banner 728x250
Sosial  

UMKM Binaan Pertamina Tumbuhkan Usaha Sekaligus Manfaat Sosial

UMKM Binaan Pertamina Tumbuhkan Usaha Sekaligus Manfaat Sosial
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | PT Pertamina (Persero) menyampaikan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Minggu. Menurutnya, pengalaman para pelaku UMKM memperlihatkan bahwa kegiatan usaha dapat berkembang sambil membawa dampak positif bagi kelompok dan lingkungan di sekitarnya.

Ragam manfaat itu terlihat, lain, melalui pelestarian budaya batik. Kegiatan produksi dan pengembangan produk batik membantu menjaga keterampilan serta pengetahuan budaya agar tetap hadir dalam kehidupan masyarakat. Usaha tersebut juga dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan dan penyandang disabilitas, dengan membuka kesempatan untuk terlibat dalam proses produksi maupun kegiatan ekonomi lainnya. Pada saat yang sama, permintaan terhadap produk turut menghadirkan peluang usaha bagi perajin lokal.

banner 325x300

Pengembangan UMKM menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya memperluas kegiatan usaha, tetapi juga membangun kemampuan pelaku agar dapat mengelola bisnis secara lebih kuat dan memperoleh manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Ketika usaha lokal tumbuh, kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi di sekitar pelaku usaha juga berpotensi berkembang. Karena itu, manfaat pembinaan dapat dirasakan lebih luas daripada oleh pemilik usaha saja.

Pembinaan Pertamina mencakup penguatan kapasitas bisnis sekaligus penciptaan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dukungan dapat dilakukan melalui pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan usaha, serta akses pasar agar produk memiliki kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas. Peningkatan daya saing juga menjadi bagian penting, sehingga UMKM dapat mengembangkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Pendekatan yang menggabungkan penguatan usaha dan kepedulian sosial ini membantu pelaku UMKM membangun bisnis yang lebih berdaya, sekaligus berkontribusi terhadap masyarakat dan perekonomian lokal secara berkelanjutan.

Di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Adhimas Batik tumbuh sebagai usaha keluarga yang menjaga keterampilan membatik sekaligus terus mencari cara baru untuk mengenalkan motif tradisional. Pemiliknya, Suyanto, telah memproduksi batik tulis selama lebih dari 30 tahun. Perjalanan panjang itu dibangun melalui ketekunan mengolah kain dan mempertahankan proses kerja yang membutuhkan ketelitian, mulai dari menggambar pola hingga menyelesaikan pewarnaan. Bagi Suyanto, batik bukan hanya produk, melainkan bagian dari tradisi yang dapat terus hidup apabila diwariskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memperluas pemanfaatan motif batik, Adhimas Batik mengembangkan beragam produk selain kain. Motifnya kini hadir pada topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, dan tumbler. Ragam barang tersebut memberi pilihan bagi konsumen sekaligus memperkenalkan corak batik melalui benda yang digunakan dalam berbagai kesempatan. Produksi juga melibatkan masyarakat sekitar, sehingga kegiatan usaha ini turut membuka ruang kerja di lingkungan desa. Di para pembatik yang terlibat terdapat warga penyandang disabilitas wicara, yang tetap berkarya dan menjalankan pekerjaan membatik. Keterlibatan ini menjadi bagian nyata dari proses produksi, bukan sekadar unsur pelengkap dalam cerita usaha.

Suyanto mengikuti pembinaan Pertamina sejak 2013. Melalui program tersebut, ia memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk mendukung pengembangan usaha, serta kesempatan mengikuti pameran. Salah satunya adalah Inacraft, ajang yang mempertemukan produk kerajinan dengan calon pembeli dan pelaku usaha. Keikutsertaan dalam pameran membantu Adhimas Batik memperluas jangkauan pemasaran dan membuka akses ke pasar mancanegara. Pengalaman itu memberi peluang bagi produk batik dari Bayat untuk dikenal lebih luas, sekaligus menambah kesempatan usaha berkembang. Perjalanan Adhimas Batik memperlihatkan bagaimana keterampilan tradisional dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan produk, dukungan pembinaan, dan pelibatan warga. Dengan demikian, usaha Suyanto tidak hanya merawat batik tulis, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya.

