banner 728x250

Dari Semangat Sumpah Pemuda ke Inovasi: Ruang bagi Anak Muda di Pertamina

Dari Semangat Sumpah Pemuda ke Inovasi: Ruang bagi Anak Muda di Pertamina
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Pertamina (Persero) menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di gedung kantor pusatnya di Jakarta pada 28 Oktober 2026. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan arti semangat kepemudaan dalam kehidupan bersama dan perjalanan bangsa. Acara mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, yang memuat nilai-nilai untuk mendorong generasi muda berkontribusi bagi tanah air. Melalui penyelenggaraan upacara ini, Pertamina turut memperingati momentum Sumpah Pemuda sekaligus mengajak peserta memaknai persatuan sebagai landasan untuk bergerak menuju tujuan bersama. Tema tersebut menempatkan rasa cinta kepada Indonesia, ketekunan, dan kepedulian sebagai bagian penting dari peran pemuda.

Dalam kesempatan itu, Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyampaikan pesan tentang persatuan. Ia menegaskan bahwa persatuan tidak berarti meniadakan perbedaan. Sebaliknya, perbedaan dapat disatukan dan menjadi kekuatan ketika diarahkan untuk mencapai tujuan bersama. Pesan ini mengajak pemuda untuk melihat keberagaman bukan sebagai penghalang, melainkan sebagai unsur yang dapat memperkaya upaya kolektif. Dengan sikap saling menghargai dan kemauan untuk bekerja bersama, berbagai pandangan dapat berada dalam satu tujuan. Nilai tersebut sejalan dengan tema peringatan yang menggabungkan patriotisme, kegigihan, dan empati dalam membayangkan kontribusi generasi muda bagi Indonesia.

banner 325x300

Pesan mengenai persatuan itu juga relevan bagi industri energi, yang menghadapi tantangan semakin kompleks. Dalam keadaan tersebut, tujuan bersama menjadi penting, sementara perbedaan sudut pandang tetap dapat hadir dan dikelola sebagai kekuatan. Semangat pemuda yang patriotik, gigih, dan berempati dapat menjadi pijakan untuk menghadapi kompleksitas itu secara kolektif, tanpa menghapus keberagaman. Peringatan di kantor pusat Pertamina menghubungkan makna Sumpah Pemuda dengan lingkungan kerja dan tantangan sektor energi, melalui gagasan bahwa kemajuan memerlukan kebersamaan. Dengan demikian, upacara pada 28 Oktober tidak hanya menandai peringatan historis, tetapi juga menyampaikan pesan tentang cara menyatukan perbedaan untuk mendukung pencapaian tujuan bersama bagi Indonesia.

Bagi Pertamina, tanggung jawab perusahaan energi tidak berhenti pada memastikan pasokan tersedia. Energi memang harus disalurkan secara andal, tetapi perannya berkaitan langsung dengan kehidupan yang berlangsung di berbagai wilayah. Dalam pandangan yang disampaikan Oki, perusahaan dan para pekerjanya diharapkan turut menggerakkan kehidupan, membuka kesempatan, serta memberi kontribusi bagi bangsa. Harapan tersebut menempatkan pekerjaan di sektor energi dalam cakupan yang lebih luas daripada kegiatan operasional semata. Setiap upaya menjaga ketersediaan energi juga berhubungan dengan kebutuhan orang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mengelola usaha, dan memperoleh layanan yang diperlukan. Karena itu, tanggung jawab energi dipahami sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat dan negara.

Di balik pasokan energi yang sampai kepada pengguna terdapat kegiatan masyarakat yang perlu terus berjalan. Rumah tangga mengandalkan energi untuk berbagai kebutuhan, sementara pelaku usaha memerlukannya agar kegiatan produksi dan layanan dapat berlangsung. Fasilitas publik pun membutuhkan pasokan yang dapat diandalkan untuk mendukung fungsi sehari-hari. Hubungan ini menunjukkan bahwa keandalan energi tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, melainkan juga dengan kesinambungan kegiatan yang bergantung padanya. Ketika energi tersedia secara andal, masyarakat, usaha, dan penyelenggara layanan publik memiliki landasan untuk menjalankan peran masing-masing. Inilah konteks yang membuat penyediaan energi memiliki arti bagi kehidupan bersama dan bagi keberlangsungan berbagai aktivitas yang menopang keseharian.

