Kota Milan | Inter Milan dan AC Milan mengumumkan rencana Generali Stadium sebagai calon markas baru bagi kedua klub. Pengumuman desain stadion tersebut disampaikan dalam sebuah acara di Castello Sforzesco, Milan, pada Kamis (29/10) waktu setempat. Kehadiran dua klub dalam pengumuman bersama menegaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai langkah besar bagi sepak bola kota Milan, bukan sekadar pembangunan arena pertandingan baru. Generali Stadium diproyeksikan menampung sekitar 71.500 penonton, sehingga kapasitasnya tetap memungkinkan banyak pendukung hadir untuk menyaksikan laga kedua tim.
Dalam memperkenalkan rancangan itu, Inter dan Milan menekankan hubungan masa lalu dan masa depan. Keduanya menggambarkan proyek tersebut sebagai upaya membawa semangat San Siro ke era baru, sekaligus menciptakan ikon yang mencerminkan identitas kota. San Siro telah lama menjadi bagian penting dari pengalaman sepak bola Milan, tempat berlangsungnya pertandingan besar dan terciptanya kenangan bagi para pendukung. Karena itu, gagasan stadion baru tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga dengan cara mempertahankan nilai emosional yang melekat pada kandang lama kedua klub.
Generali Stadium diharapkan menjadi ruang modern untuk menyelenggarakan pertandingan dan menyambut para penggemar, dengan skala yang sesuai bagi dua klub besar. Meski demikian, pengumuman desain merupakan bagian dari rencana yang lebih luas; rincian mengenai pelaksanaan dan tahapan proyek tidak perlu disamakan dengan kepastian bahwa stadion sudah berdiri atau siap digunakan. Untuk saat ini, sorotan utama tertuju pada visi bersama yang diperkenalkan di Milan: menghadirkan rumah baru bagi Inter dan AC Milan tanpa memutus keterikatan dengan warisan San Siro. Dengan kapasitas sekitar 71.500 penonton dan ambisi menjadi ikon kota, rancangan tersebut menandai arah baru yang ingin ditempuh kedua klub. Pengumuman ini juga membuka ruang bagi publik untuk membayangkan bagaimana tradisi sepak bola Milan dapat diteruskan dalam lingkungan stadion yang dirancang untuk generasi berikutnya, sambil tetap menghormati atmosfer yang telah lama melekat pada pertandingan di San Siro.
Rancangan stadion baru ini dikembangkan oleh Foster + Partners dan Manica melalui kolaborasi Norman Foster dengan David Manica. Keduanya menggabungkan pendekatan arsitektur kontemporer dengan perhatian pada identitas kota dan pengalaman pertandingan. Bentuk bangunan dirancang agar mudah dikenali, tetapi tetap terasa berakar pada Milan. Inspirasi dari karakter arsitektur setempat, termasuk Katedral Duomo, diterjemahkan ke dalam komposisi struktur dan atap yang khas. Hasilnya diharapkan menjadi stadion modern yang memiliki hubungan visual dengan lingkungan serta sejarah kota.
Salah satu ciri utama desainnya adalah struktur luar berbentuk X yang menopang atap melengkung ganda. Rangka tersebut bukan sekadar elemen penyangga, melainkan bagian penting dari ekspresi arsitektur stadion. Garis-garisnya memberi kesan dinamis dan membantu membingkai massa bangunan, sementara atap dirancang menaungi area penonton dan lapangan. Pendekatan ini menyatukan fungsi konstruksi dengan tampilan yang terinspirasi dari bentuk-bentuk arsitektur Milan. Perpaduan itu juga memberi stadion siluet yang berbeda dari San Siro, tanpa mengabaikan warisan yang melekat pada tempat tersebut.
Meski tampil sebagai markas baru, stadion dirancang untuk mempertahankan atmosfer khas San Siro. Identitas masing-masing klub tercermin dalam penempatan pendukung: Curva Nord berada di belakang salah satu gawang untuk para tifosi Inter, sedangkan Curva Sud menjadi area bagi pendukung AC Milan. Pembagian ini mempertahankan tradisi tribun yang telah lama menjadi bagian dari budaya sepak bola kota. Kedua tribun akan memiliki kemiringan hingga 37 derajat, sehingga penonton dapat berada lebih dekat dengan lapangan dan ikut membangun suasana yang intens selama pertandingan.
