Kabupaten Magelang | Konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Pada waktu yang sama, aksi penolakan digelar di luar area konser. Dua agenda dengan pandangan berbeda itu berjalan beriringan, masing-masing di lokasi yang terpisah. Polda Jawa Tengah menilai keseluruhan kegiatan berlangsung kondusif.
Konser tersebut menjadi agenda utama di kawasan Borobudur, sementara aksi penolakan berlangsung di luar area pertunjukan. Pemisahan lokasi ini penting untuk menggambarkan bahwa aksi tersebut bukan bagian dari kegiatan di dalam arena konser. Dengan demikian, berlangsungnya protes pada waktu yang sama tidak berarti para peserta aksi berada di tengah penonton atau mengganggu jalannya pertunjukan.
Situasi itu mempertemukan dua kegiatan publik yang membawa tujuan dan pandangan berbeda dalam satu waktu. Di satu sisi, konser menghadirkan Andrea Bocelli bagi penonton di kawasan candi. Di sisi lain, pihak yang menolak menyampaikan sikapnya melalui aksi di luar area. Keduanya berlangsung secara bersamaan, tetapi berada pada ruang yang berbeda, sehingga perlu dibedakan ketika menjelaskan rangkaian peristiwa malam tersebut.
Penilaian Polda Jawa Tengah bahwa keseluruhan kegiatan berlangsung kondusif mencakup situasi di sekitar kedua agenda. Pernyataan tersebut memberi gambaran mengenai kondisi umum pada malam konser dan aksi penolakan, tanpa menghapus fakta bahwa terdapat perbedaan pandangan di pihak-pihak terkait. Peristiwa ini menunjukkan bahwa konser tetap berlangsung sementara aspirasi penolakan disampaikan di luar area penyelenggaraan. Karena itu, pemberitaan mengenai acara di Borobudur perlu menyebut kedua kegiatan secara proporsional serta menjaga batas yang jelas arena konser dan lokasi aksi. Berdasarkan penilaian kepolisian, pelaksanaan kedua agenda pada waktu yang sama tidak berkembang menjadi gangguan yang membuat keseluruhan kegiatan dinilai tidak kondusif.
Konser bertajuk Andrea Bocelli – Romanza 30th Anniversary World Tour digelar sebagai bagian dari tur dunia untuk memperingati tiga dekade album Romanza. Album tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Bocelli dan turut memperkenalkan musik klasik serta opera kepada khalayak yang lebih luas. Di Borobudur, perayaan itu menghadirkan perpaduan repertoar sang tenor Italia dan suasana situs bersejarah yang menjadi salah satu ikon budaya Indonesia.
Panggung megah berdiri dengan Candi Borobudur sebagai latar, sementara permainan cahaya berwarna mengiringi jalannya pertunjukan. Ribuan penonton memenuhi area konser dan menyaksikan Bocelli membawakan lagu-lagu dari album Romanza, bersama sejumlah karya populer yang dikenal luas. Tata panggung dan pencahayaan memberi nuansa istimewa pada penampilan, tanpa menghilangkan perhatian utama dari suara Bocelli dan iringan para musisi. Bagi banyak penonton, kesempatan menyaksikan konser di lokasi tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman malam itu.
Antusiasme terlihat dari asal para penonton yang beragam. Selain warga Magelang dan daerah sekitarnya, pengunjung datang dari berbagai wilayah di luar Pulau Jawa hingga mancanegara. Arifin, misalnya, terbang dari Medan untuk menghadiri konser dan telah menginap di Yogyakarta sehari sebelumnya. Kehadiran penonton yang menempuh perjalanan jauh menunjukkan daya tarik Bocelli sekaligus besarnya minat terhadap pertunjukan musik berskala internasional di Borobudur.
Menjelang akhir acara, ribuan lampion diterbangkan di atas kawasan candi, menutup pertunjukan dengan pemandangan yang mencolok. Momen tersebut melengkapi suasana konser yang memadukan musik, cahaya, dan latar warisan budaya. Setelah tampil di Borobudur, Bocelli dijadwalkan melanjutkan rangkaian pertunjukan di Indonesia dengan konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026. Jadwal itu memberi kesempatan bagi penonton di ibu kota dan sekitarnya untuk menyaksikan langsung sang penyanyi dalam tur peringatan 30 tahun album Romanza.
