banner 728x250
Budaya  

Kontras Kampung Pelangi: Permukiman Padat Nyempil di Kawasan Elite Jaksel

Kontras Kampung Pelangi: Permukiman Padat Nyempil di Kawasan Elite Jaksel
banner 120x600
banner 468x60

BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Bahkan, persis di sebelah kampung ini ada lapangan padel yang menjadi sarana olahraga bagi orang-orang 'have'.

Keterangan yang tercatat menyebut Kata 'pelangi' selalu identik dengan sesuatu yang indah, mempesona, dan berwarna-warni. Di berbagai daerah, kata pelangi juga digunakan untuk menamai sebuah daerah. Sangat berbanding terbalik dari kata 'pelangi' yang menggambarkan sebuah keindahan. Soleh mengatakan pemilik lahannya sudah meninggal, sehingga tanah ini telah dibagikan kepada ahli waris.

banner 325x300

Data lain dalam laporan menunjukkan Tim berkesempatan untuk mengunjungi Kampung Pelangi pada Kamis (1/10/2026). Kampung ini melintasi kali kecil yang terhubung dengan Kali Krukut. Semakin masuk ke dalam, kami bisa melihat berbagai aktivitas warga Kampung Pelangi sehari-hari. Soleh selaku Ketua RT 07 mengatakan, pemberian nama Kampung Pelangi mulai dicetus pada 2020-an. Nah semakin lama makin banyak yang buka (lapak) di sini dan orangnya makin rupa-rupa, ya udah saya spontan nyebut 'Kampung Pelangi' karena warna-warni seperti warganya yang rupa-rupa," kata Soleh saat diwawancara Kamis (1/10).

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Dalam lagu 'Pelangi-pelangi' ciptaan A.T. Mahmud, liriknya menjelaskan kalau 'Pelangi, pelangi, alangkah indahmu' merupakan sebuah keindahan yang dianugerahkan di muka Bumi. Contoh, Kampung Pelangi di Bandung yang sempat viral beberapa waktu lalu karena rumah-rumahnya dicat warna-warni. Di Jakarta pun ada sebuah permukiman yang dinamai Kampung Pelangi, lokasinya ada di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari lokasinya saja mungkin sudah mengira kalau kampung ini bakal indah dan berwarna-warni.

Nyatanya tidak, kampung ini merupakan permukiman padat penduduk yang kumuh. Mirisnya, kampung ini berada di kawasan elite Jaksel. Tak jauh dari Kampung Pelangi ada mal besar yang jadi tempat belanja para ekspatriat. Akses masuk ke kampung ini bisa dilalui lewat Jalan KHM. Naim III yang terhubung langsung dengan Jalan Pangeran Antasari. Maka dari itu, dibangun jembatan dari kayu agar warga bisa keluar-masuk lebih mudah menggunakan sepeda motor. Kami menelusuri kampung ini dari gang ke gang. Mulai dari gang yang bisa dilalui sepeda motor hingga gang super sempit sampai kesulitan untuk dilalui seorang diri. Di beberapa sudut kampung masih ada sisa ruang kosong yang bisa dimanfaatkan untuk menjemur pakaian. Namun di sudut lainnya, jarak antar rumah sangat padat hingga sinar matahari tak bisa tembus ke dalam. Ada yang sedang mencuci baju, menjemur baju, atau sekadar bercengkerama dengan tetangga. Ada asal-usul di balik pemberian nama Kampung Pelangi yang nyempil di 'Hutan Beton' Jakarta. Ternyata, maknanya lebih dari sekadar warna-warni yang indah. Kala itu, Soleh ingin mengubah 'image' dari permukiman padat penduduk itu menjadi lebih positif. Awalnya Kampung Pelangi merupakan lapak-lapak bagi pemulung yang mencari nafkah di Jakarta. Seiring waktu, jumlah lapaknya semakin bertambah dan akhirnya berdiri bangunan semi permanen. Jadi dulu ini lapak tempat pemulung sortir barang-barang bekas yang layak dijual lagi. Soleh menyebut mayoritas warga yang tinggal di Kampung Pelangi berprofesi sebagai pemulung. Mereka kebanyakan berasal dari Karawang, Jawa Barat. Jaraknya yang masih dekat dari Jakarta membuat sebagian masyarakat memilih pulang kampung di akhir pekan. Kadang mereka pergi pagi pulang sore, malamnya istirahat. Kadang-kadang udah weekend mereka pulang kampung karena ke Karawang masih dekat," paparnya. Derasnya arus urbanisasi membuat banyak warga daerah lain berdatangan ke Kampung Pelangi untuk menetap dan mencari nafkah di Jakarta. Menurut catatan Soleh, ada sekitar 150 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Kampung Pelangi. Ia pun pernah menghitung jumlah pintu di permukiman padat ini. Totalnya ada 222 pintu di atas lahan seluas sekitar 1.000 m2. Saking banyaknya warga yang tinggal di Kampung Pelangi, dalam satu rumah saja bisa dihuni 2-3 KK. Kondisi itu membuat Soleh sempat terpikirkan untuk memisahkan Kampung Pelangi dari RT 07 RW 09 Cipete Utara. Saya pernah ajukan, tolong bikin RT sendiri saja, ternyata nggak bisa terkait anggarannya, terus status lahannya karena bangunan di situ mengontrak. Jadi kalau yang punya lahan mau ngebebasin, berarti satu kampung harus pindah," ungkapnya. Sedikit informasi, lahan Kampung Pelangi dimiliki atas nama pribadi, bukan perusahaan. Sejak menjabat sebagai Ketua RT, Soleh selalu berusaha merangkul warga Kampung Pelangi. Ia turut berinisiatif mengadakan cek kesehatan bagi warga setiap bulan, melaksanakan kegiatan posyandu, serta les belajar bagi anak-anak Kampung Pelangi. Saya dipesankan sama RT yang dulu 'lu jangan deket banget tapi jangan jauh-jauh, biarin aja,' tapi saya nggak bisa begitu. Bagaimana pun juga kan mereka warga saya dan kadang-kadang saya nengokin," pungkas Soleh.

banner 325x300