banner 728x250

Penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama oleh Presiden

Penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama oleh Presiden
banner 120x600
banner 468x60

Pada hari Senin, 31 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Acara ini menjadi momen penting dalam sejarah organisasi NU, yang merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Penutupan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU terpilih KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih akrab disapa Gus Kikin.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas pengabdian dan dedikasi para peserta muktamar serta harapan untuk masa depan NU. Dia juga menekankan pentingnya peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Dalam konteks ini, Presiden juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, terlepas dari latar belakang yang berbeda.

banner 325x300

Selama muktamar, sejumlah tema strategis dibahas, termasuk pendidikan, ekonomi, dan sosio-kultural yang bertujuan untuk memajukan organisasi dan anggota Nahdlatul Ulama. Prosesi penutupan ini menunjukkan komitmen dari para pemimpin NU untuk terus mendorong kemajuan dan kontribusi terhadap masyarakat luas. Penutupan Muktamar Ke-35 ini diakhiri dengan harapan bahwa hasil keputusan muktamar dapat diimplementasikan demi kemaslahatan umat dan bangsa.

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah menghasilkan keputusan signifikan yang berhubungan dengan kepemimpinan organisasi ini. Dalam muktamar tersebut, KH Miftachul Akhyar telah ditetapkan sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. Penetapan pemimpin baru ini mencerminkan komitmen NU untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai tradisional yang menjadi fondasi organisasi.

Kepemimpinan KH Miftachul Akhyar diharapkan mampu membawa NU menuju arah yang lebih progresif, mendorong inovasi dalam pengembangan pendidikan, sosial, dan ekonomi umat. Hal ini terasa relevan mengingat tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk isu-isu kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan Nahdliyin.

Selain itu, KH Abdul Hakim Mahfudz berpengalaman dalam pengelolaan organisasi, yang diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan program kerja PBNU. Sebagai Ketua Umum PBNU yang baru, ia dihadapkan pada tugas berat dalam menjaga kesinambungan program-program yang sudah ada dan menciptakan inovasi baru yang relevan dengan aspirasi warga Nahdliyin. Penempatan kedua tokoh ini di posisi strategis dalam organisasi diharapkan mampu memperkuat basis NU di tengah perkembangan masyarakat yang semakin kompleks.

Dalam setiap keputusan yang diambil, harapan besar ditempatkan pada kepemimpinan baru ini. Perubahan dan inovasi diharapkan bukan hanya bersifat internal, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan pemimpin baru yang visioner, Nahdlatul Ulama diharapkan dapat melangkah ke depan dengan lebih yakin, serta terus berkontribusi pada kemajuan bangsa.

KH Abdul Hakim Mahfudz, dalam sambutannya saat penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), menegaskan pentingnya peran serta organisasi NU dalam membangun masyarakat. Dalam pandangannya, setiap anggota NU diharapkan untuk meningkatkan komitmen mereka dalam berkontribusi pada kemajuan organisasi dan masyarakat luas. Selama muktamar tersebut, beliau menyampaikan harapannya agar seluruh anggota dan pengurus NU bisa saling bersinergi demi mencapai tujuan bersama, yang tidak lain adalah untuk menghadirkan kebaikan dan kebermanfaatan.

Ketua Umum PBNU terpilih itu juga menegaskan bahwa NU harus menjadi garda terdepan dalam merespons dinamika sosial yang ada. Ia menyoroti pentingnya kerjasama berbagai elemen masyarakat sebagai upaya untuk memajukan nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi. Dengan memperkuat sinergi, NU dapat mengoptimalkan kontribusinya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa saat ini.

Lebih lanjut, KH Abdul Hakim Mahfudz mengungkapkan komitmennya untuk menjadikan NU sebagai organisasi yang progresif dan responsif terhadap perubahan zaman. Beliau menyatakan bahwa pendekatan inovatif dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi harus selalu dilakukan agar NU tetap relevan dalam konteks kehidupan modern saat ini. Ia mengajak semua anggota untuk aktif dalam diskusi dan pengambilan keputusan yang melibatkan kepentingan banyak orang, serta mendorong kreativitas di dalam aktivitas organisasi.

Dengan semangat kolaboratif dan kebersamaan, KH Abdul Hakim Mahfudz percaya bahwa NU akan mampu mencapai visi-misi besar yang telah ditetapkan. Harapan tersebut merupakan panggilan untuk semua anggota agar bersatu dalam langkah maju, serta mewujudkan perubahan positif yang dibutuhkan di berbagai lini kehidupan masyarakat. Melalui sambutannya, beliau mengajak seluruh komponen NU untuk meneguhkan jiwa dan semangat berkhidmat dalam memperjuangkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Dalam penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai persatuan di anggota organisasi tersebut. Ia menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, kerjasama dan kolaborasi sesama anggota NU merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi. Dalam era modern yang ditandai oleh perubahan cepat, kesolidan dan sinergi di para anggota menjadi kunci untuk mencapai cita-cita bersama.

Presiden juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Nahdlatul Ulama atas kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. DI dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa peran NU dalam bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan sangat berharga dan telah terbukti efektif dalam mendorong kemajuan masyarakat. Kegiatan dan inisiatif yang dilakukan oleh NU selama ini telah membantu mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengharapkan pengurus baru yang terpilih pada muktamar ini untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan zaman. Sebagaimana diketahui, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya bersifat lokal namun juga global. Oleh karena itu, NU sebagai organisasi yang besar memiliki tanggung jawab untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan berbagai perubahan yang cepat. Harapannya, dengan semangat baru, pengurus dapat merumuskan program-program yang lebih relevan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dengan harapan yang tinggi, Presiden menekankan bahwa semua anggota NU harus berdiri teguh dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang moderat, serta aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keberanian untuk bersuara dan bertindak sesuai dengan kepentingan rakyat merupakan bagian dari peran serta NU di dalam peta sosial politik bangsa. Dengan demikian, muktamar ini diharapkan menjadi titik awal bagi pergerakan yang lebih kuat dan terorganisir, demi menuju masa depan yang lebih baik.

banner 325x300