Bogor | Tiga perempuan yang tergabung dalam rombongan wisatawan asal Bogor tertabrak sebuah pikap Mitsubishi L300 di kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Satu orang meninggal dunia, sementara dua perempuan lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di Jalan Dieng–Wonosobo, tepat di depan Masjid Baitur Rahman, Dusun Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar. Peristiwa itu terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Informasi awal menyebut ketiga korban sedang menyeberang ketika tertabrak kendaraan tersebut. Lokasi kejadian berada di jalur yang menghubungkan kawasan Dieng dengan Wonosobo dan berdekatan dengan masjid di Dusun Dieng Wetan. Rekaman kamera pengawas menjadi salah satu dokumentasi yang memperlihatkan kejadian pada malam itu. Namun, rincian mengenai urutan peristiwa sebelum tabrakan maupun kondisi lalu lintas saat kejadian belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Akibat kecelakaan itu, satu wisatawan dilaporkan meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka. Ketiganya diketahui merupakan perempuan dalam satu rombongan yang berasal dari Bogor. Pikap yang terlibat adalah Mitsubishi L300. Peristiwa pada malam hari tersebut berlangsung di kawasan Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Informasi mengenai kejadian ini menyoroti risiko ketika wisatawan menyeberangi jalan di kawasan tujuan wisata, terutama pada malam hari. Detail lebih lanjut, termasuk identitas para korban, kondisi mereka setelah kejadian, serta tindak lanjut penanganan kecelakaan, tidak tercantum dalam keterangan yang menjadi dasar laporan ini.
Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, kecelakaan bermula ketika tiga korban baru turun dari mikrobus yang membawa rombongan wisatawan. Mereka kemudian hendak menyeberang jalan. Pada saat bersamaan, sebuah pikap dengan nomor polisi R-8967-FM melintas di ruas tersebut dari arah Dieng Wetan menuju Kabupaten Wonosobo. Kendaraan dan para korban berada di jalur yang sama, sehingga peristiwa berlangsung ketika mereka tengah menyeberang.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Wonosobo, Ipda Rizqi Nursyeha, menyampaikan bahwa polisi menduga pengemudi pikap kurang berkonsentrasi saat melintas. Dalam dugaan awal itu, kondisi tersebut membuat pengemudi tidak sempat menghindari para korban, sehingga tabrakan tidak terhindarkan. Keterangan tersebut menggambarkan sementara bagaimana kecelakaan terjadi menurut pemeriksaan yang telah dilakukan petugas, bukan kesimpulan final mengenai penyebabnya.
Polisi masih menangani dugaan kurangnya konsentrasi tersebut sebagai bagian dari penyelidikan. Karena itu, faktor tersebut belum dapat dinyatakan sebagai hasil akhir pemeriksaan. Petugas perlu menelaah keterangan para pihak, kondisi di lokasi, serta informasi lain yang berkaitan dengan kejadian sebelum menetapkan rangkaian peristiwa secara lebih pasti. Kronologi awal ini dapat berubah atau dilengkapi seiring proses penanganan berlangsung.
Peristiwa tersebut melibatkan tiga orang yang baru turun dari mikrobus rombongan dan pikap yang melintas di jalan menuju Wonosobo. Informasi awal mengenai arah perjalanan kendaraan dan aktivitas para korban menjadi bagian penting untuk memahami kejadian, tetapi belum menjawab seluruh hal yang masih diperiksa. Polisi masih mendalami keadaan ketika penyeberangan berlangsung serta respons pengemudi saat mendekati lokasi. Dengan demikian, penyebab kecelakaan perlu merujuk pada hasil penyelidikan resmi, bukan hanya dugaan sementara yang disampaikan pada tahap pemeriksaan awal. Hingga proses tersebut selesai, keterangan mengenai kurangnya konsentrasi pengemudi tetap harus dipahami sebagai dugaan polisi, bukan kepastian.Korban meninggal dalam kecelakaan pikap di kawasan Dieng diketahui bernama Sainih, berusia 71 tahun. Ia merupakan wisatawan asal Bogor, Jawa Barat. Sainih sempat dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Informasi mengenai identitas dan kondisi korban menjadi bagian dari penanganan setelah kecelakaan tersebut, yang juga melibatkan dua penumpang lainnya.
