Peristiwa tersebut terjadi di Jakarta. Komitmen Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) terhadap menjaga persatuan dan kondusivitas negara merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, sebagai Ketua Umum DPP Pepabri, menegaskan bahwa pengabdian tidak berakhir setelah masa purnatugas. Sebaliknya, masa pensiun seharusnya menjadi titik awal untuk memberikan kontribusi lebih dalam menjaga keutuhan bangsa.
Agum Gumelar menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari harus tetap dijunjung tinggi, baik di kalangan purnawirawan maupun di masyarakat luas. Nilai-nilai tersebut mencakup disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap sesama, yang merupakan inti dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memegang teguh prinsip-prinsip ini, Pepabri berupaya untuk menjadi contoh dan teladan dalam upaya menjaga stabilitas dan persatuan bangsa.
Lebih lanjut, dalam pernyataan tersebut, Agum Gumelar juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Kolaborasi antar generasi, purnawirawan dengan masyarakat umum, dianggap vital untuk mendorong semangat persatuan yang lebih kuat. Dengan mengedepankan dialog dan kerjasama, diharapkan akan terbangun saling pengertian yang mendalam dan mampu mengatasi perbedaan yang ada.
Maka dari itu, melalui pernyataan komitmen ini, Pepabri meneguhkan diri sebagai garda terdepan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui program-program sosial dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, organisasi ini bertekad untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan Pepabri didirikan pada tanggal 12 September 1959. Sejak awal keberadaannya, Pepabri memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada para purnawirawan angkatan bersenjata sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Organisasi ini tidak hanya berfokus pada kepentingan anggotanya, tetapi juga berupaya untuk menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat latar belakang sebagian besar anggotanya yang memiliki pengalaman dalam dunia pertahanan.
Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 pada 12 September 2026 mendatang, Pepabri telah menyiapkan serangkaian kegiatan sebagai bentuk refleksi akan perjalanan panjang dan evolusi organisasi ini. Lokasi perayaan, yang dipilih untuk berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, merupakan tempat yang memiliki banyak makna historis bagi bangsa Indonesia. Surabaya pernah menjadi saksi bisu berbagai peristiwa perjuangan yang melibatakankan peran angkatan bersenjata. Dalam konteks ini, memilih Surabaya sebagai tempat perayaan HUT ke-67 Pepabri adalah langkah yang tepat untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan bangsa.
Usia ke-67 bagi Pepabri bukan sekadar angka, tetapi menyimpan makna mendalam terkait komitmen organisasi dalam mendukung stabilitas sosial dan pembangunan nasional. Angka ini mencerminkan pengalaman kolektif yang telah dilalui oleh organisasi dan para anggotanya. Seiring bertambahnya usia, diharapkan avisi dan misi Pepabri dalam memperkuat persatuan bangsa semakin terwujud. Dalam acara peringatan nanti, diharapkan akan ada banyak diskusi dan kegiatan yang dapat menggalang semangat kebersamaan, serta menegaskan kembali posisi Pepabri sebagai salah satu pilar dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa.Nilai-Nilai yang Dipegang PepabriPepabri, yang merupakan singkatan dari Purnawirawan Perwira TNI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, memegang berbagai nilai fundamental yang menjadi pedoman dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan negara. Tiga nilai pokok yang selalu ditekankan adalah Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Tri Brata. Ketiga nilai ini tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan secara individual para purnawirawan, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Nilai Sapta Marga merupakan serangkaian prinsip yang diajarkan untuk membentuk karakter seorang prajurit. Mereka dilatih untuk memiliki integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Nilai-nilai ini terus dipegang teguh oleh anggota Pepabri dalam setiap kegiatan sosial dan kebangsaan, sebagai bentuk dedikasi kepada tanah air. Dengan prinsip-prinsip ini, purnawirawan berkomitmen untuk menciptakan ikatan yang lebih kuat dalam masyarakat, tanpa memandang latar belakang individu.
Sumpah Prajurit, yang menegaskan kesediaan untuk melindungi dan mengabdikan diri kepada negara, juga sangat relevan dalam konteks pengabdian purnawirawan saat ini. Komitmen ini tercermin dalam banyak proyek sosial yang dijalankan oleh para purnawirawan. Mereka berperan aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan yang berorientasi pada perbaikan kualitas hidup masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa meski telah pensiun, semangat juang mereka tetap berkobar demi kebaikan bangsa.
Tri Brata adalah nilai lainnya yang membentuk pola pikir dan pandangan hidup para purnawirawan. Nilai ini mengajak untuk menjunjung tinggi profesionalitas, netralitas, dan keberanian. Pengamalan Tri Brata dalam kehidupan sehari-hari memperkuat semangat kebersamaan dalam mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu menciptakan bangsa yang harmoni dan sejahtera. Melalui penerapan nilai-nilai ini, Pepabri memberikan sumbangsih penting bagi masyarakat serta meneguhkan cita-cita bangsa.
Kegiatan sosial yang dilakukan oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) merupakan wujud nyata komitmen para purnawirawan dalam membangun persatuan bangsa. Salah satu bentuk konkret dari kegiatan ini adalah penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut bisa dalam bentuk bahan pokok, pakaian layak pakai, atau dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui aksi sosial ini, Pepabri berusaha untuk menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan di warga.
Selain penyaluran bantuan, Pepabri juga aktif dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses pembinaan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan yang baik bagi kehidupan sehari-hari. Dengan menyelenggarakan berbagai program kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan sosialisasi tentang pola hidup sehat, Pepabri berperan dalam meningkatkan kualitas hidup warga, terutama di daerah-daerah yang kekurangan layanan kesehatan.
Penting untuk diingat bahwa generasi muda adalah aset penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, Pepabri juga berkomitmen untuk mendorong pewarisan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui berbagai program dan kegiatan, mereka berusaha mengajarkan pentingnya nilai-nilai tersebut serta semangat untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Dengan memperkenalkan anak-anak pada sejarah bangsa dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, Pepabri berharap dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air yang kuat dan membentuk karakter generasi yang akan menjadi penerus bangsa.













