banner 728x250

Pesawat Asian One Keluar dari Landasan di Bilorai, Dua Personel TNI Terluka

Pesawat Asian One Keluar dari Landasan di Bilorai, Dua Personel TNI Terluka
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Intan Jaya | Pesawat Caravan PK-LTF milik Asian One Air tergelincir saat mendarat di Bandara Bilorai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Setelah keluar dari jalur pendaratan, pesawat masuk ke area rawa di sisi landasan. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada pesawat dan menyebabkan dua personel TNI terluka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kejadian berlangsung ketika pesawat melakukan pendaratan di bandara yang berada di wilayah Intan Jaya. Pesawat tidak berhenti di dalam jalur landasan, melainkan bergerak ke luar area pendaratan hingga mencapai rawa di sisi landasan. Kondisi tersebut membuat pesawat mengalami kerusakan. Informasi awal mengenai insiden ini juga menyebutkan adanya dua personel TNI yang terluka, sementara seluruh laporan yang tersedia menyatakan tidak terdapat korban meninggal dunia.

banner 325x300

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan pesawat yang keluar dari landasan di Bandara Bilorai, salah satu fasilitas penerbangan di Papua Tengah. Hingga keterangan yang disampaikan, poin utama yang diketahui adalah jenis dan identitas pesawat, lokasi serta waktu kejadian, kondisi pesawat setelah tergelincir, dan jumlah personel yang terluka. Pesawat yang terdampak adalah Caravan dengan nomor registrasi PK-LTF, yang dioperasikan Asian One Air. Pesawat masuk ke area rawa di sisi landasan setelah gagal tetap berada pada jalur pendaratan. Dua personel TNI mengalami luka-luka, tetapi tidak ada korban jiwa. Informasi tersebut merangkum dampak langsung insiden tanpa menyimpulkan penyebab kejadian. Dengan demikian, insiden pendaratan ini menyebabkan kerusakan pada pesawat dan luka pada dua personel, namun tidak menimbulkan korban meninggal.

Polres Intan Jaya melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab pesawat Asian One keluar dari landasan di Bilorai. Langkah tersebut ditempuh setelah insiden yang mengakibatkan dua personel TNI terluka. Aparat berupaya menelusuri rangkaian kejadian dan mengumpulkan keterangan yang dapat membantu menjelaskan apa yang berlangsung sebelum maupun saat pesawat mendarat. Pada tahap ini, penyebab kejadian belum dapat dipastikan, sehingga informasi yang beredar masih perlu diperiksa melalui proses penyelidikan.

Salah satu dugaan sementara yang muncul adalah ban pesawat terlepas sebelum pendaratan. Namun, dugaan itu belum menjadi kesimpulan resmi dan belum dipastikan sebagai penyebab pesawat keluar dari landasan. Penyidik masih perlu mencocokkan informasi tersebut dengan keterangan saksi serta hasil pemeriksaan yang relevan. Karena itu, masyarakat sebaiknya membedakan dugaan awal dan fakta yang telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Perkembangan penyelidikan diharapkan memberi gambaran lebih utuh mengenai kondisi pesawat dan urutan peristiwa di Bilorai.

Kapolres Intan Jaya, Kompol Sofian Corneles A. Samakori, menyampaikan bahwa penyidik masih menelusuri peristiwa tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan pihak kepolisian belum menetapkan penyebab insiden. Penelusuran awal menjadi bagian dari upaya untuk memperoleh keterangan yang dapat diverifikasi sebelum menarik kesimpulan. Hingga ada hasil pemeriksaan yang disampaikan secara resmi, dugaan mengenai ban yang terlepas tetap harus diperlakukan sebagai informasi sementara, bukan fakta yang telah terkonfirmasi.

Dalam penyelidikan, kepolisian perlu menyusun keterangan dan temuan secara cermat agar kronologi kejadian dapat dipahami secara tepat. Informasi mengenai kondisi pesawat, proses pendaratan, serta keadaan di sekitar landasan dapat menjadi bagian dari bahan penelusuran, selama tersedia dan dapat diperiksa. Belum ada kepastian dari keterangan yang disampaikan mengenai hasil pemeriksaan atau tahapan lanjutan yang telah dilakukan. Oleh sebab itu, perkembangan kasus perlu mengikuti keterangan resmi Polres Intan Jaya. Sikap hati-hati dalam menyampaikan informasi penting agar dugaan tidak berkembang menjadi kesimpulan yang keliru, terlebih ketika penyebab insiden masih diselidiki dan dua personel TNI dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut.

