banner 728x250

Komitmen Telkom terhadap Dekarbonisasi: The Telkom Hub Capai Emisi Nol

Komitmen Telkom Indonesia Menuju Emisi Nol
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 29 September 2026, PT Telkom Indonesia, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, mengambil tanggung jawab penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dalam rangka untuk mendukung inisiatif global mengenai pengurangan emisi dan keberlanjutan lingkungan, perusahaan telah melaksanakan berbagai langkah strategis. Salah satu pencapaian signifikan dari upaya ini adalah pencapaian status emisi nol (net zero emission) di "The Telkom Hub" yang terletak di Jakarta.

Status emisi nol yang telah diraih ini mencakup emisi cakupan 1 dan 2. Emisi cakupan 1 mencakup semua emisi langsung yang dihasilkan oleh operasi perusahaan, seperti dari kendaraan dan fasilitas, sementara emisi cakupan 2 meliputi emisi tidak langsung yang berasal dari konsumsi energi listrik. Dengan mencapai net zero emission dalam kedua cakupan ini, PT Telkom menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim dan menurunkan jejak karbon.

banner 325x300

Langkah ini merupakan bagian dari rencana transisi iklim yang lebih luas, di mana PT Telkom berfokus pada keberlanjutan sepanjang operasi bisnisnya. Kombinasi dari penggunaan energi terbarukan, efisiensi energi, dan inovasi teknologi merupakan elemen kunci dalam strategi perusahaan. Dengan meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan, seperti solar dan energi angin, perusahaan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, tetapi juga mendorong investasi hijau di sektor energi.

Komitmen PT Telkom terhadap dekarbonisasi juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan bagi masa depan. Melalui berbagai inisiatif dan program, Telkom berharap dapat menginspirasi perusahaan lain untuk mengikuti jejaknya dalam menjaga lingkungan. Dalam praktik ini, Telkom berupaya tidak hanya untuk mencapai tujuan yang ambisius tetapi juga untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan.

Pada tanggal 23 September 2026, PT Telkom Indonesia menerima Renewable Energy Certificate (REC) serta Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) dari PT Energy Management Indonesia. Penerimaan sertifikat ini merupakan momen signifikan bagi perusahaan dalam upaya mereka menuju dekarbonisasi, yang sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon.

Sertifikat ini menjadi simbol nyata dari langkah PT Telkom dalam berkontribusi terhadap lingkungan, menandakan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan ekologi. Dengan adanya REC, PT Telkom telah membuktikan bahwa mereka telah memanfaatkan sumber daya energi terbarukan dalam operasionalnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berusaha untuk memasukkan prinsip keberlanjutan dalam kebijakan operasionalnya.

Lebih lanjut, penerimaan SPE GRK juga memperkuat posisi PT Telkom sebagai pelopor dalam pengurangan emisi gas rumah kaca di industri telekomunikasi. Sertifikat ini mendemonstrasikan komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mengurangi jejak karbonnya melalui penggunaan teknologi yang lebih efisien dan energi yang ramah lingkungan. Hal ini penting mengingat semakin meningkatnya perhatian global terhadap perubahan iklim dan kebutuhan untuk beralih ke energi yang lebih bersih.

Dengan adanya pencapaian ini, PT Telkom tidak hanya menargetkan efisiensi energi, tetapi juga berperan aktif dalam gerakan dekarbonisasi yang lebih luas. Perusahaan berharap bahwa langkah-langkah yang diambil ini akan menginspirasi organisasi lain untuk turut serta dalam gerakan mengurangi emisi karbon dan menggunakan energi terbarukan. Penerimaan sertifikat ini menandai awal baru bagi PT Telkom dalam perjalanan mereka untuk mencapai emisi nol, dan membangun masa depan yang lebih lestari bagi generasi mendatang.

Telkom Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap dekarbonisasi dan keberlanjutan melalui berbagai inisiatif yang mendukung penggunaan energi terbarukan. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh perusahaan adalah akuisisi 45.407 unit Renewable Energy Certificates (REC) yang berfokus pada pembangkit listrik tenaga air. Dengan mendapatkan sertifikat ini, Telkom tidak hanya berkontribusi pada penyediaan energi bersih tetapi juga berkomitmen untuk secara aktif mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh kegiatan operasionalnya. Penggunaan pembangkit listrik tenaga air sebagai sumber energi menjadi salah satu solusi yang dianggap efisien dan ramah lingkungan.

Dalam konteks ini, perusahaan juga memperkenalkan solusi penerangan jalan umum yang berbasis energi surya. Inisiatif ini tidak hanya berfungsi untuk menerangi jalanan secara efisien, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional yang berkontribusi pada emisi karbon. Dengan memperkenalkan sistem penerangan surya, Telkom berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

Penerapan energi terbarukan seperti tenaga air dan solar menjadi bagian integral dari strategi Telkom untuk mencapai emisi nol. Selain mengurangi emisi karbon secara signifikan, inisiatif ini juga selaras dengan tren global menuju ekonomi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa Telkom berupaya untuk tidak hanya menjawab kebutuhan energi saat ini tetapi juga berinvestasi di masa depan yang lebih hijau.

Secara keseluruhan, langkah-langkah ini mencerminkan bagaimana Telkom mendukung transisi energi terbarukan dan berperan aktif dalam usaha dekarbonisasi. Melalui inisiatif-inisiatif tersebut, Telkom berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya global untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.

Telkom, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, telah mengambil langkah signifikan menuju dekarbonisasi dengan mengimplementasikan berbagai teknologi canggih dalam pengelolaan bangunan mereka. Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah Building Management System (BMS), yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi di gedung-gedung landmark milik Telkom. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian berbagai sistem di dalam bangunan, seperti pencahayaan, pendingin udara, dan perangkat lainnya yang mempengaruhi penggunaan energi.

Dengan BMS, Telkom dapat mengoptimalkan penggunaan energi secara real-time serta mengidentifikasi peluang untuk penghematan energi lebih lanjut. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data dari berbagai sensor yang dipasang di seluruh gedung, sehingga manajemen dapat memantau kondisi dan performa energi secara lebih efisien. Hasilnya, tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga menurunkan biaya operasional terkait dengan konsumsi listrik.

Selain BMS, Telkom juga menerapkan teknologi ramah lingkungan lainnya, seperti penggunaan perangkat hemat energi dan penerangan LED yang lebih efisien. Dengan kombinasi teknologi ini, Telkom mengharapkan dapat mencapai pengurangan signifikan dalam total konsumsi energi di gedung-gedung mereka. Semua langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkom terhadap sustainability dan upaya aktif dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

Inisiatif tersebut sejalan dengan tren global menuju penggunaan energi yang lebih bijaksana dan berkelanjutan. Telkom berusaha menjadi pelopor dalam sektor telekomunikasi dengan memanfaatkan teknologi modern yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan. Dengan dilakukannya inovasi teknologi ini, Telkom berharap tidak hanya mencapai target emisi nol, tetapi juga menginspirasi perusahaan lain untuk mengadopsi praktik serupa dalam rangka menjaga keberlanjutan planet kita.

banner 325x300