banner 728x250

BRI Salurkan 270 Pompa Air untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalbar

BRI Salurkan 270 Pompa Air untuk Dukung Penanganan Karhutla di Kalbar
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Landak | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan 270 unit mesin pompa air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/10) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan penanganan kebakaran di wilayah yang terdampak. Peralatan ini diharapkan dapat membantu petugas memperoleh dukungan sarana saat menjalankan tugas di lapangan.

Bantuan disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli. Dalam pelaksanaannya, BRI berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Koordinasi tersebut diperlukan agar proses penyaluran dapat menyesuaikan kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah, sekaligus mendukung kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

banner 325x300

Wilayah yang tercakup dalam penyaluran meliputi Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau. Kedua kabupaten tersebut menjadi bagian dari sasaran distribusi pompa air untuk mendukung upaya penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Dengan adanya dukungan peralatan, petugas dan pihak terkait di daerah dapat memiliki tambahan sarana yang dapat dimanfaatkan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Penyaluran 270 mesin pompa air ini menunjukkan dukungan BRI terhadap upaya penanganan bencana melalui program sosial perusahaan. Bantuan tersebut melengkapi koordinasi Satgas Karhutla, pemerintah daerah, dan instansi terkait, yang berperan dalam mengatur langkah penanganan di wilayah masing-masing. Sinergi berbagai pihak menjadi penting agar dukungan yang diberikan dapat tersalurkan secara tepat dan dimanfaatkan untuk membantu respons terhadap kebakaran.

Melalui BRI Peduli, perusahaan menyalurkan bantuan yang berfokus pada kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Kehadiran pompa air di Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, dan wilayah sasaran lainnya diharapkan mendukung kesiapan pihak terkait dalam menghadapi situasi darurat. Penyaluran ini juga menegaskan pentingnya dukungan sarana dan kerja sama lintas pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

Dukungan BRI Peduli dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat tidak berhenti pada penyaluran pompa air. Untuk membantu petugas bekerja lebih efektif di lokasi rawan, bantuan tersebut dilengkapi perlengkapan penunjang pemadaman yang dapat digunakan sesuai kondisi lapangan. Peralatan tambahan ini penting karena upaya memadamkan api memerlukan dukungan memadai, mulai dari pengambilan sumber air hingga pengarahannya ke titik yang membutuhkan penanganan. Dengan kelengkapan tersebut, pompa yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rangkaian kerja pemadaman, bukan berdiri sendiri. Petugas dapat menyesuaikan penggunaan peralatan berdasarkan akses sumber air, jarak, serta karakter area yang dihadapi saat bertugas.

Perlengkapan yang menyertai bantuan mencakup selang hisap sepanjang lima meter, selang air, dan nosel. Selang hisap membantu menghubungkan pompa dengan sumber air, sementara selang air menyalurkan air menuju area pemadaman. Nosel dapat digunakan untuk mengatur arah keluarnya air sesuai kebutuhan petugas di lapangan. Kombinasi peralatan ini memberi keleluasaan dalam pengoperasian pompa, terutama ketika kondisi titik kebakaran, ketersediaan air, maupun jangkauan yang diperlukan berbeda-beda. Pemanfaatannya tetap disesuaikan dengan situasi setempat dan kebutuhan penanganan, sehingga petugas dapat mengoptimalkan perlengkapan yang tersedia dalam mendukung upaya pengendalian api.

