banner 728x250

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Riau Gratis, Lima Keahlian Dibuka untuk Pencari Kerja

Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Riau Gratis, Lima Keahlian Dibuka untuk Pencari Kerja
banner 120x600
banner 468x60

PEKANBARU, RIAU — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pekanbaru menjadi lokasi penyampaian informasi mengenai dibukanya kembali Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) batch 6 tahun 2026. Program ini diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Unit Pelaksana Teknis Latihan Kerja (UPT LK). Pelatihan tersebut ditujukan bagi masyarakat umum, terutama pencari kerja yang ingin meningkatkan kemampuan dan kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 ini dapat diikuti secara gratis. Peserta tidak dikenai biaya selama mengikuti rangkaian pelatihan yang disediakan. Pembukaan program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses pelatihan keterampilan yang lebih luas bagi masyarakat di Riau, sehingga kesempatan untuk memperoleh bekal kerja tidak hanya terbatas pada kelompok tertentu.

banner 325x300

Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, Roni Rakhmat, menyampaikan bahwa pelaksanaan PVN merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Riau, SiapKerja, dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Kerja sama tersebut mendukung penyelenggaraan pelatihan vokasi agar masyarakat dapat memperoleh pembelajaran yang relevan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Pembiayaan Program Pelatihan Vokasi Nasional batch 6 tahun 2026 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan dukungan pembiayaan tersebut, peserta mendapatkan berbagai manfaat yang dirancang untuk mendukung kesiapan keterampilan kerja. Selain mengikuti pelatihan tanpa pungutan biaya, peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui program yang disiapkan oleh UPT Latihan Kerja. Kehadiran program ini sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat umum untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan vokasi yang diselenggarakan secara resmi oleh pemerintah.

Batch 6 Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Riau menyediakan lima pilihan keahlian yang dirancang untuk membekali pencari kerja dengan keterampilan praktis. Setiap program memiliki bidang, durasi, beban jam pelajaran, lokasi, serta kapasitas peserta yang berbeda. Seluruh pilihan tersebut menetapkan kuota 16 orang, sehingga calon peserta perlu memperhatikan kesesuaian minat dan persyaratan pendaftaran.

Pilihan pertama adalah pelatihan asisten pembuat pakaian. Program ini berlangsung selama 28 hari dengan beban 220 jam pelajaran. Materinya ditujukan bagi peserta yang ingin mengenal pekerjaan pendukung dalam proses pembuatan pakaian, mulai dari tahapan persiapan hingga penyelesaian sesuai arahan kerja. Kegiatan dilaksanakan di Workshop Transito Pekanbaru dan menyediakan 16 kursi peserta.

Bidang kedua berfokus pada pemeliharaan dan perbaikan pendinginan ruangan atau AC untuk rumah tangga. Pelatihan ini memiliki beban paling sedikit 240 jam pelajaran dan dijadwalkan selama 30 hari. Peserta akan diarahkan memahami keterampilan teknis yang berkaitan dengan perawatan serta perbaikan perangkat pendingin rumah tangga. Lokasinya berada di Workshop Transito Pekanbaru, dengan kuota 16 orang.

Peserta yang tertarik pada otomotif dapat memilih pelatihan servis sepeda motor sistem injeksi. Program tersebut berlangsung selama 35 hari atau setara dengan 280 jam pelajaran, sehingga menjadi salah satu pelatihan dengan durasi terpanjang dalam batch ini. Dengan kapasitas 16 orang, kegiatan diselenggarakan di UPTLK Pasir Pengaraian dan berfokus pada layanan teknis sepeda motor berteknologi injeksi.

Pilihan keempat ialah pembuatan roti dan kue. Pelatihan ini berlangsung selama 18 hari dengan beban 140 jam pelajaran dan menyediakan 16 kursi. Peserta dapat mempelajari keterampilan pengolahan produk roti serta kue melalui kegiatan praktik yang dilaksanakan di UPTLK Pasir Pengaraian. Durasi tersebut menjadikannya pilihan dengan waktu pelatihan paling singkat.