Didirikan Yayuk di Yogyakarta pada 2015, Joglo Ayu Tenan berkembang dari sebuah usaha menjadi ruang kreatif yang menghubungkan kegiatan berkarya dengan perhatian terhadap kesejahteraan mental dan emosional. Pendekatan ini dikenal sebagai creative wellbeing: kreativitas tidak hanya menghasilkan karya atau produk, tetapi juga membuka ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan membangun rasa percaya diri. Dengan demikian, aktivitas kreatif dapat memberi manfaat bagi pelakunya sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.

Ruang ini menjadi wadah kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, serta penyandang disabilitas. Mereka dapat bertemu, berbagi keterampilan, dan terlibat dalam kegiatan yang mengangkat budaya lokal. Berbagai aktivitas tersebut memungkinkan peserta mengembangkan gagasan menjadi produk atau pengalaman yang memiliki nilai. Keterlibatan beragam kelompok juga memperluas kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi dan sosial, termasuk bagi mereka yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses ruang kerja kreatif.

Budaya lokal menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan Joglo Ayu Tenan. Pengunjung dapat mengenal proses berkarya sekaligus menikmati pengalaman yang bertumpu pada kekayaan tradisi setempat. Kegiatan semacam ini berpotensi menciptakan peluang pendapatan bagi para pelaku, menarik minat wisatawan, dan mengundang masyarakat umum untuk datang. Perpaduan pengalaman budaya dan produk kreatif turut membantu memperkenalkan karya perajin kepada khalayak yang lebih luas.

Sejak 2018, Joglo Ayu Tenan mengikuti pembinaan Pertamina. Dukungan tersebut membantu usaha ini memperluas jejaring bisnis dan menjangkau pasar internasional. Jaringan yang lebih terbuka memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pembeli di luar negeri, di samping mengembangkan hubungan dengan mitra dan pelaku usaha lainnya. Kini, produk Joglo Ayu Tenan dipasarkan hingga Jepang, yang menjadi salah satu pasar ekspor utamanya. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana ruang kreatif berbasis budaya dapat menghubungkan pemberdayaan komunitas dengan pertumbuhan usaha. Bagi Yayuk dan para kolaboratornya, kegiatan berkarya tidak terpisah dari manfaat sosial: keterampilan dan identitas lokal memperoleh ruang, sementara produk memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih beragam.

Kraton Leather merupakan usaha kerajinan kulit yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo, yang akrab disapa Wawan, di Yogyakarta. Usaha ini berkembang dengan melibatkan puluhan perajin lokal dalam proses produksi. Keterlibatan tersebut memberi ruang bagi keterampilan setempat untuk terus digunakan sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Produk kulit yang dihasilkan mencerminkan keahlian dan ketekunan para perajin, sementara pertumbuhan usaha turut membuka peluang untuk memperluas manfaat ekonomi di lingkungan sekitar. Bagi Wawan, pengembangan Kraton Leather tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan dan memasarkan produk, tetapi juga dengan membangun hubungan kerja yang memberi ruang bagi para perajin untuk bertumbuh.

Pola kemitraan yang diterapkan Wawan menggabungkan kesempatan memperoleh penghasilan dengan transfer pengetahuan. Para perajin mendapatkan imbalan atas pekerjaan mereka, seraya mempelajari keterampilan dan proses yang dibutuhkan dalam usaha kerajinan kulit. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk memahami lebih jauh cara mengelola kegiatan produksi dan mengembangkan produk. Dengan demikian, kemitraan bukan semata-mata hubungan kerja untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini. Para perajin juga berkesempatan membangun kemampuan yang dapat dimanfaatkan pada masa mendatang, termasuk membuka jalan untuk menjadi pelaku usaha mandiri. Pendekatan ini memberi nilai tambah bagi para pekerja sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal.

Dukungan pembinaan Pertamina yang diterima Kraton Leather sejak 2021 membantu usaha ini memperluas promosi. Melalui kesempatan mengikuti pameran dan berbagai kegiatan pemasaran, produk Kraton Leather dapat diperkenalkan kepada lebih banyak calon pembeli dan mitra usaha. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberi ruang untuk menjangkau jaringan yang lebih luas, sekaligus membantu usaha memperkenalkan karakter produk kerajinan kulitnya.

Baca juga: Penyidikan Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP dan Perseroda

banner 325x300