PROBOLINGGO – Pemerintah bersama unsur TNI, Polri dan sejumlah instansi terkait memfinalisasi persiapan pembatasan serta rekayasa lalu lintas di ruas jalan Tongas–Lumbang–Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/5/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan menuju kawasan wisata Gunung Bromo.
Rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Balai UPT PJJ Kota Probolinggo itu dipimpin oleh Komandan Koramil 0820/09 Lumbang, Kapten Inf Joni Indra, bersama pihak terkait dari unsur TNI/Polri, Kementerian Perhubungan hingga Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya pembatasan kendaraan angkutan barang dengan muatan minimal 20 ton, penyekatan ruas jalan Tongas–Lumbang–Sukapura, pengalihan kendaraan bermuatan barang maupun kendaraan umum, serta pemasangan rambu dan petunjuk jalur alternatif.
“Pelaksanaan penutupan dan penyekatan jalan dilaksanakan mulai Rabu, 13 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Rakor ini memastikan kesiapan sarana dan prasarana serta memperkuat sinergi antarinstansi agar lalu lintas berjalan aman dan lancar,” kata Kapten Inf Joni Indra.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas tersebut menjadi langkah penting mengingat jalur Tongas–Lumbang–Sukapura merupakan salah satu akses utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo yang setiap tahun dipadati kendaraan wisatawan maupun angkutan logistik.
Ia menegaskan, rapat koordinasi finalisasi ini tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan mitigasi potensi kemacetan di jalur rawan kepadatan.
“Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk finalisasi teknis rekayasa lalu lintas, pemetaan titik rawan kemacetan, peningkatan keselamatan serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kapten Inf Joni Indra menambahkan, tahap finalisasi tersebut menjadi bagian penting sebelum kebijakan diterapkan di lapangan agar seluruh skenario pengaturan lalu lintas benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di wilayah Tongas, Lumbang hingga Sukapura.
Pihaknya berharap, penerapan pembatasan dan rekayasa lalu lintas itu dapat meminimalisasi risiko kecelakaan maupun kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase berat, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang melintas menuju kawasan Bromo. (Bambang/Pendim0820)









Respon (1)