Pesawat Asian One yang dipiloti Captain Riza bersama kopilot Captain Andi dilaporkan mendarat di Bilorai sekitar pukul 08.30 WIT. Keterangan awal menyebutkan, rangkaian kejadian bermula ketika pesawat menyentuh landasan. Pada saat itu, pilot mengaku tidak menyangka ban pesawat terlepas. Situasi tersebut kemudian membuat pendaratan tidak berlangsung seperti yang diharapkan. Informasi mengenai urutan kejadian masih bersumber dari keterangan awal, sehingga rincian teknis penyebab ban terlepas belum dapat dipastikan.

Sejumlah penumpang juga merasakan adanya bunyi dan hentakan dari bagian bawah pesawat menjelang atau ketika pesawat hendak mendarat. Bunyi serta getaran itu menjadi tanda yang dirasakan di dalam kabin saat roda pesawat berinteraksi dengan permukaan landasan. Namun, para penumpang tidak serta-merta mengetahui apa yang terjadi pada bagian roda maupun kondisi pesawat. Keterangan mereka menggambarkan pengalaman selama proses pendaratan, sementara penjelasan mengenai sumber bunyi dan hentakan masih perlu menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah menyadari adanya masalah, Captain Riza membelokkan pesawat ke arah kiri. Pesawat kemudian keluar dari jalur pendaratan dan masuk ke area rawa di sekitar landasan. Dengan demikian, kejadian bermula saat pesawat menyentuh landasan, disertai bunyi dan hentakan yang dirasakan penumpang, lalu berlanjut dengan perubahan arah hingga pesawat keluar dari jalur yang semestinya. Pendaratan pada sekitar pukul 08.30 WIT itu menjadi bagian penting dari kronologi awal insiden di Bilorai. Keterangan pilot dan penumpang tersebut memberikan gambaran mengenai apa yang terjadi di dalam pesawat, tetapi belum menjelaskan secara menyeluruh penyebab teknis insiden. Pemeriksaan terhadap pesawat dan kondisi landasan diharapkan dapat membantu memastikan bagaimana ban dapat terlepas serta faktor yang membuat pesawat bergerak ke kiri dan masuk ke rawa. Sampai ada informasi tambahan, urutan tersebut sebaiknya dipahami sebagai keterangan awal tentang peristiwa, bukan kesimpulan akhir mengenai penyebabnya.

Pesawat Asian One yang keluar dari landasan di Bilorai membawa delapan penumpang dengan latar belakang berbeda. Di mereka terdapat tiga anggota Koramil 1718/Sugapa dan seorang anggota Polres Intan Jaya. Empat penumpang lainnya merupakan warga sipil. Rincian tersebut memberi gambaran mengenai jumlah orang di dalam pesawat saat insiden terjadi, sekaligus menunjukkan bahwa penumpangnya terdiri atas personel aparat dan masyarakat umum. Dari delapan orang itu, dua anggota TNI dilaporkan mengalami luka, sedangkan enam penumpang lainnya selamat.

Dua personel TNI yang terluka adalah Serka Matheus dan Koptu Johar. Serka Matheus mengalami luka di bagian pinggang. Sementara itu, Koptu Johar mengalami luka di bagian kepala akibat benturan. Informasi mengenai lokasi luka tersebut membedakan kondisi kedua korban, tetapi keduanya sama-sama tercatat sebagai personel yang terdampak dalam peristiwa pesawat keluar landasan. Tidak ada keterangan dalam laporan ini mengenai tingkat keparahan lebih lanjut ataupun rincian penanganan medis, sehingga kondisi mereka dapat dijelaskan berdasarkan informasi yang telah disampaikan saja.

Enam orang lainnya, yang terdiri atas penumpang dari kelompok aparat maupun warga sipil, dilaporkan selamat. Dengan demikian, meskipun insiden tersebut menyebabkan dua personel TNI terluka, tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Bilorai ini. Jumlah penumpang dan kondisi mereka menjadi bagian penting dari laporan awal, karena memperjelas bahwa seluruh delapan orang yang berada di pesawat telah terdata: dua mengalami luka, enam selamat, dan tidak ada penumpang yang dilaporkan meninggal dunia. Keterangan ini juga membantu membedakan jumlah korban luka dari keseluruhan orang yang berada di dalam pesawat saat pesawat keluar dari landasan.

Baca juga: Kecelakaan Mobil Elf di Kali Cikumpa, 13 Penumpang Terluka

banner 325x300