Tuban | Pagi di sekitar pasar tradisional Tuban berjalan seperti biasanya. Deretan motor parkir tak beraturan, suara tawar-menawar terdengar dari lapak sayur, dan lalu lalang warga tak pernah benar-benar sepi. Di tengah suasana itu, beberapa anggota polisi lalu lintas berdiri di pinggir jalan sambil membawa selebaran kecil berisi informasi layanan kendaraan.
Seorang pengendara motor yang melintas tiba-tiba memperlambat lajunya. Ia menepi sebentar, mematikan mesin, lalu menghampiri petugas. Helm masih tergenggam di tangannya ketika ia mulai bertanya. Bukan soal tilang atau pelanggaran, melainkan masa berlaku SIM miliknya yang hampir habis.
Percakapan singkat itu rupanya menarik perhatian orang lain. Seorang pedagang yang baru saja meninggalkan lapaknya ikut mendekat. Ia tidak sedang memikirkan SIM, melainkan ingin tahu cara mengurus balik nama mobil bekas yang baru dibelinya. Tak lama berselang, warga lain ikut bergabung menanyakan pajak kendaraan yang belum sempat dibayar.
Obrolan di pinggir jalan itu perlahan berubah seperti ruang konsultasi kecil. Warga datang silih berganti, menyampaikan pertanyaan yang berbeda-beda. Ada yang sekadar memastikan syarat perpanjangan SIM, ada pula yang ingin memahami proses pengurusan dokumen kendaraan.
Situasi seperti inilah yang menjadi gambaran kegiatan Program Polantas Tuban Menyapa yang dijalankan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tuban. Melalui kegiatan tersebut, petugas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi mendatangi langsung tempat-tempat yang menjadi pusat aktivitas warga.
Pasar tradisional, kawasan permukiman, hingga ruang publik yang ramai menjadi titik kegiatan. Di lokasi-lokasi itu, petugas membuka ruang percakapan bagi siapa saja yang ingin memperoleh penjelasan mengenai administrasi kendaraan.
Tidak ada meja pelayanan, tidak pula sistem antrean. Polisi berdiri berdampingan dengan warga yang datang bergantian. Suasananya santai, terkadang diselingi canda ringan, namun tetap berisi penjelasan yang dibutuhkan masyarakat.
Dari berbagai pertanyaan yang muncul, topik mengenai Surat Izin Mengemudi (SIM) menjadi yang paling sering dibahas. Beberapa warga mengaku masih belum memahami tahapan pembuatan SIM baru.
Petugas kemudian menjelaskan secara langsung alur yang harus dilalui. Mulai dari persyaratan identitas, pemeriksaan kesehatan, hingga ujian teori dan praktik sebelum SIM dapat diterbitkan.
Selain pembuatan SIM baru, persoalan perpanjangan juga banyak ditanyakan. Sebagian pengendara mengaku sering lupa memeriksa masa berlaku SIM karena kesibukan sehari-hari.
Pembicaraan kemudian meluas ke dokumen kendaraan lainnya seperti STNK dan BPKB. Warga menanyakan berbagai hal, mulai dari pembayaran pajak tahunan, pengesahan lima tahunan, hingga prosedur balik nama kendaraan bekas.
Ada pula yang meminta penjelasan mengenai mutasi kendaraan antar daerah serta langkah yang harus ditempuh ketika dokumen kendaraan hilang.
Bagi sebagian warga, kesempatan bertanya langsung kepada petugas membuat informasi terasa lebih jelas. Selama ini mereka sering memperoleh penjelasan dari cerita orang lain atau dari media sosial yang belum tentu akurat.
Di sela pembahasan administrasi kendaraan, petugas juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. Penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor menjadi salah satu hal yang terus ditekankan.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu membawa dokumen kendaraan dan mematuhi rambu lalu lintas saat berada di jalan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kondisi lalu lintas di lingkungan mereka. Beberapa menyinggung jalan rusak di sejumlah titik, sementara yang lain mengeluhkan minimnya penerangan serta rambu lalu lintas.
Masukan-masukan itu dicatat oleh petugas sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan lalu lintas di wilayah Tuban.
Suasana kegiatan terasa jauh dari kesan formal seperti di kantor pelayanan. Warga dapat berbicara dengan polisi tanpa rasa canggung. Bahkan ada yang berdiskusi cukup lama mengenai persoalan kendaraan yang mereka hadapi.
Pendekatan langsung seperti ini membuat masyarakat tidak perlu meninggalkan aktivitasnya terlalu lama hanya untuk mencari informasi.
Di beberapa titik kegiatan, cukup banyak pengendara yang sengaja berhenti sejenak untuk memastikan syarat perpanjangan SIM atau menanyakan prosedur pengurusan STNK dan BPKB.
Melalui Program Polantas Tuban Menyapa, Satlantas Polres Tuban berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan sekaligus lebih disiplin saat berkendara di jalan.
Dengan menghadirkan layanan di tengah aktivitas warga, jarak antara polisi dan masyarakat pun terasa semakin dekat. Bagi sebagian warga Tuban, cara seperti ini dinilai lebih praktis untuk mendapatkan informasi tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.













