Jakarta | Partai Hanura menyiapkan pendekatan yang lebih terukur untuk memperkuat daya saing dan menghadapi Pemilu 2029. Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan bahwa ilmu pengetahuan, hasil survei, dan masukan konsultan akan menjadi bagian dari proses penyusunan strategi. Dengan dukungan berbagai sumber tersebut, partai ingin memahami kondisi organisasi dan peta elektoral secara lebih cermat, bukan hanya mengandalkan intuisi atau kebiasaan lama.
Rio Capella menegaskan bahwa pengelolaan organisasi maupun strategi elektoral ke depan akan didasarkan pada perhitungan, bukan perkiraan semata. Pernyataan itu disampaikan setelah konsolidasi bersama pengurus DPD, DPC, serta anggota DPRD Hanura se-Sulawesi Barat di Mamuju pada Sabtu (24/10). Keterangan tersebut kemudian disampaikan di Jakarta pada Minggu. Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk menyelaraskan pandangan jajaran partai sekaligus membahas kebutuhan dalam mempersiapkan kerja politik jangka panjang.
Pendekatan berbasis data dapat membantu partai mengidentifikasi kekuatan dan tantangan di tiap wilayah. Survei, misalnya, dapat memberikan gambaran mengenai dukungan masyarakat, isu yang dinilai penting, serta perubahan preferensi pemilih. Sementara itu, ilmu pengetahuan dan analisis konsultan dapat membantu menafsirkan temuan tersebut dan merumuskan pilihan tindakan yang relevan. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas, mengalokasikan sumber daya, dan mengevaluasi kegiatan organisasi secara berkala.
Rencana tersebut juga menuntut keterlibatan pengurus dari berbagai tingkatan. Informasi lapangan dari DPD dan DPC dapat melengkapi hasil pengukuran, sedangkan anggota DPRD dapat menyampaikan dinamika yang mereka temui di tengah masyarakat. Dengan menggabungkan pengalaman lokal dan analisis yang sistematis, Hanura berupaya menyusun strategi yang lebih sesuai dengan kebutuhan tiap daerah. Perencanaan yang terukur tidak menjamin hasil pemilu tertentu, tetapi dapat membuat keputusan lebih terarah dan proses persiapan lebih konsisten. Menjelang 2029, evaluasi berkala akan penting agar strategi dapat disesuaikan dengan perkembangan politik dan aspirasi pemilih.Survei menjadi salah satu landasan penting bagi Hanura dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Pemetaan berbasis data dapat membantu partai memahami potensi suara di setiap daerah pemilihan (dapil), sekaligus mengenali kondisi politik dan kebutuhan masyarakat setempat. Dengan informasi tersebut, langkah yang diambil tidak hanya bertumpu pada perkiraan, tetapi dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah.
Hasil survei juga dapat memberi gambaran mengenai tingkat pengenalan terhadap partai dan kandidat, kecenderungan pemilih, serta isu yang mendapat perhatian di daerah. Informasi semacam ini berguna untuk menentukan prioritas kerja, merancang komunikasi yang relevan, dan mengarahkan sumber daya secara lebih terukur. Setiap dapil memiliki dinamika berbeda, sehingga pendekatan yang efektif di satu wilayah belum tentu sesuai untuk wilayah lain. Karena itu, pemetaan perlu dilakukan secara menyeluruh dan menjadi bahan evaluasi berkala, bukan sekadar kegiatan menjelang pemungutan suara.
Hanura berencana melakukan survei di sejumlah dapil, termasuk di Sulawesi Barat. Langkah ini ditujukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peluang dan tantangan di daerah tersebut. Data yang terkumpul diharapkan menjadi masukan dalam menentukan strategi yang sesuai, baik untuk memperkuat kehadiran partai maupun untuk mengembangkan kerja politik yang dekat dengan masyarakat. Perencanaan berbasis temuan lapangan juga membantu organisasi menetapkan sasaran yang realistis dan mengukur perkembangan secara lebih objektif.
Upaya pemetaan tersebut berjalan beriringan dengan konsolidasi organisasi. Tim task force DPP telah mengunjungi 26 provinsi untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan struktur partai di daerah. Kunjungan ini menjadi bagian dari persiapan membangun mesin politik hingga tingkat daerah, agar rencana yang disusun dapat dijalankan secara terkoordinasi. Penguatan organisasi mencakup penyelarasan langkah pusat dan daerah serta dorongan agar jajaran setempat siap menjalankan agenda politik partai.
Kombinasi survei dan konsolidasi memberi Hanura dua bekal yang saling melengkapi: pemahaman mengenai peta dukungan dan organisasi yang siap bekerja. Dengan mengolah data serta memperkuat jaringan hingga daerah, partai dapat menyusun strategi yang lebih terarah untuk menghadapi kontestasi 2029.
