Jakarta | Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026) sore. Aksi yang hanya diikuti sekitar 15 orang tersebut berlangsung singkat namun diwarnai penyampaian tuntutan yang langsung mengarah pada isu kepemimpinan lembaga.
Sejak pukul 14.05 WIB, kelompok massa mulai berdatangan dan langsung menempati area depan gedung BGN. Tanpa banyak jeda, mereka segera membentangkan spanduk serta mengaktifkan pengeras suara untuk menyuarakan penolakan terhadap sosok Nanik S. Deyang yang disebut dalam tuntutan mereka sebagai figur yang tidak layak menjabat sebagai Kepala BGN RI.
Kehadiran massa dipimpin oleh Pj. M. Tahtawi Letsoin. Dalam aksi tersebut, peserta membawa sejumlah poster dan spanduk dengan narasi keras yang secara terbuka menolak pengangkatan Nanik S. Deyang. Tulisan di dalamnya antara lain menyerukan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan tanpa keterlibatan figur tersebut, bahkan sebagian spanduk menyebutnya sebagai pihak yang dianggap merusak program.
Di lokasi, orasi bergantian dilakukan dengan nada tinggi namun tetap dalam format aksi damai. Massa menilai bahwa jabatan Kepala BGN seharusnya diisi oleh sosok yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang gizi, mengingat program MBG berkaitan langsung dengan kualitas pangan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam penyampaian orasinya, peserta aksi juga menyinggung proses pemeriksaan yang dikaitkan dengan nama Nanik S. Deyang. Mereka menilai bahwa seseorang yang masih memiliki catatan dalam proses pemeriksaan tidak tepat untuk menduduki posisi strategis di lembaga yang mengelola program nasional berskala besar seperti BGN.
Lebih jauh, massa menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu agenda pemerintah seharusnya dijalankan secara profesional dan berbasis kompetensi. Mereka mengingatkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan program pangan dapat berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat luas, sehingga diperlukan kepemimpinan yang benar-benar memahami aspek teknis dan ilmiah di bidang gizi.
Beberapa orator juga menyuarakan desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap pengangkatan pejabat di lingkungan BGN. Mereka menilai bahwa jabatan strategis tidak boleh diisi berdasarkan pertimbangan non-teknis, melainkan harus mengedepankan kompetensi dan keahlian sesuai kebutuhan lembaga.
Suasana aksi sempat menjadi perhatian pegawai dan masyarakat yang melintas di sekitar Jalan Kebon Sirih, meski jumlah peserta relatif terbatas. Pengeras suara yang digunakan membuat isi orasi terdengar cukup jelas di area sekitar gedung, terutama terkait tuntutan pencopotan pejabat yang mereka soroti.
Dalam salah satu orasi, massa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu tersebut hingga ada perubahan kebijakan. Mereka menyebut tidak akan berhenti menyuarakan penolakan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Aksi ini disebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan program MBG agar tetap berjalan sesuai tujuan awalnya.
Massa juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penempatan jabatan publik. Menurut mereka, publik berhak mengetahui latar belakang serta kompetensi pejabat yang memimpin lembaga strategis, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat seperti pangan dan gizi.
Sekitar pukul 14.25 WIB, setelah menyampaikan seluruh orasi dan tuntutan, massa mulai mengakhiri aksinya. Tidak terjadi peningkatan eskalasi maupun gesekan dengan aparat di lokasi. Kegiatan berlangsung dalam pengawasan petugas keamanan yang berjaga di sekitar Kantor BGN untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Usai aksi dinyatakan selesai, peserta kemudian membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan lokasi menuju kediaman masing-masing. Arus lalu lintas di kawasan Menteng yang sempat sedikit tersendat akibat keberadaan massa kembali normal dalam waktu singkat.
Secara keseluruhan, aksi Koalisi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis di Kantor BGN berlangsung singkat dengan jumlah peserta terbatas, namun membawa isu yang cukup sensitif terkait kepemimpinan lembaga dan arah pelaksanaan program nasional. Meski demikian, kegiatan tersebut berakhir tanpa insiden dan situasi tetap terpantau aman serta terkendali.
Pewarta: Abdul Latif
- Mediasi di Bank Jatim, Warga Surat Ijo Pertanyakan Aliran Dana Retribusi IPT
- PN Jakarta Timur Jadi Lokasi Aksi ARM, Massa Sampaikan Tuntutan Politik
- <a href="https://kupasberita.net/soroti-anggaran-apbn-famit-desak-evaluasi-bws-maluku-dan-ppk-<a href="https://kupasberita.net/wakil-presiden-lsm-lira-proyek-strategis-nasional-harus-bebas-dari-dugaan-penyimpangan-spesifikasi-material/”>proyek/”>Soroti Anggaran APBN, FAMIT Desak Evaluasi BWS Maluku dan PPK Proyek














Respon (6)