banner 728x250

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar di Tengah Desakan Pembatalan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar di Tengah Desakan Pembatalan
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Magelang | Konser tenor Italia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipastikan tetap berlangsung pada 31 Oktober 2026. Promotor Shoemaker Live menyampaikan bahwa acara tersebut tetap digelar sesuai rencana, meskipun terdapat desakan pembatalan. Kepastian ini menjadi inti perkembangan terbaru mengenai konser yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Borobudur. Dengan keputusan tersebut, promotor mempertahankan tanggal pelaksanaan yang telah ditetapkan, sementara perhatian publik tertuju pada alasan di balik pilihan untuk tidak membatalkan acara.

Shoemaker Live menyebut keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan sejumlah aspek strategis nasional. Pertimbangan utama yang disampaikan promotor mencakup ekosistem pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Ketiga bidang tersebut menjadi landasan dalam menjelaskan mengapa konser tetap dilaksanakan di Borobudur. Pernyataan promotor menempatkan acara ini dalam konteks yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik, yakni berkaitan dengan sejumlah sektor yang dinilai strategis bagi Indonesia. Namun, penjelasan yang tersedia berfokus pada aspek-aspek tersebut tanpa merinci langkah penyelenggaraan ataupun dampak yang diperkirakan akan muncul.

banner 325x300

Di tengah desakan pembatalan, posisi Shoemaker Live tetap bahwa konser Andrea Bocelli akan berlangsung pada tanggal yang telah diumumkan. Promotor mendasarkan keputusan itu pada pertimbangan nasional yang berkaitan dengan pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif, bukan mengubah rencana pelaksanaan. Informasi mengenai keputusan tersebut menegaskan bahwa belum ada pembatalan atas konser pada 31 Oktober 2026. Untuk saat ini, pokok keterangan yang disampaikan kepada publik adalah kepastian jadwal serta alasan strategis yang menjadi pertimbangan promotor. Tidak ada rincian lain mengenai pelaksanaan maupun dampak acara yang disertakan dalam keterangan tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu, 28 Oktober 2026, pendiri Shoemaker Live, Prajna Murdaya, menanggapi perhatian publik terhadap rencana konser Andrea Bocelli di Borobudur. Ia mengakui bahwa bagi sebagian orang, acara tersebut mempunyai makna yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik. Karena itu, menurutnya, pembicaraan mengenai konser ini dapat menyentuh persoalan dan pandangan yang beragam di tengah masyarakat.

Prajna menyatakan pihaknya mendengar pandangan publik dengan terbuka. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyelenggara memperhatikan berbagai suara yang muncul, termasuk kepedulian yang disampaikan mengenai acara tersebut. Ia tidak menggambarkan perhatian itu sebagai sesuatu yang perlu diabaikan, melainkan sebagai bagian dari percakapan yang patut disimak. Dengan demikian, tanggapan promotor berfokus pada kesediaan untuk mendengar, tanpa menyederhanakan perbedaan pandangan yang ada.

Dalam keterangannya, Prajna juga menyampaikan bahwa Bocelli menjunjung nilai kemanusiaan. Menurutnya, penyanyi tersebut ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang belum merasakannya. Pesan itu disampaikan sebagai gambaran mengenai nilai yang ingin dibawa melalui penampilan Bocelli, bukan sebagai pernyataan untuk memihak pada posisi tertentu dalam persoalan yang menjadi perhatian publik.

Penjelasan promotor tersebut menempatkan konser dalam konteks yang diakui lebih luas daripada hiburan, sembari mencatat adanya respons masyarakat. Prajna tidak menyatakan bahwa seluruh publik memiliki pandangan yang sama, dan ia juga tidak menafsirkan kepedulian yang disampaikan sebagai dukungan ataupun penolakan terhadap pihak tertentu. Pokok pernyataannya adalah bahwa masukan publik didengar secara terbuka, sementara pesan kemanusiaan dan harapan perdamaian yang dikaitkan dengan Bocelli tetap dijelaskan sesuai maksudnya. Dengan cara itu, keterangan tersebut memberi ruang bagi publik untuk memahami alasan nilai-nilai itu disebut, tanpa mengubahnya menjadi sikap politik atau sikap terhadap posisi tertentu. Fokusnya tetap pada pengakuan atas makna yang beragam, perhatian terhadap suara masyarakat, serta pesan yang ingin disampaikan melalui musik dan penampilan tersebut.

Desakan agar konser Andrea Bocelli di Borobudur dibatalkan muncul di tengah sorotan terhadap dugaan keterkaitan sang penyanyi dengan kegiatan yang dinilai mendukung Israel. Isu tersebut kemudian menjadi dasar bagi pihak-pihak yang meminta penyelenggaraan konser ditinjau kembali. Dalam konteks ini, keberatan yang disampaikan berpusat pada sikap terhadap konflik Palestina, bukan semata-mata pada pertunjukan musik atau lokasi acara.

Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang hubungan luar negeri, menyampaikan pandangan bahwa pemerintah perlu konsisten dengan sikap Indonesia yang menentang penjajahan dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sikap itu, menurutnya, perlu tercermin dalam keputusan pemerintah terkait kegiatan yang menjadi perhatian publik. Ia menempatkan persoalan konser dalam kerangka prinsip politik dan kemanusiaan yang selama ini dinyatakan Indonesia.

Atas dasar tersebut, Sudarnoto menyerukan agar konser dibatalkan. Seruan itu dimaksudkan untuk menjaga prinsip keberpihakan pada kemanusiaan, sekaligus menegaskan dukungan terhadap rakyat Palestina. Dalam pandangannya, konsistensi terhadap sikap menentang penjajahan menjadi pertimbangan penting ketika pemerintah menghadapi tuntutan pembatalan. Desakan tersebut berangkat dari penilaian atas dugaan hubungan dengan kegiatan yang dianggap mendukung Israel, sebagaimana disampaikan dalam polemik mengenai konser.

Kontroversi ini memperlihatkan adanya tuntutan agar penyelenggaraan acara tidak dipisahkan dari sikap Indonesia mengenai Palestina. Sudarnoto meminta pemerintah menyelaraskan tindakannya dengan prinsip yang telah dinyatakan, termasuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Karena itu, ia memilih pembatalan sebagai langkah yang dinilai menjaga keberpihakan pada kemanusiaan. Seruan tersebut menjadi salah satu suara dalam perdebatan publik, sementara konser tetap menjadi perhatian di tengah munculnya desakan pembatalan. Pokok keberatan yang disampaikan adalah perlunya konsistensi pada sikap menentang penjajahan, bukan tambahan penilaian terhadap pertunjukan atau Andrea Bocelli di luar isu yang dipersoalkan.Dalam menjelaskan keberatannya terhadap konser Andrea Bocelli di Borobudur, Sudarnoto menyoroti sejumlah laporan mengenai aktivitas penyanyi tenor tersebut yang, menurutnya, patut menjadi pertimbangan publik. Ia merujuk pada laporan tentang keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana bagi pasukan militer Israel atau IDF di Los Angeles pada 2010. Sudarnoto juga mengangkat penampilan Bocelli dalam sebuah konser di Tel Aviv pada 2022. Kedua hal itu disampaikan sebagai dasar keberatannya, bukan sebagai kesimpulan yang dinyatakan telah diverifikasi secara mandiri.

Menurut Sudarnoto, informasi mengenai penggalangan dana dan penampilan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian menghadirkan Bocelli di Indonesia, terutama ketika situasi kemanusiaan di Gaza menjadi perhatian. Ia menilai rekam jejak yang ia soroti perlu dibahas sebelum panggung diberikan kepada seorang artis internasional. Dalam pandangannya, keputusan penyelenggaraan konser bukan semata urusan pertunjukan atau hiburan, melainkan juga dapat memuat pertimbangan moral dan solidaritas terhadap warga yang terdampak konflik.

Sudarnoto menggunakan laporan-laporan itu untuk memperkuat desakannya agar rencana konser ditinjau kembali. Ia meminta agar publik dan pihak terkait mempertimbangkan hubungan yang ia kaitkan dengan dukungan terhadap militer Israel, sekaligus tidak mengabaikan penderitaan warga Palestina. Penyebutan kegiatan di Los Angeles pada 2010 dan konser di Tel Aviv pada 2022 merupakan bagian dari alasan yang ia kemukakan dalam polemik tersebut; klaim mengenai keterlibatan Bocelli tetap perlu dipahami sebagai pernyataan Sudarnoto. Dari sudut pandangnya, pemberian panggung kepada artis yang dikaitkan dengan pendanaan bagi pasukan militer Israel tidak dapat dipisahkan dari dampak konflik terhadap masyarakat sipil. Karena itu, seruannya berpusat pada penolakan untuk memberikan panggung kepada pihak yang, menurutnya, ikut mendanai pembunuhan warga Gaza dan Palestina.

Baca juga: Pembatalan Pertandingan PSIS Semarang vs Persiku Kudus: Penjelasan dan Tanggapan Manajemen | Open Turnamen Domino ORADO Piala Panglima TNI Digelar di Makodim 0901/Samarinda   | Antusias Warga Ramaikan Turnamen Orado Dalam Rangka HUT TNI Yang Digelar Kodim 0906/Kkr

banner 325x300