banner 728x250

Kebakaran Melanda Permukiman Sindulang I, Puluhan Rumah Warga Terdampak

Kebakaran Melanda Permukiman Sindulang I, Puluhan Rumah Warga Terdampak
banner 120x600
banner 468x60

Kota Manado | Kebakaran melanda permukiman warga di Kelurahan Sindulang I, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (12/10) malam. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.45 WITA dan berdampak pada sekitar 27 rumah warga. Api menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan permukiman yang berada di wilayah pesisir Kota Manado itu.

Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Ce Rotinsulu. Berdasarkan laporan awal yang diterima, puluhan rumah terdampak dalam kebakaran yang berlangsung pada malam hari tersebut. Petugas terkait berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan situasi di area permukiman dapat dikendalikan.

banner 325x300

Jumlah sekitar 27 rumah yang terdampak masih merupakan data sementara. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado bersama pihak terkait masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah rumah yang terbakar maupun bangunan lain yang mengalami dampak akibat peristiwa itu.

Pendataan dilakukan dengan memeriksa kondisi bangunan dan mencocokkan informasi dari warga di sekitar lokasi. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan bagi masyarakat yang terdampak. Warga yang berada di sekitar kawasan kebakaran juga masih dimintai keterangan untuk membantu proses pencatatan.

Hingga tahap pendataan berlangsung, belum ada informasi resmi mengenai jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut. Penyebab kebakaran juga belum diketahui dan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Pemerintah dan petugas terkait memprioritaskan penanganan warga terdampak serta pengumpulan informasi mengenai kondisi permukiman setelah kejadian.

Berdasarkan keterangan petugas, kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Kelurahan Sindulang I berdampak pada 27 rumah warga. Rincian tersebut mencakup empat rumah semi permanen dan 23 rumah yang memiliki sekat atau menggunakan material tripleks kayu. Data ini menggambarkan komposisi bangunan yang terdampak berdasarkan hasil pendataan sementara di lokasi.

Empat rumah yang dikategorikan sebagai bangunan semi permanen termasuk dalam jumlah keseluruhan rumah yang terbakar. Sementara itu, jumlah yang lebih besar, yakni 23 rumah, merupakan bangunan dengan sekat atau bagian tertentu berbahan tripleks kayu. Penyebutan material tersebut menjadi bagian dari keterangan petugas mengenai karakteristik bangunan yang berada di kawasan permukiman Sindulang I.

Angka 27 rumah itu masih dalam proses pendataan oleh dinas terkait. Karena itu, rincian mengenai jumlah bangunan dan pembagiannya rumah semi permanen serta rumah bersekat atau bermaterial tripleks kayu masih perlu menunggu pemutakhiran data resmi. Pendataan dilakukan untuk memastikan informasi mengenai bangunan yang terbakar tersusun secara akurat dan dapat menjadi rujukan bagi laporan berikutnya.

Dengan status data yang masih dihimpun, jumlah tersebut sebaiknya dipahami sebagai angka sementara berdasarkan keterangan petugas. Fokus informasi saat ini adalah identifikasi 27 rumah di kawasan permukiman Kelurahan Sindulang I, yang terdiri atas empat rumah semi permanen dan 23 rumah dengan sekat atau material tripleks kayu. Dinas terkait masih melakukan verifikasi agar rincian bangunan terdampak dapat tercatat secara menyeluruh.

Penanganan kebakaran di Permukiman Sindulang I berlangsung melalui tahapan yang tercatat secara kronologis sejak laporan pertama diterima. Tim menerima informasi mengenai kebakaran pada pukul 22.45 WITA. Setelah laporan tersebut diterima, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan terhadap api yang melanda kawasan permukiman warga.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 22.51 WITA, atau enam menit setelah laporan diterima. Kedatangan tim diikuti pengerahan kekuatan pemadam untuk menangani kobaran api dan mencegah dampaknya meluas ke area permukiman lainnya. Dalam operasi tersebut, sebanyak 14 armada mobile dikerahkan bersama personel yang bertugas di lapangan.

Selain armada mobile, penanganan juga diperkuat oleh dua armada watercanon dari Brimob dan Polda Sulawesi Utara beserta personel. Dukungan turut datang dari dua armada pemadam kebakaran Kabupaten Minahasa. Satu unit mobile komando bersama personel juga dikerahkan untuk mendukung koordinasi selama proses penanganan berlangsung.

Seluruh kekuatan tersebut bekerja dalam operasi pemadaman yang berlangsung hingga dini hari. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA. Dengan demikian, rangkaian penanganan tercatat dimulai dari penerimaan laporan pada pukul 22.45 WITA, kedatangan petugas enam menit kemudian pada pukul 22.51 WITA, hingga berakhir setelah api dinyatakan padam sekitar pukul 01.30 WITA. Pengerahan armada dan personel dilakukan sesuai kebutuhan operasi di lokasi, mencakup 14 armada mobile, dua armada watercanon dari Brimob dan Polda Sulawesi Utara, dua armada pemadam kebakaran Kabupaten Minahasa, serta satu mobile komando.

Pada hari yang sama, peristiwa kebakaran lain terjadi di lokasi berbeda, yakni Jalan Kembang, Kelurahan Sario, Kecamatan Sario. Kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 17.12 WITA dan tidak berkaitan dengan kejadian yang melanda permukiman Sindulang I. Perbedaan lokasi dan waktu ini perlu ditegaskan agar informasi mengenai dua peristiwa kebakaran tersebut tidak tercampur.

Api dalam kejadian di Jalan Kembang menghanguskan tiga rumah warga. Rumah yang terdampak masing-masing merupakan milik keluarga Rina Sengkey, Sondakh Gumalagh, serta Tangkau Kaunang. Kebakaran itu menambah rangkaian kejadian kebakaran yang berlangsung di wilayah Kota Manado pada hari tersebut, meskipun setiap peristiwa terjadi di kawasan dan waktu yang berbeda.

Informasi mengenai kebakaran di Sario disampaikan sebagai peristiwa terpisah dari kebakaran di Sindulang I. Hingga laporan ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai kondisi bangunan setelah kejadian maupun kemungkinan adanya dampak lain di sekitar lokasi. Rincian mengenai penanganan di lapangan juga masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga rumah di Jalan Kembang tersebut. Karena proses penyelidikan belum selesai, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Masyarakat diimbau menunggu keterangan resmi dan tidak menyebarkan dugaan yang belum terverifikasi. Perkembangan informasi mengenai kejadian di Sario akan disampaikan setelah aparat memperoleh hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Kebakaran Besar Melanda Tempat Pembuangan Akhir Galuga di Bogor | Respons Cepat Babinsa dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan Di Tuwuhrejo Blitar | Dua Rumah Warga Lok Batu Terbakar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

banner 325x300