JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggelar rapat pleno perdana setelah seluruh anggotanya dilantik pada Jumat, 2 Oktober. Rapat tersebut berlangsung pada Kamis, 8 Oktober, di Gedung Sekretariat Negara (Setneg), Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Ketua Wantimpres Pratikno. Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi lembaga tersebut untuk menyatukan pemahaman mengenai pelaksanaan tugas serta membangun pola kerja yang terarah.
Pratikno menjelaskan bahwa rapat perdana itu tidak diarahkan untuk membahas isu kebijakan tertentu. Fokus utama pertemuan adalah menyiapkan mekanisme kerja internal agar tugas Wantimpres dapat dijalankan secara efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penataan tersebut dinilai penting mengingat lembaga harus memberikan pertimbangan kepada Presiden melalui proses yang sistematis dan didukung koordinasi antaranggotanya.
Dalam rapat, para anggota membahas berbagai hal yang berkaitan dengan undang-undang, peraturan, dan regulasi sebagai landasan pelaksanaan kerja Wantimpres. Selain aspek hukum, pembahasan mencakup tata kerja lembaga, pembagian peran, serta bentuk koordinasi yang diperlukan untuk mendukung penyusunan pertimbangan kepada Presiden. Pratikno juga menekankan pentingnya dukungan birokrasi agar seluruh kegiatan dan fungsi Wantimpres dapat berjalan secara optimal.
Menurutnya, kesiapan administrasi dan kelembagaan merupakan bagian penting dari tahap awal kerja Wantimpres. Dengan mekanisme yang jelas, proses penghimpunan informasi, pembahasan persoalan, hingga penyampaian hasil pertimbangan dapat dilakukan secara lebih efektif. Rapat pleno tersebut dihadiri 23 anggota dari total 26 anggota Wantimpres. Kehadiran mayoritas anggota menunjukkan dimulainya konsolidasi kelembagaan setelah pelantikan, sekaligus menjadi dasar untuk merumuskan pola kerja dalam menjalankan enam bidang tugas yang menjadi tanggung jawab lembaga.
Mekanisme kerja menjadi salah satu hal penting yang dibahas dalam rapat perdana Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Pembahasan ini mencakup cara lembaga menyampaikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, baik dalam kondisi ketika terdapat persoalan yang perlu segera disampaikan maupun saat Presiden meminta masukan secara langsung. Mekanisme tersebut diharapkan dapat membuat alur komunikasi Wantimpres dan Presiden berlangsung jelas, terarah, serta sesuai dengan kebutuhan pemerintahan.
Pratikno menyampaikan bahwa mekanisme pemberian nasihat dan pertimbangan perlu dirancang secara cepat dan responsif. Kecepatan diperlukan agar setiap hal penting yang perlu disampaikan kepada Presiden tidak terhambat oleh proses administratif atau koordinasi yang terlalu panjang. Pada saat yang sama, kesiapan lembaga juga diperlukan ketika Presiden membutuhkan pandangan Wantimpres untuk menilai suatu persoalan atau menentukan langkah kebijakan. Dengan demikian, Wantimpres perlu memiliki pola kerja yang memungkinkan anggotanya menghimpun informasi, membahas isu, dan menyampaikan masukan secara tepat waktu.
Pola komunikasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pendapat, tetapi juga dengan kesiapan internal lembaga dalam merespons permintaan Presiden. Pembagian peran, koordinasi antarbidang, serta penentuan jalur penyampaian menjadi bagian yang perlu diperjelas dalam mekanisme kerja. Kejelasan itu penting agar nasihat dan pertimbangan yang diberikan dapat disusun berdasarkan pembahasan yang memadai, tanpa mengurangi kemampuan lembaga untuk bertindak cepat ketika situasi menuntut respons segera.
Dalam pembahasan rapat, turut muncul kemungkinan pembentukan satuan tugas atau task force untuk mendukung pelaksanaan mekanisme tersebut. Gagasan ini masih menjadi bagian dari pembicaraan dan belum merupakan keputusan final. Jika nantinya diperlukan, satuan tugas dapat dipertimbangkan untuk menangani isu tertentu secara lebih fokus, menghimpun masukan dari bidang terkait, atau membantu menyiapkan bahan pertimbangan. Bentuk dan kewenangannya tetap perlu dikaji agar selaras dengan tugas Wantimpres serta tidak menimbulkan tumpang tindih dalam pelaksanaan kerja.
