banner 728x250
TNI  

Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Pahalatan: Mewujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

banner 120x600
banner 468x60

**Barabai, Hulu Sungai Tengah** – Dalam upaya menanggulangi fenomena pernikahan dini yang semakin marak, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapten Inf Rudi Hartono, mengadakan sosialisasi pencegahan pernikahan dini bagi warga Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, pada Minggu (27/10/2024). Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif pemerintah desa Pahalatan dan dihadiri oleh 56 warga setempat, yang antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh para narasumber kompeten.

 

banner 325x300

Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapolsek Karangan, dan perwakilan dari MUI Kecamatan Labuan Amas Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai dampak pernikahan dini serta pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang.

 

Asnawi, Kepala Desa Pahalatan, mengungkapkan harapannya agar sosialisasi ini dapat mengedukasi warga mengenai risiko dan konsekuensi dari pernikahan dini. Ia menekankan bahwa pengetahuan tentang dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan dari pernikahan dini sangat penting untuk disampaikan kepada masyarakat.

 

Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga masyarakat dapat memahami bahaya dari pernikahan dini dan berkomitmen untuk menjaga kesehatan serta pendidikan anak-anak kita,” ungkap Asnawi dalam sambutannya.

 

Dalam sesi pemaparan, Kapten Inf Rudi Hartono menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat membawa dampak negatif dari berbagai aspek, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga psikologi. Ia menjelaskan bahwa individu yang menikah pada usia muda cenderung memiliki tingkat pendidikan yang rendah, sehingga sulit untuk memperoleh pekerjaan yang layak.

 

“Menikah dini sangat rentan karena seseorang yang menikah muda biasanya belum siap secara mental, reproduksi, dan ekonomi. Hal ini sangat mungkin membuat mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Dari sisi mental, mereka juga belum siap, sehingga risiko depresi tinggi, yang berpotensi mengarah pada perceraian,” terangnya.

 

Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari warga, yang merasa terbantu dengan informasi yang disampaikan. Sejumlah peserta menyatakan bahwa mereka akan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat lainnya, agar lebih banyak orang tua dan calon pengantin muda yang memahami risiko pernikahan dini.

 

Sosialisasi ini merupakan salah satu langkah konkret dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan pendidikan, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang lebih siap dalam menghadapi tantangan kehidupan.

 

Melalui inisiatif seperti ini, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan siap untuk masa depan yang lebih baik. Pemerintah desa bersama instansi terkait akan terus berupaya melakukan kegiatan edukasi dan pencegahan lainnya untuk mendukung penguatan mental dan kesehatan masyarakat, terutama generasi muda di Desa Pahalatan.

 

**(Pen 1002 HST)**

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *