Malang | Dewa United Banten FC menelan kekalahan telak 0-4 dari Arema FC dalam pertandingan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Minggu, 25 Oktober. Hasil ini menjadi kekalahan pertama Dewa United pada awal musim sekaligus mengakhiri catatan tak terkalahkan yang sebelumnya mereka jaga. Selisih empat gol membuat laga tersebut menjadi pukulan besar bagi tim yang datang dengan modal konsistensi. Di hadapan pendukung tuan rumah, Arema mampu mengamankan kemenangan meyakinkan, sementara Dewa United harus menerima hasil yang jauh dari harapan.
Kekalahan itu bukan sekadar kehilangan poin dalam persaingan liga. Catatan tanpa kekalahan yang terhenti juga menandai perubahan penting dalam perjalanan awal musim Dewa United. Sebelumnya, hasil-hasil yang mereka raih menjaga kepercayaan diri dan memberi gambaran bahwa tim mampu bersaing secara stabil. Namun, skor 0-4 di Kanjuruhan menunjukkan bahwa konsistensi tersebut mendapat ujian serius. Bagi tim, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk menilai kembali penampilan, menjaga fokus, dan memperbaiki aspek permainan sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Besarnya skor akhir turut menjadikan kekalahan ini sebagai peringatan bagi Dewa United. Dalam kompetisi yang berlangsung panjang, satu hasil buruk tidak serta-merta menentukan keseluruhan musim, tetapi cara tim meresponsnya dapat berpengaruh terhadap langkah selanjutnya. Dewa United perlu menjadikan pertandingan melawan Arema sebagai kesempatan untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu dibenahi, tanpa mengabaikan pencapaian yang sudah dibangun pada pekan-pekan sebelumnya. Tantangan berikutnya adalah mengembalikan ketenangan dan kepercayaan diri, lalu menunjukkan respons yang lebih baik di lapangan. Bagi Arema, kemenangan besar ini menjadi hasil penting di kandang. Bagi Dewa United, malam di Kanjuruhan akan dikenang sebagai titik ketika rekor tak terkalahkan mereka berakhir dan sebagai pengingat bahwa setiap pertandingan menuntut kesiapan penuh.
Dewa United sempat menunjukkan kendali permainan pada awal pertandingan saat menghadapi Arema. Tim asuhan Osmar Loss berusaha menguasai bola dan membangun serangan dengan sabar, sementara tuan rumah menunggu kesempatan untuk menyerang. Namun, penguasaan tersebut belum cukup menghasilkan peluang berbahaya secara konsisten. Arema justru tampil efektif ketika mendapat ruang di area pertahanan lawan. Perbedaan dalam memanfaatkan peluang kemudian menjadi faktor penting yang mengubah jalannya laga. Dewa United kesulitan menjaga keseimbangan setelah kebobolan, sedangkan Arema semakin leluasa melancarkan serangan. Skor akhirnya berkembang cepat hingga menegaskan dominasi tuan rumah, meskipun Dewa United sempat mengawali pertandingan dengan cukup baik.
Arema membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Careca. Gol tersebut memberi tuan rumah momentum dan membuat Dewa United harus mengejar ketertinggalan. Setelah turun minum, Careca kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-52, sekaligus memperlebar jarak menjadi 2-0. Dewa United belum mampu meredam tekanan yang dilancarkan Arema, terutama ketika serangan tuan rumah bergerak cepat menuju sepertiga akhir lapangan. Pada menit ke-65, Oluwasegun Samuel Otusanya menambah gol ketiga bagi Arema. Keunggulan tersebut semakin menyulitkan tim tamu untuk kembali bersaing. Walau sempat mencoba memperbaiki keadaan, Dewa United tidak berhasil mengubah tekanan menjadi gol balasan.
Arema tetap mencari peluang hingga penghujung pertandingan, sementara Dewa United berupaya membatasi kerugian dan mempertahankan organisasi pertahanan. Upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Pada menit ke-90+4, Julian Guevara mencetak gol keempat Arema dan memastikan skor akhir 4-0. Rangkaian gol tersebut memperlihatkan efektivitas serangan tuan rumah: Careca menyelesaikan dua peluang pada babak berbeda, Otusanya memperkuat keunggulan, lalu Guevara menutup pertandingan di masa tambahan waktu. Sebaliknya, Dewa United gagal mengimbangi ketajaman lawan meskipun sempat mengontrol permainan pada fase awal. Kekalahan telak ini menjadi gambaran bahwa penguasaan bola saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang baik dan pertahanan yang mampu merespons serangan secara disiplin. Osmar Loss dan para pemainnya perlu menilai kembali cara tim menjaga ruang serta mengantisipasi transisi Arema.
