JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 18 September 2026, PT Telkom Indonesia, sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, baru-baru ini meluncurkan Kerangka Scale sebagai bagian dari strategi transformasi digitalnya. Peluncuran ini merupakan langkah krusial dalam upaya perusahaan untuk memperkuat posisi pasar dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan teknologi dan investasi di seluruh grup. Kerangka Scale dirancang untuk menyederhanakan proses dan mengurangi tumpang tindih dalam pengelolaan teknologi, yang diharapkan akan memfasilitasi pencapaian tujuan bisnis yang lebih ambisius.
Dari perspektif teknis, Kerangka Scale berfungsi sebagai panduan dalam pengimplementasian solusi digital yang tepat dan efisien. Dengan menerapkan kerangka kerja ini, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan memastikan bahwa seluruh inisiatif digital sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Hal ini akan mendorong inovasi yang berkelanjutan dan meningkatkan kapabilitas layanan pelanggan melalui pemanfaatan teknologi terbaru.
Salah satu aspek penting dari Kerangka Scale adalah fokusnya pada pengoptimalan investasi. Dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif, kemampuan untuk mengelola sumber daya dan anggaran secara efisien menjadi semakin penting. Kerangka ini memberikan pendekatan terstruktur bagi Telkom untuk mengevaluasi dan memprioritaskan proyek teknologi, sehingga memungkinkan penggunaan sumber daya yang lebih cerdas dan efektif. Dengan demikian, Telkom dapat lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan pelanggan dan dinamika pasar yang terus berubah.
Secara keseluruhan, peluncuran Kerangka Scale oleh PT Telkom Indonesia tidak hanya menandai sebuah langkah penting dalam strategi transformasi digital perusahaan, tetapi juga mencerminkan tekad perusahaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dengan implementasi yang efektif dari kerangka ini, Telkom berharap dapat mencapai efisiensi operasional dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan di era digital yang semakin maju.
Strategi Scale merupakan pendekatan komprehensif yang bertujuan untuk mendorong perubahan signifikan dalam proses transformasi digital perusahaan. Dalam konteks Telkom, strategi ini tidak hanya berfokus pada modernisasi perangkat lunak, tetapi juga mengedepankan aspek otomatisasi dan efisiensi operasional. Hal ini bertujuan untuk menciptakan jaringan yang lebih terintegrasi antar berbagai unit bisnis yang sebelumnya beroperasi secara terpisah.
Dalam implementasinya, strategi Scale mengusung tujuan utama untuk memaksimalkan kapabilitas yang ada, yang dapat mendukung inisiatif inovatif dan pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan. Dengan menghubungkan berbagai sistem dan proses yang ada, perusahaan dapat mempercepat respon terhadap perubahan pasar dan menyesuaikan layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Selain itu, strategi ini juga berorientasi pada penggunaan teknologi terkini yang memungkinkan proses otomatisasi, pengumpulan data yang lebih efektif, dan pengambilan keputusan berbasis data. Melalui otomatisasi ini, Telkom dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, yang pada gilirannya memungkinkan perusahaan untuk memfokuskan sumber daya mereka pada inovasi dan pengembangan produk baru yang relevan dengan pasar.
Secara keseluruhan, penerapan strategi Scale dalam transformasi digital Telkom tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi organisasi, tetapi juga berupaya menciptakan pengalaman lebih baik bagi konsumen. Dengan mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi dan efisien, diharapkan strategi ini dapat menghadirkan dampak positif bagi seluruh inisiatif yang dijalankan, serta mendorong Telkom menuju posisi yang lebih kompetitif dalam industri telekomunikasi yang terus berubah.
Nama 'Scale' merupakan akronim yang mewakili lima pilar strategis yang menjadi fokus utama Telkom dalam rangka transformasi digital. Pilar-pilar tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini serta meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Benar adanya bahwa setiap pilar memiliki fokus yang berbeda, namun semuanya dirancang agar saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.
Pilar pertama adalah Digital Customer Experience, yang menekankan pentingnya memberikan pengalaman pelanggan yang optimal melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal ini mencakup pengembangan platform layanan yang intuitif serta responsif, sehingga pelanggan dapat mengakses layanan dengan lebih mudah dan efisien.
Kemudian, pilar kedua adalah Data Utilization, yang berfokus pada pemanfaatan data besar untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan mengintegrasikan analisis data ke dalam operasi sehari-hari, Telkom dapat lebih cepat beradaptasi dengan perubahan permintaan pasar dan menawarkan layanan yang lebih relevan kepada pelanggannya.
Pilar ketiga yaitu Technology Enabler, berperan sebagai fondasi untuk mendukung transformasi digital. Investasi dalam infrastruktur teknologi seperti jaringan 5G, IoT, dan cloud computing memungkinkan Telkom untuk mengembangkan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
Pilar keempat adalah Agility and Innovation, yang mendorong budaya inovatif di dalam organisasi. Melalui pengembangan metode kerja yang lebih fleksibel dan adaptif, Telkom berusaha untuk mempercepat proses pengembangan produk dan layanan.
Terakhir, pilar kelima, Security and Compliance, menekankan pada pentingnya menjaga keamanan siber dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dalam era digital yang semakin kompleks, perlindungan data dan sistem informasi menjadi prioritas utama bagi perusahaan.
Untuk mendukung implementasi kelima pilar strategis ini, Telkom juga telah membagi diri ke dalam 13 program operasional yang penting. Program-program ini mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), penguatan model keamanan siber, serta transformasi layanan berbasis cloud. Dengan melaksanakan program-program ini secara berkesinambungan, Telkom berharap dapat mencapai tujuan transformasi digital yang telah ditetapkan.
Implementasi kerangka Scale dalam struktur organisasi Telkom diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap anak perusahaan. Dengan mengadopsi skema shared services, anak perusahaan Telkom berkesempatan untuk memanfaatkan infrastruktur dan standar keamanan yang seragam. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada efisiensi operasional, tetapi juga memungkinkan penghematan biaya yang substansial. Ketika semua unit bisnis dapat berbagi sumber daya dan alat yang sama, biaya yang biasanya dikeluarkan untuk infrastruktur dapat diminimalisir, sehingga alokasi anggaran dapat dialihkan untuk inovasi dan peningkatan layanan.
Lebih jauh lagi, skema shared services ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan di masing-masing anak perusahaan. Dengan adanya sistem yang terintegrasi dan transparan, informasi dapat diakses dengan lebih cepat, memungkinkan respon yang lebih luwes terhadap dinamika pasar. Ini berarti bahwa anak perusahaan dapat lebih cepat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan konsumen, yang sangat krusial dalam era digital yang terus berkembang.
Salah satu dampak utama dari implementasi Scale adalah peningkatan agilitasi Telkomgroup secara keseluruhan. Dalam konteks bisnis digital, agilitasi menjadi salah satu kunci sukses, di mana kemampuan untuk beradaptasi dan merespons cepat terhadap permintaan pasar dapat membuat perbedaan kesuksesan dan kegagalan. Melalui penerapan kerangka ini, diharapkan Telkomgroup tidak hanya dapat menjaga daya saing, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, dampak dari penerapan kerangka Scale menjanjikan perubahan positif yang signifikan bagi anak perusahaan Telkom. Melalui efisiensi biaya, percepatan keputusan, serta peningkatan agilitasi, Telkom diharapkan dapat menghadapi tantangan transformasi digital dengan lebih percaya diri.