Kelompok yang menolak konser Andrea Bocelli di kawasan Borobudur menyoroti rekam jejak penyanyi tersebut. Mereka menyebut Bocelli pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel. Isu itu menjadi salah satu alasan penolakan, sekaligus mendorong peserta aksi menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Palestina. Dalam aksi, peserta membawa poster dan spanduk berisi tuntutan serta pesan dukungan bagi perjuangan Palestina.
Sejumlah rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok peserta berkonvoi menggunakan sepeda motor Yamaha RX-King. Mereka melintasi persimpangan di wilayah Salaman, Kabupaten Magelang. Rekaman tersebut memperlihatkan salah satu bentuk ekspresi penolakan di tengah perhatian publik terhadap rencana konser. Aksi dan pesan yang disampaikan para penolak berpusat pada keberpihakan terhadap Palestina serta permintaan agar penyelenggaraan acara ditinjau kembali.
Penolakan sebelumnya telah disuarakan pada Rabu, 28 Oktober 2026, di depan markas Polda Jawa Tengah, Kota Semarang. Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina mengikuti aksi tersebut. Mereka mengenakan pakaian putih dan hitam, serta membawa bendera Palestina dan poster. Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah pencabutan izin konser.
Ketua Aqsa Working Group Biro Jawa Tengah, Reza Subasir, mengatakan aksi digelar karena konser tetap direncanakan meskipun ditolak sejumlah organisasi masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI sendiri telah menyampaikan penolakan. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut sikap tersebut sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Rangkaian keberatan itu menunjukkan bahwa penolakan bukan hanya berkaitan dengan acara hiburan, tetapi juga dipandang para peserta sebagai pernyataan sikap atas isu kemanusiaan dan politik internasional.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengapresiasi masyarakat yang turut menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Candi Borobudur saat konser Andrea Bocelli berlangsung. Ia menilai suasana yang tetap terkendali mencerminkan kedewasaan semua pihak dalam menyikapi perbedaan pandangan dan kepentingan. Yuliyanto juga menyampaikan penghargaan kepada peserta penyampaian aspirasi yang melakukannya secara tertib, serta kepada pengunjung dan wisatawan yang mengikuti arahan petugas selama berada di kawasan tersebut. Menurutnya, kepatuhan terhadap imbauan membantu kegiatan berjalan lebih lancar sekaligus menjaga kenyamanan bersama. Apresiasi itu, kata dia, ditujukan kepada seluruh unsur masyarakat yang mendukung terciptanya situasi aman, termasuk warga setempat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kegiatan besar tersebut. Ia menegaskan, sikap saling menghormati menjadi penting ketika beragam kepentingan hadir dalam satu ruang publik.
Yuliyanto memahami bahwa penyampaian pendapat merupakan hak yang perlu dihormati. Pada saat yang sama, pengunjung juga berhak menikmati kegiatan wisata, sedangkan warga sekitar berhak beraktivitas dalam keadaan aman dan nyaman. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menempatkan hak-hak tersebut secara seimbang dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu pihak lain. Pengamanan konser melibatkan personel gabungan, dengan dukungan TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan Candi Borobudur, penyelenggara konser, dan masyarakat. Koordinasi lintas unsur tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan, mengatur pergerakan pengunjung, serta memastikan penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib. Kehadiran petugas, lanjutnya, bukan untuk membatasi hak masyarakat, melainkan membantu menjaga keselamatan dan ketertiban seluruh orang yang berada di sekitar kawasan. Setiap unsur memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam pelaksanaan tugas, personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Petugas juga menjalin komunikasi dialogis dengan berbagai pihak agar informasi dapat disampaikan dengan jelas dan persoalan dapat ditangani tanpa memperbesar ketegangan. Yuliyanto menyebut upaya tersebut bertujuan melindungi semua pihak, sehingga peserta aksi, wisatawan, warga, dan penyelenggara dapat menjalankan aktivitas masing-masing tanpa gangguan. Ia berharap komunikasi dan kerja sama terus dijaga, baik selama kegiatan berlangsung maupun setelahnya.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Berlangsung Dua Hari, Asap Ganggu Aktivitas Warga | Sebelum proses pengadaan berlangsung, terdakwa Cory dan Fika telah memberikan uang sebesar Rp400 juta melalui Abi Nurwardani