Winger Dewa United, Noah Sadaoui, tidak menutupi kekecewaannya setelah timnya kalah telak 0-4 dari Arema. Pemain asal Maroko itu menilai hasil pertandingan tersebut sulit diterima, terlebih Dewa United memasuki laga dengan keyakinan terhadap kemampuan skuad. Namun, skor akhir menunjukkan bahwa performa tim belum sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Noah menyampaikan bahwa hasil di lapangan sudah cukup menggambarkan jalannya pertandingan. Ia mengacu pada penilaian pelatih dan menegaskan bahwa kekalahan itu menjadi pukulan bagi seluruh tim. “Seperti yang disampaikan pelatih, skor akhir sudah menjelaskan segalanya. Tentu kami sangat-sangat kecewa dengan hasil ini, karena kami tahu betul kapasitas dan potensi yang dimiliki tim ini.”
Pernyataan tersebut mencerminkan jarak ekspektasi Dewa United dan kenyataan yang mereka hadapi saat melawan Arema. Kepercayaan diri sebelum pertandingan muncul karena para pemain memahami kualitas serta kemampuan kolektif tim. Meski demikian, keyakinan itu tidak cukup untuk mengubah hasil ketika penampilan di lapangan berujung pada kekalahan dengan selisih empat gol.
Bagi Noah, kekalahan ini dapat menjadi pengingat bahwa potensi saja tidak menjamin hasil positif. Dewa United perlu menilai kembali hal-hal yang membuat mereka gagal menampilkan kapasitas terbaik dalam laga tersebut. Skor 0-4 memberi gambaran tegas tentang hasil yang harus diterima, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi tim. Kekecewaan yang disampaikan Noah juga memperlihatkan bahwa para pemain menyadari standar yang ingin mereka capai. Selanjutnya, mereka perlu menjadikan hasil ini sebagai dorongan untuk memperbaiki penampilan dan membuktikan bahwa kepercayaan terhadap potensi skuad dapat diterjemahkan menjadi performa yang lebih baik.Kekalahan telak 0-4 dari Arema menjadi hasil yang mengecewakan bagi Dewa United. Namun, Noah Sadaoui memandang pertandingan tersebut bukan hanya sebagai kegagalan, melainkan juga kesempatan bagi tim untuk menyadari hal-hal yang perlu dibenahi. Menurutnya, hasil buruk dapat menjadi pengingat agar para pemain tidak cepat merasa puas dan tetap menjaga konsistensi dalam menjalani proses.
Sadaoui menilai tim perlu menjadikan kekalahan ini sebagai alarm untuk kembali berpegang pada jalur yang benar. Ia menyampaikan, “Kadang-kadang pertandingan seperti ini memang perlu terjadi. Ini menjadi alarm dan peringatan bagi kami untuk tetap berada di jalur yang benar. Hal ini memaksa kami untuk mengevaluasi diri.” Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menerima hasil pertandingan dengan sikap terbuka, sekaligus tidak membiarkan satu hasil membuat tim kehilangan arah.
Evaluasi menjadi langkah penting setelah Dewa United gagal memperoleh hasil yang diharapkan. Pemain dan tim perlu meninjau penampilan mereka, mengenali kekurangan, serta memahami bagian-bagian yang perlu ditingkatkan. Sikap tersebut dapat membantu mereka mengambil pelajaran dari pertandingan dan menghindari rasa puas diri. Bagi Sadaoui, menjaga fokus dan terus bekerja keras merupakan bagian dari upaya untuk kembali tampil lebih baik.
Setelah kekalahan ini, perhatian Dewa United beralih pada pertandingan berikutnya. Persiapan menuju laga tersebut perlu disertai evaluasi yang jujur dan kerja keras dalam latihan, sehingga kekurangan yang terlihat dapat diperbaiki. Dengan tetap berada di jalur yang benar, meningkatkan disiplin, dan menjalani latihan secara serius, tim diharapkan dapat merespons hasil ini secara positif. Kekalahan dari Arema pun dapat menjadi dorongan bagi Dewa United untuk belajar, memperbaiki diri, dan menghadapi tantangan selanjutnya dengan kesiapan yang lebih baik.












