banner 728x250

Ekonomi Global 2026 Tertekan, BI Proyeksikan Perbaikan pada 2027

Ekonomi Global 2026 Tertekan, BI Proyeksikan Perbaikan pada 2027
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 28 September 2026, Hubungan bisnis yang terlalu banyak terjadi di perusahaan dalam satu kelompok membuat BUMN tidak terbiasa menghadapi persaingan secara terbuka. Terungkap, dari 16 unit rumah temuan Ombudsman RI, cuma tiga unit berstatus barang milik negara.

Data lain dalam laporan menunjukkan GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai prospek ekonomi global pada 2026 masih menghadapi tekanan berat akibat meningkatnya inflasi, lonjakan harga minyak, serta pengetatan kebijakan moneter yang agresif. Meski demikian, BI melihat peluang perbaikan kondisi ekonomi global pada 2027. Prospek ekonomi 2026 secara global memang agak gloomy. Namun demikian di 2027 diperkirakan akan ada perbaikan," ujar Destry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (28/9). Destry menjelaskan bahwa sejumlah lembaga internasional sejalan dengan proyeksi BI yang memperkirakan kondisi 2027 akan lebih baik.

banner 325x300

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Masyarakat diimbau agar lebih tertib dan disiplin memarkirkan kendaraan. Tekanan ini juga memicu pergeseran arus modal dari negara berkembang menuju negara maju, khususnya Amerika Serikat, yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan domestik. Pertumbuhan ini ditopang oleh pengeluaran pemerintah, proyek strategis, dan konsumsi rumah tangga. Presiden Prabowo Instruksikan KSSK Libatkan Danantara dalam Kebijakan Ekonomi "Konsumsi rumah tangga masih tetap menjadi salah satu key driver dalam pertumbuhan ekonomi kita," ucap Destry. Namun, ia menekankan pentingnya meningkatkan peran investasi swasta agar pertumbuhan tidak melulu bergantung pada stimulus pemerintah.

Namun, sejumlah risiko jangka pendek pada 2026 tetap harus diwaspadai, terutama fluktuasi harga minyak dunia. Per 24 September 2026, harga minyak tercatat menyentuh US$125,53 per barel, melonjak signifikan dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang berada di level US$90,88 per barel. BI: Prospek Ekonomi Global 2026 masih Lemah Penuh Ketidakpastian Selain itu, inflasi global yang meningkat ke level 4,6% memicu pengetatan moneter. The Federal Reserve tercatat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan BI memprediksi masih akan ada satu kali kenaikan lagi pada kuartal IV 2026. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS, yaitu indeks dolar (DXY) mencapai 101,11, sementara indeks terhadap mata uang Asia berada di level 96,26. Di tengah gejolak global, ekonomi Indonesia dinilai masih relatif terjaga dengan pertumbuhan 5,29% pada kuartal II 2026 dan secara kumulatif mencapai 5,45% pada semester I 2026. BI memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 4,9%-5,7% pada 2026, dan meningkat menjadi 5,2%-6% pada 2027. Proyeksi optimistis pada 2027 tersebut didasarkan pada asumsi peningkatan investasi swasta, termasuk kontribusi dari Danantara. Dari sisi moneter, BI memastikan likuiditas makro tetap terkendali. Suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) overnight turun dari 6,61% pada Juni 2026 menjadi 5,91%. BI juga berhasil menurunkan yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan ke level 6,76%. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI menerapkan insentif hedging melalui swap dan DNDF sebesar 10%-30%. Langkah ini terbukti efektif mendorong aliran modal asing masuk kembali hingga mencapai US$6 miliar. Di sektor perbankan, BI memperkuat Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan total insentif mencapai Rp461,2 triliun pada awal September. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro meminta BI menyusun roadmap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sesuai mandat UU P2SK. Ia menekankan agar kebijakan BI tidak hanya fokus pada stabilitas, tetapi juga dukungan konkret pada sektor riil. Untuk 2027, saya kira BI perlu membuat roadmap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, termasuk UMKM, pariwisata, dan perkebunan," tegas Fauzi. Ia juga menyarankan adanya pilot project pada 2027 untuk menguji efektivitas dukungan tersebut. Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Kholid mengingatkan tantangan berat akibat kenaikan yield US Treasury tenor 30 tahun yang mencapai 5,45%, level tertinggi sejak 2004. Ia meminta BI tetap konsisten pada jangkar kebijakan (anchor) di tengah kompleksitas mandat yang diemban saat ini. (I-2) Kementerian Kebudayaan menggandeng Danantara Indonesia Trust untuk mempercepat revitalisasi Museum Nasional Indonesia pascakebakaran dengan skema non-APBN. Danantara Indonesia dan Thales menandatangani MoU kerja sama AI, sistem pertahanan, dan keamanan siber untuk memperkuat kedaulatan serta ekonomi nasional. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengkaji pengembangan LRT Jakarta untuk integrasi transportasi massal sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto. Keputusan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara menunjukkan bahwa arah kebijakan fiskal Indonesia berpotensi bergerak dari fase eksperimen kebijakan menuju fase institusionalisasi. Gubernur BI Destry Damayanti dan Wamenkeu Suahasil Nazara tegaskan sinergi fiskal-moneter berjalan tanpa saling mendominasi demi stabilitas ekonomi. Gubernur BI Destry Damayanti menyebut pengguna QRIS mencapai 67 juta orang atau seperempat penduduk Indonesia. BI targetkan pertumbuhan 20,26% tahun ini. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah era suku bunga global yang tinggi. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan komitmen menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan suku bunga, insentif hedging cost, dan penguatan sektor eksternal. Gubernur BI Destry Damayanti memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 tetap stabil didukung konsumsi rumah tangga dan investasi pemerintah.

banner 325x300