Pilihan terakhir adalah peracikan minuman kopi atau barista. Program ini memiliki beban 180 jam pelajaran selama 23 hari, dengan kuota 16 peserta. Pelaksanaannya juga bertempat di UPTLK Pasir Pengaraian. Bidang ini sesuai bagi calon peserta yang ingin mengembangkan keterampilan menyiapkan dan meracik minuman kopi secara terarah untuk kebutuhan kerja atau usaha.

Rangkaian Pelatihan Vokasi Nasional 2026 di Riau berlangsung melalui beberapa tahapan yang disusun secara berurutan. Setiap tahap memiliki waktu pelaksanaan tersendiri, mulai dari pendaftaran dan registrasi peserta, proses seleksi, pengumuman hasil, hingga dimulainya kegiatan pelatihan. Dengan memahami jadwal ini, pencari kerja dapat mengetahui perkembangan program secara lebih jelas.

Tahap pertama adalah pendaftaran dan registrasi peserta yang dibuka pada 1 hingga 14 Oktober 2026. Periode tersebut menjadi waktu bagi calon peserta untuk mengikuti proses awal program sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Pendaftaran dan registrasi hanya disebutkan berlangsung dalam rentang tanggal tersebut, sehingga calon peserta perlu memperhatikan batas akhir pada 14 Oktober.

Setelah periode pendaftaran dan registrasi berakhir, panitia melanjutkan proses seleksi administrasi dan wawancara. Tahap ini berlangsung pada 15 hingga 21 Oktober 2026. Seleksi administrasi dan wawancara menjadi rangkaian lanjutan untuk menilai peserta berdasarkan proses seleksi yang telah dijadwalkan. Tahapan tersebut dilaksanakan sebelum hasil seleksi diumumkan.

Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 22 Oktober 2026. Pengumuman ini menandai berakhirnya rangkaian seleksi sekaligus menjadi informasi penting bagi peserta yang telah mengikuti proses sebelumnya. Tanggal pengumuman berada tujuh hari sebelum pelatihan dimulai, sehingga menjadi penanda peralihan dari tahap seleksi menuju tahap pelaksanaan program.

Pelaksanaan pelatihan dimulai pada 28 Oktober 2026. Dengan demikian, keseluruhan jadwal program berjalan secara kronologis: pendaftaran dan registrasi pada 1–14 Oktober, seleksi administrasi dan wawancara pada 15–21 Oktober, pengumuman hasil seleksi pada 22 Oktober, kemudian pelatihan mulai dilaksanakan pada 28 Oktober 2026. Urutan ini membedakan secara jelas waktu setiap tahapan dalam program vokasi tersebut.

Roni Rakhmat menyampaikan bahwa peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 6 harus memenuhi sejumlah persyaratan dasar. Program ini ditujukan bagi pencari kerja, sehingga calon peserta perlu berstatus sebagai orang yang sedang mencari pekerjaan pada saat mengikuti program. Ketentuan tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum calon peserta mempertimbangkan keikutsertaannya.

Dari sisi usia, peserta wajib berusia minimal 18 tahun. Batas usia ini berlaku bagi seluruh calon peserta yang ingin mengikuti pelatihan. Selain itu, calon peserta harus merupakan lulusan SMA atau SMK sederajat. Dengan demikian, latar belakang pendidikan yang dipersyaratkan berada pada jenjang pendidikan menengah atau tingkat yang setara.

Calon peserta juga wajib memiliki akun SiapKerja. Kepemilikan akun tersebut menjadi bagian dari persyaratan program yang perlu dipastikan oleh pencari kerja sebelum mengikuti PVN Batch 6. Karena itu, calon peserta sebaiknya memastikan bahwa dirinya telah memiliki akun tersebut dan dapat menggunakannya sesuai kebutuhan program.

Persyaratan lainnya berkaitan dengan status kegiatan calon peserta. Peserta tidak boleh sedang menempuh pendidikan formal dan tidak boleh sedang bekerja. Artinya, program ini diperuntukkan bagi pencari kerja yang telah memenuhi batas usia dan latar belakang pendidikan, memiliki akun SiapKerja, serta tidak berada dalam status sebagai pelajar atau pekerja. Calon peserta dapat mencermati seluruh ketentuan tersebut untuk menilai kesesuaiannya dengan persyaratan PVN Batch 6.

banner 325x300