Penguatan struktur organisasi menjadi salah satu prioritas Hanura di Sulawesi Barat dalam menyiapkan kerja politik menuju Pemilu 2029. Dari 68 kecamatan yang menjadi sasaran pembentukan kepengurusan, persyaratan administrasi melalui aplikasi partai telah diunggah di seluruh wilayah kecuali dua kecamatan. Dengan capaian tersebut, progres pembentukan disebut telah mencapai sekitar 98 persen. Data yang masuk melalui aplikasi menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan organisasi dapat dipantau secara lebih teratur, sekaligus membantu partai mengenali bagian yang masih perlu dituntaskan. Proses ini menunjukkan konsolidasi tidak hanya diarahkan pada pencapaian jumlah, tetapi juga pada pendataan struktur di tingkat kecamatan.
Hanura menargetkan seluruh kepengurusan kecamatan dapat diselesaikan pada akhir November 2026. Dua kecamatan yang belum mengunggah persyaratan menjadi perhatian agar tahapan pembentukan dapat segera dirampungkan sesuai jadwal. Setelah struktur tingkat kecamatan terbentuk, konsolidasi akan diteruskan ke tingkat desa atau ranting. Langkah berjenjang tersebut dimaksudkan untuk memperluas jangkauan organisasi hingga lebih dekat dengan masyarakat dan memastikan koordinasi dapat berjalan sampai tingkat lokal. Dengan struktur yang tertata, partai diharapkan memiliki landasan yang lebih kuat untuk menggerakkan kader, menyampaikan program, serta menyusun langkah politik yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Selain membangun struktur, Hanura juga mendorong perubahan semangat dan karakter kader. Logo baru bergambar singa menjadi simbol yang diharapkan dapat memperkuat dorongan tersebut. Rio menjelaskan bahwa singa melambangkan kekuatan, kecepatan, keteguhan, dan keberanian. Makna itu menjadi pesan bagi kader agar memiliki sikap tangguh dan mampu bergerak dengan sigap dalam menjalankan tugas organisasi. Simbol visual tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan diharapkan sejalan dengan perilaku dan kesiapan kader dalam bekerja. Pembaruan semangat menjadi penting ketika partai memperluas konsolidasi, sebab struktur yang lengkap perlu didukung oleh orang-orang yang aktif, disiplin, dan memiliki komitmen untuk menjalankan tanggung jawabnya.
Hanura menginginkan kader yang siap bekerja dan bersaing di setiap daerah pemilihan (dapil). Karena itu, penyelesaian kepengurusan kecamatan dan pembentukan struktur hingga desa atau ranting perlu berjalan beriringan dengan penguatan kualitas kader. Kesiapan tersebut mencakup kemampuan menjaga koordinasi, memahami kebutuhan masyarakat setempat, dan bekerja secara konsisten dalam kegiatan politik. Target partai bukan hanya menghadirkan nama dalam susunan kepengurusan, tetapi memastikan kader dapat mengambil peran nyata di wilayah masing-masing. Dengan begitu, konsolidasi organisasi dapat menjadi dasar untuk membangun kerja yang lebih terarah serta memperkuat kesiapan Hanura menghadapi persaingan politik pada Pemilu 2029.
Dalam rangkaian konsolidasi, para peserta menandatangani Wall of Commitment and Victory sebagai penegasan tekad bersama untuk memenangkan Pemilu 2029. Penandatanganan tersebut menjadi simbol bahwa komitmen tidak berhenti pada pernyataan, tetapi perlu diwujudkan melalui kerja organisasi yang terencana dan berkesinambungan. Setiap pengurus diharapkan membawa semangat yang sama ke wilayah masing-masing, memperkuat komunikasi dengan kader, serta menggerakkan kegiatan partai secara konsisten. Dengan demikian, konsolidasi dapat menjadi landasan untuk membangun kesiapan menghadapi tahapan pemilu dan memperluas dukungan masyarakat di Sulawesi Barat.
Untuk mendukung penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput, DPP Hanura memberikan bantuan operasional kepada pengurus DPC dan PAC di Sulawesi Barat. Dukungan tersebut lain ditujukan bagi pemasangan papan nama partai dan pembukaan rekening bagi kepengurusan di tingkat cabang serta anak cabang. Papan nama diharapkan membantu menunjukkan keberadaan partai sekaligus memudahkan masyarakat mengenali titik kegiatan organisasi. Sementara itu, rekening kepengurusan mendukung pengelolaan administrasi dan operasional yang lebih tertib.
Baca juga: Batam dan Kepri Kedatangan Sumber Informasi Berbasis Data | Strategi Digital Telkom: Memperkuat Tata Kelola Melalui Scale












