JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 28 September 2026, Penilaian berbasis skor dan data historis membantu meminimalkan subjektivitas, baik saat rekrutmen maupun saat evaluasi kinerja berlangsung. Terungkap, dari 16 unit rumah temuan Ombudsman RI, cuma tiga unit berstatus barang milik negara.
Data lain dalam laporan menunjukkan Riset Kearney menunjukkan kurang dari 10% adopter yang telah mencapai tahap lanjut. Di sisi lain, riset McKinsey terbaru mencatat kawasan Asia Tenggara mulai bergerak dari eksperimen menuju scaling, dengan 46% perusahaan yang disurvei telah melampaui tahap pilot. DataOn Sukses Gelar Konferensi HR Tahunan ke-15: Dorong Inovasi Digital Berbasis Humanis AI memiliki manfaat yang dapat membantu pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Merekomendasikan pelatihan atau jalur pengembangan karier yang relevan berdasarkan kompetensi dan performa masing-masing karyawan — bukan rekomendasi generik yang sama untuk semua orang. (RO/Z-10) Perusahaan penyedia solusi Human Resource Information System (HRIS) terkemuka di Asia Tenggara, DataOn, sukses menyelenggarakan The 15th Annual HR Conference 2025 di Jakarta.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Masyarakat diimbau agar lebih tertib dan disiplin memarkirkan kendaraan. ARTIFICIAL Intelligence (AI) semakin bergeser dari sekadar fitur tambahan dalam software Human Resource Information System (HRIS) menjadi standar baru dalam pengelolaan SDM. Rentang kemampuannya sangat luas, mulai dari otomatisasi tugas yang repetitif hingga pengambilan keputusan berbasis data. Meski begitu, banyak perusahaan masih berada di tahap awal adopsi. Gap adopsi dan hasil inilah yang membuat pemahaman menyeluruh terhadap fitur menjadi sangat penting sebelum memutuskan upgrade.
Berikut adalah ulasan tentang apa itu HRIS berbasis AI, fitur-fitunya, manfaat bagi pengelolaan SDM, cara memilih platform yang tepat, serta rekomendasi platform-nya seperti Mekari Talenta. Mekari Talenta Perkuat Kapabilitas AI untuk Transformasi SDM HRIS konvensional merupakan sistem yang bersifat administratif dan pasif. Ia hanya mencatat data dan menjalankan aturan yang sudah diprogram secara statis, menjalankan penggajian (payroll), merekap absensi, serta menyimpan data karyawan sesuai aturan tetap yang berlaku. Sistem ini hanya mengeksekusi perintah tanpa bisa menilai pola di balik data tersebut. Berbeda dengan itu, sebuah HRIS berbasis AI menambahkan lapisan kecerdasan yang belajar dari data historis dan pola perilaku karyawan. Sistem ini mampu memberikan skor, prediksi, rekomendasi, bahkan mendeteksi anomali secara otomatis. Perbedaan paling mencolok keduanya ada pada sifatnya. HRIS konvensional bersifat reaktif, karena menunggu perintah dari pengguna untuk menjalankan tugas. Sebaliknya, HRIS berbasis AI bersifat proaktif dengan memberikan insight dan rekomendasi sebelum diminta. Pergeseran ini mengubah peran tim HR dari sekadar mengolah data menjadi menindaklanjuti temuan yang dihasilkan sistem. Berikut adalah beberapa manfaat yang ditawarkannya: Tugas repetitif seperti penyaringan awal kandidat dan rekap laporan bisa dipangkas secara signifikan. Dengan begitu, tim HR punya waktu lebih banyak untuk fokus pada pekerjaan yang benar-benar strategis. Rekomendasi dan prediksi yang dihasilkan AI membantu HR dan pimpinan menyusun perencanaan tenaga kerja (workforce planning) secara lebih terukur, bukan berdasarkan asumsi semata. Layanan self-service yang responsif dan rekomendasi pengembangan karier yang bersifat personal meningkatkan engagement karyawan secara nyata. Otomatisasi berbagai proses mengurangi kebutuhan tenaga tambahan seiring pertambahan jumlah karyawan, sehingga pertumbuhan tim tidak harus diikuti pertumbuhan beban administratif. Fitur ini menilai dan memeringkat kandidat secara otomatis berdasarkan kecocokan kriteria seperti pengalaman, keahlian, dan kebutuhan posisi mempercepat proses seleksi awal yang biasanya paling menyita waktu tim rekrutmen. Sebagai contoh, Mekari Talenta menyediakan AI Candidate Scoring untuk membantu recruiter menyaring dan memprioritaskan kandidat berdasarkan kesesuaian profil dengan kebutuhan posisi. Fitur ini memproyeksikan risiko turnover, kebutuhan tenaga kerja, dan tren workforce berdasarkan data historis. Dengan insight semacam ini, HR bisa bersikap preventif alih-alih reaktif terhadap perubahan komposisi tim. Menjawab pertanyaan karyawan seputar cuti, slip gaji, dan kebijakan HR secara instan melalui percakapan. Fitur ini mengurangi beban tiket administratif yang masuk ke tim HR setiap harinya. Mendeteksi kejanggalan dalam perhitungan gaji atau komponen tunjangan sebelum payroll diproses. Ini meminimalkan risiko human error sebelum dana keluar dari sistem. Menyajikan insight tenaga kerja secara otomatis dari data yang sudah ada di sistem, tanpa perlu rekap manual lintas spreadsheet atau konsolidasi data dari berbagai sumber. Pastikan vendor mampu menjelaskan dasar skor dan rekomendasi yang dihasilkan sistem. HRIS berbasis AI yang tidak bisa diaudit akan menyulitkan tim HR saat keputusan dipertanyakan oleh manajemen atau pihak eksternal. Cek sertifikasi keamanan dan lokasi penyimpanan data karyawan yang sensitif. Pastikan sesuai dengan regulasi yang berlaku, khususnya jika perusahaan beroperasi di lintas yurisdiksi. Fitur AI idealnya terhubung dengan modul rekrutmen, payroll, dan evaluasi kinerja yang sudah berjalan, bukan berdiri sebagai tool terpisah yang membutuhkan input manual tersendiri. Antarmuka dan kurva belajar yang wajar menjadi faktor penting, terutama jika tim HR belum terbiasa menggunakan tools berbasis AI. Adopsi yang lambat bisa membuat fitur canggih tidak pernah dimanfaatkan secara maksimal. Ketersediaan pendampingan implementasi dan dukungan lokal sangat menentukan apakah fitur AI benar-benar digunakan setelah go-live. Tanpa ini, banyak perusahaan berhenti di tahap pilot, persis seperti yang dialami sebagian besar organisasi di kawasan Asia Tenggara. HRIS berbasis AI berbeda dari HRIS konvensional karena sistemnya bersifat proaktif: memberi skor, prediksi, dan rekomendasi yang membantu tim HR berperan lebih strategis. Enam fitur utama dan lima pertimbangan di atas adalah dasar penting untuk menilai kecocokan platform dengan kebutuhan organisasi sebelum masuk ke tahap membandingkan vendor. Mekari Talenta adalah platform AI-centric HCM untuk membantu HR Manager, HR Staff, Payroll Specialist, dan tim IT menyederhanakan, mengintegrasikan, dan memodernisasi seluruh operasional HR dalam satu sistem terpusat secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis. Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Talenta juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Flex, Mekari Jurnal, Mekari Expense, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.







