banner 728x250
TNI  

Koramil Sukapura Kawal Ritual Tari Sodoran, Hari Raya Karo Perkuat Harmoni Warga Tengger

banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Koramil 0820/08 Sukapura turut mengawal sekaligus mengamankan jalannya puncak rangkaian ritual adat Tari Sodoran dalam peringatan Hari Raya Karo masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus upaya menjaga keamanan agar seluruh prosesi adat berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.

banner 325x300

Hari Raya Karo merupakan salah satu tradisi sakral masyarakat Tengger yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga dimaknai sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai kebersamaan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Danramil 0820/08 Sukapura, Kapten Inf Warsito, menjelaskan bahwa Tari Sodoran memiliki kedudukan penting dalam rangkaian Yadnya Karo atau Pujan Karo, yakni perayaan adat terbesar masyarakat Tengger yang diselenggarakan sekali setiap tahun.

“Tari Sodoran merupakan tarian pembuka dalam ritual Yadnya Karo. Tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan memiliki makna filosofis yang menggambarkan asal-usul kehidupan manusia berdasarkan legenda dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Suku Tengger,” ujar Kapten Inf Warsito.

Menurutnya, gerakan dalam Tari Sodoran sarat dengan simbol kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Tengger. Karena itu, pelestarian tradisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama.

Kapten Warsito menambahkan, peringatan Hari Raya Karo dilaksanakan oleh masyarakat Tengger yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Probolinggo. Tradisi tersebut dinilai sebagai kekayaan budaya bangsa yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Karo mengajarkan keharmonisan, persatuan, serta rasa syukur. Tari Sodoran bukan hanya menjadi pertunjukan budaya, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam bagi kehidupan masyarakat Tengger,” tuturnya.

Melalui pengamanan yang dilakukan Koramil 0820/08 Sukapura bersama unsur terkait, seluruh rangkaian puncak ritual Hari Raya Karo diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya lokal yang telah menjadi warisan leluhur masyarakat Tengger.

Pewarta: Bambang
Narasumber: Danramil 0820/08 Sukapura, Kapten Inf Warsito (Pendim 0820/Probolinggo)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *