Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026 – Sedikitnya puluhan agenda penyampaian pendapat di muka umum dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis wilayah Jakarta Pusat pada Rabu (8/7/2026). Aksi tersebut digelar oleh berbagai organisasi mahasiswa, kelompok masyarakat, hingga komunitas relawan dengan membawa isu yang beragam, mulai dari dugaan korupsi, evaluasi kebijakan pemerintah, hingga persoalan tata kelola badan usaha milik negara.
Aksi dengan estimasi massa terbesar akan berlangsung di kawasan Silang Selatan Monas sejak pukul 08.00 WIB. Sekitar 5.000 peserta yang mengatasnamakan Presidium Relawan dan Simpatisan Dukung MBG dijadwalkan menyampaikan dukungan terhadap program MBG sekaligus mendesak adanya pembenahan tata kelola program tersebut serta pemberantasan praktik korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Jalan Veteran III diperkirakan menjadi salah satu lokasi dengan konsentrasi aksi terbanyak. Sejumlah kelompok mahasiswa akan menyuarakan tuntutan terkait dugaan penyimpangan pengadaan gembok, matras, hingga dugaan adanya fasilitas penggunaan telepon genggam bagi narapidana di Lapas Salemba. Massa meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh dugaan pelanggaran yang mereka soroti.
Gelombang unjuk rasa juga akan menyasar kawasan perkantoran BUMN dan sektor energi. Massa dijadwalkan mendatangi BP BUMN, PT Berdikari, PT Pertamina, hingga PT Asmin Koalindo dengan membawa berbagai isu, mulai dari dugaan korupsi impor daging sapi, evaluasi kenaikan harga BBM, dugaan transaksi pengadaan BBM, hingga penolakan terhadap pengangkatan komisaris di salah satu perusahaan BUMN.
Di sektor politik dan pemerintahan, sejumlah aksi akan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI, Kementerian Kehutanan, DPP PSI, Balai Kota DKI Jakarta, BPK RI, serta BGN. Aspirasi yang disampaikan meliputi penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri, desakan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat, tuntutan transparansi kebijakan pemerintah, hingga permintaan evaluasi terhadap pejabat yang diduga merangkap jabatan.
Sementara itu, isu ekonomi dan sektor jasa keuangan turut menjadi perhatian para demonstran. Aksi dijadwalkan berlangsung di Kantor Pusat Bank BRI, Bank Jakarta, OJK, hingga Kementerian Keuangan. Tuntutan yang dibawa antara lain meminta pengusutan dugaan korupsi pengadaan sistem notifikasi perbankan, klarifikasi terkait persoalan kredit perusahaan, dugaan kekerasan dalam penagihan pembiayaan, PHK sepihak, hingga desakan pencopotan pejabat Bea Cukai yang dinilai gagal memberantas peredaran barang ilegal.
Dengan banyaknya titik aksi yang berlangsung hampir bersamaan sejak pagi hingga sore hari, aparat keamanan diperkirakan akan melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Jakarta Pusat. Masyarakat diimbau mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi unjuk rasa serta menyesuaikan rute perjalanan agar aktivitas tetap berjalan lancar.
Pewarta: Abdul Latif