Dua korban lain, Nuryanah, 51 tahun, dan Dedeh, 64 tahun, mengalami luka-luka akibat insiden itu. Keduanya kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Dengan demikian, penanganan korban mencakup evakuasi dan rujukan medis bagi mereka yang terluka, sementara Sainih tidak dapat diselamatkan dalam perjalanan ke rumah sakit. Tidak disebutkan secara terperinci jenis luka yang dialami Nuryanah maupun Dedeh.
Setelah proses penanganan selesai, jenazah Sainih diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga kemudian membawa jenazah ke rumah duka di Bogor, Jawa Barat, untuk menjalani proses selanjutnya. Penyerahan tersebut memungkinkan keluarga mengurus kepulangan dan pemakaman korban di daerah asalnya. Sainih diketahui sebagai salah satu wisatawan yang berada dalam pikap saat kecelakaan terjadi.
Pengemudi pikap diketahui bernama Achmad Iqbal Arrsyid, berusia 19 tahun. Ia tercatat sebagai warga Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Setelah kecelakaan, pengemudi diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari proses penanganan oleh pihak berwenang untuk mengumpulkan keterangan terkait peristiwa dan mengetahui rangkaian kejadian. Hingga pemeriksaan dilakukan, informasi yang tersedia menyebutkan bahwa Achmad telah diamankan, tanpa merinci hasil pemeriksaan ataupun penetapan penyebab kecelakaan. Data mengenai para korban dan pengemudi disampaikan dalam rangka menjelaskan penanganan setelah insiden, termasuk rujukan bagi korban luka, penyerahan jenazah kepada keluarga, serta pemeriksaan terhadap pengemudi pikap.
Polisi masih memeriksa pengemudi pikap yang terlibat dalam kecelakaan di kawasan Dieng. Pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai rangkaian kejadian, kondisi kendaraan, serta situasi sebelum tabrakan terjadi. Selain meminta penjelasan pengemudi, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap kecelakaan tersebut. Langkah ini diperlukan agar penyebab kejadian dapat ditentukan berdasarkan keterangan dan hasil pemeriksaan, bukan dugaan semata. Hingga proses itu selesai, polisi belum menetapkan faktor tertentu sebagai penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan seorang wisatawan asal Bogor.
Salah satu hal yang turut didalami ialah dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang saat berkendara. Dugaan tersebut masih perlu diuji melalui pemeriksaan dan tidak dapat dipastikan sebelum hasilnya tersedia. Ipda Rizqi menyampaikan bahwa hasil tes terhadap pengemudi, bersama analisis mengenai faktor penyebab kecelakaan, akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. Polisi masih mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk menilai seluruh kemungkinan secara cermat. Karena itu, perkembangan terkait hasil tes maupun penjelasan lebih lengkap mengenai penyebab insiden baru akan diketahui setelah pemeriksaan dan analisis penyidik rampung.
Di sisi lain, kondisi kendaraan juga menjadi bagian dari penyidikan. Pikap tersebut diketahui tidak membawa muatan ketika kecelakaan terjadi. Benturan mengakibatkan kerusakan pada bagian bumper depan, sementara lampu sein kanan telah disita sebagai barang bukti. Komponen itu akan diperiksa dalam rangkaian penyidikan di Unit Lakalantas Mendolo bersama keterangan dan informasi lain yang berkaitan dengan kejadian. Pemeriksaan terhadap kendaraan dan barang bukti diharapkan membantu penyidik memahami kondisi pikap serta rangkaian peristiwa secara lebih lengkap. Sampai seluruh pemeriksaan, tes, dan analisis selesai, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki oleh polisi.
Baca juga: Tim SAR Terus Berjuang Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal | Investasi Keselamatan Pelayaran: Evaluasi Setelah Kecelakaan KMP Virgo Transport 8