Susunan stadion mencakup dua tingkat tribun yang mengelilingi lapangan, dengan rancangan sudut pandang luas agar pertandingan terlihat jelas dari berbagai bagian. Kenyamanan tidak hanya ditentukan oleh jarak dan visibilitas; desain juga memasukkan panel surya, ventilasi alami, serta pengaturan akustik. Panel surya mendukung upaya efisiensi energi, sementara aliran udara alami membantu mengelola kondisi ruang. Tata akustik dirancang untuk memperkuat suara dan energi para pendukung di dalam stadion. Secara keseluruhan, rancangan tersebut berupaya menyeimbangkan identitas klub, pengalaman penonton, dan tuntutan fasilitas olahraga masa kini.
Bagi Inter Milan dan AC Milan, pembangunan Generali Stadium dipandang sebagai investasi jangka panjang yang melampaui kebutuhan akan stadion baru. Kedua klub menempatkan proyek ini sebagai kontribusi bagi masa depan sepak bola sekaligus bagian dari pengembangan perkotaan Milan. Mereka menginginkan sebuah tempat yang dapat menjadi rumah bagi generasi suporter berikutnya, dengan fasilitas yang mendukung pengalaman pertandingan dan kehidupan publik di sekitarnya. Dengan demikian, nilai proyek tidak hanya diukur dari aktivitas pada hari pertandingan, tetapi juga dari manfaatnya bagi kota dan masyarakat dalam jangka panjang.
Nama Generali Stadium berasal dari kerja sama hak penamaan dengan Generali, perusahaan asal Italia yang bergerak di bidang asuransi dan pengelolaan aset. Klub menyebut kesepakatan tersebut sebagai salah satu kerja sama hak penamaan stadion terbesar dalam olahraga dunia. Namun, nilai finansial kontrak tidak diungkapkan kepada publik. Kemitraan ini memberikan identitas komersial bagi stadion sekaligus menghubungkan proyek dengan perusahaan yang memiliki akar di Italia. Meski rincian nilainya tidak tersedia, pengumuman itu menandai peran penting kerja sama korporasi dalam mendukung pembangunan dan pengoperasian fasilitas olahraga berskala besar.
Stadion direncanakan menjadi bagian dari revitalisasi kawasan San Siro dengan luas sekitar 281.000 meter persegi. Rencana kawasan tersebut mencakup ruang publik, area hijau, fasilitas rekreasi, serta area komersial yang ditujukan agar dapat dimanfaatkan masyarakat sepanjang tahun, bukan hanya ketika pertandingan berlangsung. Pendekatan ini berupaya menghidupkan lingkungan sekitar dan memperluas fungsi kawasan sebagai tujuan perkotaan. Selain menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola, stadion juga dirancang untuk menyelenggarakan konser dan kegiatan olahraga, budaya, serta hiburan berskala besar. Penggunaan beragam itu diharapkan menjaga kawasan tetap aktif, mempertemukan warga dan pengunjung, serta mendukung hubungan klub, suporter, dan kota Milan.
Perjalanan menuju stadion baru bagi Inter Milan dan AC Milan memasuki tahap penting pada 2025, ketika kedua klub mencapai kesepakatan dengan pemerintah kota Milan terkait pengembangan kawasan San Siro. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi pembahasan mengenai masa depan area yang selama ini menjadi rumah bagi dua klub besar kota itu. Namun, kesepakatan awal tidak berarti seluruh tahapan proyek telah selesai atau jadwal pelaksanaannya sudah pasti. Berbagai aspek teknis, administratif, dan perizinan masih perlu dituntaskan sebelum pembangunan dapat dimulai.
Setelah tercapainya kesepakatan, klub-klub dan pemerintah kota melanjutkan pekerjaan perencanaan serta perancangan stadion dan kawasan di sekitarnya. Tahap ini mencakup penyusunan rancangan yang lebih rinci, penilaian kebutuhan infrastruktur, dan koordinasi dengan pihak terkait. Selain stadion, pengembangan kawasan San Siro juga perlu dipertimbangkan secara menyeluruh agar fasilitas baru dapat terhubung dengan lingkungan sekitar. Proses perencanaan dapat mengalami penyesuaian apabila hasil kajian atau persyaratan resmi mengharuskan perubahan terhadap desain maupun rencana pembangunan.
Berdasarkan sasaran yang telah disampaikan, pembangunan stadion ditargetkan dimulai pada 2028. Sebelum pekerjaan konstruksi berjalan, proyek tetap harus memperoleh perizinan yang diperlukan serta memenuhi ketentuan yang berlaku. Karena itu, tahun tersebut sebaiknya dipahami sebagai target, bukan tanggal mulai yang sudah terjamin. Kecepatan penyelesaian tahapan persetujuan dan persiapan teknis akan berpengaruh pada kemampuan proyek mempertahankan jadwal. Apabila proses berjalan sesuai rencana, stadion baru diharapkan dapat menggelar pertandingan pertamanya pada musim 2031/2032.
Target penggunaan tersebut.