Selain menunjang pemadaman, BRI Peduli juga memberikan bantuan kesehatan bagi warga terdampak, berupa masker dan vitamin. Bantuan ini ditujukan terutama bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menyelimuti lingkungan. Masker menjadi perlengkapan pelindung yang dapat digunakan saat warga menjalankan kegiatan sehari-hari di tengah paparan asap, sedangkan vitamin melengkapi dukungan bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi tersebut. Kehadiran bantuan bagi warga melengkapi dukungan operasional bagi petugas, karena dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan api, tetapi juga dengan kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Dengan demikian, bantuan peralatan pemadaman dan perlengkapan kesehatan menyasar dua kebutuhan yang berbeda dalam penanganan dampak kebakaran di Kalimantan Barat.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat menghadapi sejumlah kendala yang saling berkaitan. Sebaran titik api di wilayah yang luas menyulitkan petugas memantau dan menjangkau setiap lokasi secara cepat. Ketika api muncul di beberapa tempat pada waktu berdekatan, upaya pemadaman perlu disesuaikan dengan kondisi di tiap titik, termasuk jarak dan ketersediaan sarana. Karena itu, keberadaan peralatan yang dapat mendukung kerja lapangan menjadi penting. Pompa air dapat membantu mengalirkan air untuk pemadaman, tetapi penggunaannya tetap bergantung pada akses ke lokasi serta sumber air yang tersedia. Persebaran api dan karakter kawasan membuat respons tidak selalu dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Akses menuju kawasan kebakaran juga dapat sulit dilalui kendaraan. Kondisi ini membatasi pengiriman petugas, pompa, dan perlengkapan lain ke area yang membutuhkan penanganan. Di sejumlah lokasi, kendaraan mungkin tidak dapat mendekati titik api, sehingga petugas harus menyesuaikan cara membawa peralatan dan menjangkau area terdampak. Kendala tersebut menjadi semakin berarti ketika sumber air terbatas atau berada jauh dari titik kebakaran. Pasokan air yang tidak mudah dijangkau dapat mempersulit proses pemadaman dan pengisian ulang peralatan. Dengan demikian, tantangan bukan hanya memadamkan api, tetapi juga memastikan sarana dan air dapat digunakan secara efektif di lapangan.

Kalimantan Barat memiliki kondisi geografis yang beragam, sehingga kebutuhan penanganan dapat berbeda satu kawasan dan kawasan lainnya. Situasi tersebut menuntut kesiapan petugas, koordinasi, serta sarana pemadaman yang memadai untuk menghadapi sebaran titik api, akses terbatas, dan ketersediaan air. Jika kebakaran menghasilkan kabut asap, dampaknya dapat dirasakan warga dalam kegiatan sehari-hari. Kabut asap berisiko mengganggu kesehatan, membatasi mobilitas, dan memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Risiko ini memperkuat pentingnya respons yang siap dan sesuai dengan keadaan lokasi, tanpa mengabaikan kendala geografis maupun kebutuhan peralatan. Dukungan pompa air merupakan salah satu sarana yang dapat menunjang upaya petugas, terutama ketika pengelolaan air dan akses menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI Peduli berupaya mendukung kebutuhan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melalui bantuan yang dapat digunakan langsung di lapangan. Dukungan tersebut mencakup peralatan bagi petugas, termasuk pompa air, serta bantuan kesehatan bagi warga yang terdampak. Menurut Dhanny, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan kesiapan sarana agar petugas dapat merespons kondisi di lokasi dengan lebih baik. BRI berharap bantuan ini membantu kelancaran upaya pemadaman sekaligus meringankan dampak yang dirasakan masyarakat di sekitar area terdampak.

Dhanny menjelaskan, penyediaan perlengkapan merupakan bagian dari perhatian BRI Peduli terhadap kebutuhan para personel yang bertugas menghadapi kebakaran. Pompa air diharapkan dapat menunjang proses pemadaman, sementara bantuan kesehatan ditujukan untuk membantu warga menghadapi risiko yang muncul akibat karhutla. Dukungan tersebut disalurkan dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan di lapangan, termasuk kondisi lokasi yang dapat berubah dan menuntut tindakan cepat. BRI berharap sinergi dengan pihak terkait dapat memperkuat upaya pengendalian kebakaran serta mendukung keselamatan petugas dan masyarakat selama proses penanganan berlangsung.

Dandim 1204/Sanggau-Sekadau, Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, menyampaikan apresiasi atas bantuan pompa air dari BRI. Ia menilai peralatan tersebut praktis dan mudah dimobilisasi, sehingga dapat dibawa ke lokasi yang membutuhkan penanganan. Tambahan sarana ini dinilai menunjang tugas personel, terutama ketika menghadapi titik api yang memerlukan respons cepat. Kemudahan pemindahan peralatan menjadi penting dalam mendukung penyesuaian upaya pemadaman terhadap kondisi medan dan sebaran kebakaran.

Baca juga: Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kelurahan Bontang Lestari | Inovasi Baru untuk Penanganan Bayi Kuning di Wilayah Terpencil | Terdampak Kekeringan, Kodim 1008/Tabalong Salurkan Air Bersih ke Warga Jangkung

banner 325x300