademisi ke praktisi. Kontribusi Unisa dalam pameran tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta mendorong para peneliti untuk menghasilkan karya yang lebih relevan dan bermanfaat. Dengan demikian, komitmen Unisa Yogyakarta dalam mendorong hilirisasi riset kesehatan menunjukkan potensi besar dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Sarasehan Sains dan Teknologi 2026 (SSty 2026) merupakan suatu forum penting yang mengedepankan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah melalui riset. Tema yang diusung dalam forum ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana penelitian yang dilakukan oleh institusi pendidikan tinggi dapat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan daerah. Dalam konteks ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian tetapi juga berfungsi sebagai agen perubahan dalam masyarakat.
Forum ini memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kerjasama ini, diharapkan hasil riset yang dihasilkan tidak hanya menjadi sekadar publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam program-program pembangunan daerah. Pertukaran informasi dan pengalaman antar pemangku kepentingan akan menjadi salah satu fokus utama SSty 2026.
Dengan melibatkan berbagai pihak. Sarasehan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat sehingga ide-ide inovatif dari riset dapat diterapkan untuk masalah-masalah yang dihadapi di daerah. Dalam hal ini, hasil-hasil riset akan didiskusikan secara mendalam untuk menemukan solusi nyata dan aplikatif yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui keterlibatan aktif semua pihak, SSty 2026 berkomitmen untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan daerah.
Universitas Islam Negeri (Unisa) Yogyakarta telah menampilkan sejumlah inovasi signifikan dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu inovasi utama yang dipamerkan adalah sensor bracelet yang dikenal dengan nama SERBET, dirancang khusus untuk mendeteksi risiko stunting pada anak-anak. Stunting adalah masalah kesehatan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, sehingga deteksi dini sangat penting. Dengan menggunakan teknologi canggih, SERBET dapat memantau parameter pertumbuhan dan memberikan informasi kepada orang tua serta tenaga kesehatan mengenai status gizi anak secara real-time.
Inovasi lain yang menarik perhatian adalah alat kesehatan ergonomis yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi dalam praktik medis. Alat ini termasuk perangkat untuk membantu pemeriksaan kesehatan yang mudah digunakan oleh tenaga medis, serta meminimalkan risiko cedera akibat penggunaan alat yang tidak ergonomis. Dengan pendekatan ini, Unisa Yogyakarta menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mengembangkan teknologi kesehatan, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan pengguna alat, baik itu pasien maupun tenaga kesehatan.
Inovasi inovatif ini tidak hanya memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat dengan mengatasi isu seperti stunting dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat posisi Unisa Yogyakarta sebagai pusat riset dan pengembangan dalam bidang kesehatan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan gizi yang baik, serta memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.
Inovasi dalam riset kesehatan di Unisa Yogyakarta selama SSty 2026 menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pendidikan tenaga kesehatan. Penggunaan alat inovatif seperti phantom USG feta dari Unisa memberikan berbagai manfaat yang jelas bagi mahasiswa dan institusi pendidikan itu sendiri. Salah satu aspek penting dari inovasi ini adalah bagaimana ia meningkatkan pengalaman belajar para mahasiswa dalam praktik klinis.
Phantom USG feta adalah salah satu media pembelajaran yang tidak hanya mendemonstrasikan fungsi dasar dari alat USG, tetapi juga memungkinkan mahasiswa untuk berlatih secara langsung. Teknik pemelajaran yang interaktif ini membuat mahasiswa lebih terbiasa dalam pengoperasian alat serta dapat memahami berbagai skenario yang mungkin mereka temui dalam praktik di lapangan. Melalui alat ini, mereka dapat mengembangkan keterampilan praktis yang berkualitas tanpa risiko terhadap pasien.
Di samping itu, alat ini juga dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai diagnosa dan prosedur medis yang tepat. Dengan adanya instrumen canggih ini, Unisa Yogyakarta berusaha untuk menerapkan metode pengajaran yang lebih kontemporer dan relevan dengan perkembangan teknologi kesehatan saat ini. Sebagai hasilnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori yang kuat tetapi juga kemampuan praktis yang diperlukan di dunia kerja.
Ketersediaan dan penerapan alat seperti phantom USG feta menjadikan Unisa Yogyakarta sebagai institusi yang lebih siap dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang berkualitas. Inovasi ini menciptakan kurikulum belajar yang lebih dinamis, efektif, dan sesuai dengan tuntutan industri kesehatan. Dengan demikian, pendidikan tenaga kesehatan di Unisa Yogyakarta dapat berkontribusi secara positif terhadap kualitas layanan kesehatan di masyarakat di masa depan. Sumber informasi: harianjogja.com