Dalam rapat perdana, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) membahas rancangan pembentukan enam bidang kerja sebagai salah satu bagian dari mekanisme kerja lembaga. Namun, pembagian tersebut belum ditetapkan secara resmi. Rancangan itu masih memerlukan pembahasan lanjutan agar susunannya dapat menyesuaikan kebutuhan dan prioritas kerja Wantimpres dalam memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan bahwa rancangan enam bidang kerja tersebut masih bersifat terbuka. Menurutnya, komposisi dan cakupan setiap bidang dapat disesuaikan apabila dalam proses pembahasan ditemukan kebutuhan baru atau pertimbangan lain yang relevan. Fleksibilitas ini diperlukan agar pembidangan tidak sekadar membagi isu, tetapi juga mampu mendukung pelaksanaan tugas lembaga secara efektif dan terarah.
Anggota Wantimpres Bambang Soesatyo menyebut sejumlah isu yang tercakup dalam rencana pembidangan tersebut. Bidang-bidang itu lain keamanan, pertahanan, politik, hukum, keuangan, dan energi. Cakupan tersebut menunjukkan luasnya persoalan strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan saran dan pertimbangan bagi Presiden.
Meski demikian, susunan enam bidang itu belum dapat dipandang sebagai keputusan final. Pembagian bidang masih merupakan rancangan yang akan dikaji melalui pembahasan berikutnya, termasuk kemungkinan penyesuaian nama, cakupan, maupun pola koordinasinya. Keputusan resmi mengenai struktur kerja Wantimpres akan ditetapkan setelah seluruh aspek kelembagaan dan kebutuhan pelaksanaan tugas dipertimbangkan.
Pratikno juga menilai keberagaman latar belakang dan pengalaman 26 anggota Wantimpres menjadi modal penting bagi lembaga tersebut. Setiap anggota membawa pengetahuan, keahlian, serta pengalaman di bidang yang berbeda, sehingga dapat memperkaya sudut pandang dalam membahas berbagai persoalan nasional. Keragaman itu diharapkan mendukung proses penyusunan nasihat dan pertimbangan yang lebih menyeluruh, berdasarkan analisis lintas sektor dan sesuai dengan kebutuhan Presiden.
Setelah rapat perdana membahas mekanisme kerja dan pembagian bidang tugas, Wantimpres menyiapkan pola pertemuan rutin untuk memastikan koordinasi berjalan teratur. Rapat pleno akan dilaksanakan setiap bulan sebagai forum utama untuk membahas perkembangan pekerjaan, menyelaraskan pandangan, serta mengevaluasi berbagai agenda yang menjadi tanggung jawab lembaga. Dalam pembahasan awal, para anggota menyepakati bahwa pertemuan pleno utama digelar setiap tanggal 8.
Selain rapat pleno, Wantimpres juga merencanakan sejumlah forum lain sesuai kebutuhan. Rapat bidang dapat diselenggarakan untuk membahas isu tertentu secara lebih terfokus, sedangkan rapat pimpinan berfungsi mengoordinasikan arah pembahasan dan tindak lanjut keputusan. Pertemuan bersama kesekretariatan turut disiapkan agar kebutuhan administratif dan dukungan kerja dapat diselaraskan dengan agenda para anggota. Frekuensi dan waktu pelaksanaan rapat-rapat tersebut akan menyesuaikan perkembangan tugas serta kebutuhan koordinasi.
Pratikno menyampaikan bahwa para anggota Wantimpres mulai masuk kantor setiap hari sejak Senin setelah pelantikan yang berlangsung pada Jumat. Kehadiran rutin itu menjadi bagian dari langkah awal untuk membangun ritme kerja bersama, mempersiapkan agenda kelembagaan, dan menjalankan pembagian tugas yang telah dibahas dalam rapat perdana. Dengan pola kerja tersebut, komunikasi antaranggota diharapkan dapat berlangsung lebih efektif di jadwal pleno dan pertemuan bidang.
Wantimpres era Prabowo berjumlah 26 orang. Pratikno menjabat sebagai ketua merangkap anggota, sementara Hatta Rajasa menjadi wakil ketua. Sebanyak 24 anggota lainnya berasal dari beragam latar belakang, termasuk pengusaha dan tokoh agama. Nama-nama yang tercantum dalam sumber lain Nyai Sinta Nuriyah Wahid, Jacky Manuputty, Jusuf Wanandi, dan Rocky Gerung. Komposisi tersebut menjadi bagian dari susunan lembaga yang akan menjalankan agenda konsultasi dan pemberian pertimbangan melalui mekanisme kerja yang telah disiapkan.