Oki juga mengaitkan harapan terhadap Pertamina dengan kontribusi perusahaan dan pekerjanya bagi bangsa. Peran tersebut tercermin dalam kesediaan untuk ikut menggerakkan kehidupan dan membuka kesempatan, sejalan dengan tugas menjaga pasokan energi. Maknanya bukan sekadar memastikan energi tersedia, tetapi menyadari bahwa keandalan pasokan menopang banyak kegiatan yang berlangsung di tengah masyarakat. Kelangsungan usaha, layanan publik, serta aktivitas harian menjadi bagian dari hubungan itu. Pada skala yang lebih luas, masa depan bangsa juga bergantung pada energi yang dapat diandalkan untuk mendukung beragam kebutuhan. Karena itu, kontribusi Pertamina dapat dipahami melalui dua sisi yang saling terkait: menjalankan tanggung jawab penyediaan energi dan hadir sebagai perusahaan serta para pekerja yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Pertamina menyediakan sejumlah program yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, mengembangkan kapasitas, dan mengenalkan gagasan mereka. Inisiatif tersebut mencakup Beasiswa Sobat Bumi, Pertamina Goes to Campus, Pertamuda Seed and Scale, serta program magang dan internship. Masing-masing membuka bentuk keterlibatan yang berbeda, mulai dari dukungan pendidikan hingga kesempatan berinteraksi dengan dunia kerja dan mengembangkan inovasi. Ragam jalur ini memberi mahasiswa dan anak muda pilihan untuk memperoleh pengalaman sesuai kebutuhan serta minat mereka, baik di lingkungan kampus maupun di luar kegiatan akademik. Kehadiran program-program tersebut juga memperluas kesempatan bagi generasi muda di berbagai daerah untuk terhubung dengan kegiatan pengembangan.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan bahwa Beasiswa Sobat Bumi mendukung biaya kuliah mahasiswa jenjang S1/D4 dan D3 di perguruan tinggi mitra yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini dibuka setiap tahun, sehingga calon penerima dapat memantau informasi dan persyaratan pada periode pendaftaran yang berlaku. Dukungan biaya pendidikan tersebut membantu mahasiswa menjalani studi, sementara keterlibatan dalam program beasiswa dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Dengan jaringan perguruan tinggi mitra di berbagai wilayah, cakupan program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa dari beragam latar untuk mengakses dukungan pendidikan tinggi.

Pertamina Goes to Campus berfungsi sebagai wadah kolaborasi dan interaksi Pertamina dengan sivitas akademika, terutama mahasiswa. Rangkaian kegiatannya mencakup kompetisi debat dan kompetisi inovasi antarperguruan tinggi. Melalui forum dan perlombaan tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan sudut pandang, bertukar gagasan, serta menguji kemampuan dalam merumuskan solusi. Sementara itu, Pertamuda Seed and Scale memberi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan gagasan usaha dan inovasi, sedangkan program magang dan internship menghadirkan kesempatan mengenal lingkungan profesional secara langsung. Secara keseluruhan, inisiatif ini menghubungkan pembelajaran, kreativitas, dan pengalaman kerja. Anak muda dapat memanfaatkannya untuk memperluas wawasan, membangun keterampilan, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan yang terus berubah.Pertamuda Seed and Scale menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan ide bisnis serta startup. Melalui kompetisi ini, peserta didorong menyusun gagasan secara terarah, memahami kebutuhan calon pengguna, dan membangun model usaha yang memiliki peluang untuk berkembang. Menurut Baron, program tersebut memberi anak muda ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus memperkuat jiwa kewirausahaan. Proses kompetisi bukan hanya tentang memenangkan hadiah, tetapi juga belajar mengubah ide menjadi solusi yang dapat diterapkan dan memberi nilai bagi masyarakat.

Ruang itu penting karena inovasi yang relevan berawal dari kemampuan mengenali persoalan di sekitar. Anak muda dapat merancang produk, layanan, maupun pendekatan baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk tantangan di sektor energi. Di tengah perubahan teknologi dan tuntutan akan energi yang lebih berkelanjutan, perspektif generasi muda dapat membuka peluang bagi solusi yang lebih adaptif. Baron menilai keberanian mereka menawarkan gagasan perlu disertai dukungan dan ruang pengembangan. Dengan pendampingan serta kesempatan untuk menguji ide, gagasan berpotensi tumbuh menjadi usaha berkelanjutan, bukan berhenti sebagai konsep, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pengguna dan lingkungan.

Pertamuda Seed and Scale dengan demikian dapat menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha, membangun jejaring, dan mengenali potensi inovasi mereka.

Baca juga: Kehilangan Berharga: Penjambretan Menyisakan Luka Bagi Anak Yatim | Anjangsana Orjen TNI ke Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono: Pesan Inovasi dan Tanggung Jawab Komandan di Tengah Keterbatasan | Wakil Panglima TNI Pimpin Ziarah Nasional HUT Ke-81 TNI, Teladani Semangat Juang Para Pahlawan

banner 325x300