Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menerima saran dan rekomendasi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) setelah MSCI mengumumkan usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia. Usulan tersebut mengarah pada perubahan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Namun, perubahan klasifikasi itu belum diberlakukan; pengumuman MSCI masih menjadi perkembangan yang dibahas pemerintah bersama sejumlah lembaga terkait.
Isu tersebut dibicarakan dalam rapat terbatas yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (20/10). Pertemuan itu melibatkan pemerintah, Bank Indonesia, dan DEN. Forum tersebut menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk mencermati pengumuman MSCI serta mendiskusikan langkah yang perlu diperhatikan dalam pembenahan pasar modal nasional. Presiden menerima masukan DEN sebagai bagian dari pembahasan mengenai respons terhadap perkembangan tersebut.
Perubahan kategori pasar oleh penyedia indeks global seperti MSCI dapat menjadi perhatian investor karena klasifikasi pasar ikut membentuk cara suatu negara dipantau dalam indeks dan dipertimbangkan dalam keputusan investasi. Karena itu, usulan perubahan status Indonesia dinilai perlu ditanggapi dengan kehati-hatian, berdasarkan komunikasi yang jelas dan pemahaman atas kondisi pasar. Pembahasan di Istana menegaskan bahwa isu ini telah masuk dalam agenda koordinasi pemerintah dan otoritas terkait.
Dalam konteks tersebut, rekomendasi DEN menjadi masukan bagi pemerintah untuk meneruskan pembenahan pasar modal. Rincian saran yang disampaikan tidak diuraikan dalam informasi mengenai rapat, sehingga belum tepat untuk menyimpulkan bentuk kebijakan atau tindakan tertentu yang akan diambil. Fokus pembahasan yang dapat dipastikan adalah penerimaan rekomendasi oleh Presiden dan perhatian bersama terhadap usulan MSCI. Pemerintah, Bank Indonesia, dan DEN selanjutnya perlu mencermati perkembangan serta menyampaikan informasi secara terukur kepada pelaku pasar. Dengan demikian, publik dapat membedakan usulan klasifikasi dan keputusan yang telah berlaku, sementara upaya memperkuat pasar modal tetap menjadi bagian dari agenda yang dibahas.Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mendorong agar pembenahan pasar modal yang telah berjalan diteruskan, bersamaan dengan penegakan aturan oleh regulator. Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian pembahasan mengenai persoalan pasar modal. Pesan utamanya adalah menjaga kesinambungan reformasi, sehingga upaya yang sudah dimulai tidak berhenti di tengah jalan. DEN juga menekankan pentingnya pelaksanaan kewenangan regulator sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, pembenahan tidak hanya bertumpu pada perubahan yang telah dilakukan, tetapi juga pada konsistensi dalam memastikan aturan ditegakkan.
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menyampaikan saran itu kepada wartawan setelah rapat di Istana Merdeka, Selasa malam. Dalam keterangannya, Mari menjelaskan bahwa DEN meminta reformasi pasar modal yang sudah berlangsung untuk terus dilanjutkan. Ia juga menyampaikan perlunya penegakan aturan oleh regulator, sebagaimana sebelumnya telah diumumkan. Penyampaian rekomendasi tersebut menjadi bagian dari pandangan DEN mengenai langkah yang perlu dijaga dalam merespons persoalan di pasar modal. Mari tidak menguraikan rincian tambahan mengenai bentuk langkah yang harus ditempuh, tetapi menegaskan dua hal yang menjadi perhatian: kesinambungan pembenahan dan pelaksanaan aturan.
Menurut Mari, undang-undang telah memberikan ruang bagi langkah tegas terkait persoalan tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kerangka hukum yang ada dapat menjadi dasar bagi regulator untuk bertindak sesuai kewenangannya. Namun, Mari tidak merinci tindakan tertentu ataupun menyebutkan aturan tambahan di luar keterangan tersebut. Karena itu, rekomendasi DEN berfokus pada keberlanjutan reformasi yang sedang berjalan dan penegakan ketentuan yang telah diumumkan regulator, dengan tetap merujuk pada ruang yang disediakan undang-undang. DEN menyampaikan dorongan ini sebagai masukan kepada Presiden Prabowo, agar pembenahan pasar modal tetap menjadi perhatian dalam penanganan persoalan yang tengah dibahas. Sikap tersebut menempatkan konsistensi reformasi dan kepatuhan pada ketentuan sebagai unsur penting dalam upaya memperkuat tata kelola pasar modal. Penegakan aturan, menurut arahan yang disampaikan, perlu berjalan seiring dengan proses pembenahan yang telah dimulai, bukan menggantikannya ataupun menghentikannya.
Dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan sejumlah hasil kajian dan rekomendasi yang berkaitan dengan agenda ekonomi nasional. Pembahasan tersebut tidak hanya menyentuh pembenahan pasar modal, tetapi juga berbagai isu yang membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Paparan itu menjadi bahan bagi pemerintah untuk menilai perkembangan ekonomi sekaligus menyiapkan kebijakan yang relevan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi.
Salah satu topik yang disampaikan adalah kesiapan ekonomi nasional menghadapi dampak El Niño dan La Niña. Fenomena iklim tersebut dapat memengaruhi berbagai sektor, sehingga pemerintah perlu memperhatikan potensi dampaknya dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. DEN juga menyampaikan rekomendasi mengenai penguatan program perlindungan sosial berbasis digital, percepatan hilirisasi, serta tata kelola distribusi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Luhut memaparkan hasil kajian terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai isu tersebut dibahas sebagai bagian dari evaluasi dan masukan kebijakan, tanpa terlepas dari kebutuhan untuk menjaga pelaksanaan program secara terarah.
Rapat itu turut diikuti sejumlah pejabat, lain Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kehadiran para pejabat terkait memungkinkan data dan pandangan dari bidang masing-masing dibahas bersama. Luhut menyatakan bahwa Presiden memberikan perhatian pada data ekonomi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut. Data itu kemudian dikonfirmasi dalam rapat bersama para pejabat terkait, sebagai upaya memastikan informasi yang menjadi dasar pembahasan dapat ditelaah lintas instansi. Dengan demikian, hasil kajian DEN dan konfirmasi data menjadi bagian dari rangkaian masukan bagi pemerintah dalam merumuskan tindak lanjut atas isu ekonomi yang dibahas.
Luhut menegaskan komitmen Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk memasok data yang kredibel dan akurat kepada Presiden serta pemerintah. Komitmen tersebut menempatkan kualitas informasi sebagai perhatian penting dalam mendukung kerja pemerintah. Data yang disampaikan diharapkan dapat memberikan gambaran yang dapat dipercaya, sehingga menjadi bahan yang memadai bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Pernyataan itu juga menunjukkan peran DEN dalam menyediakan masukan berbasis data bagi Presiden dan jajaran pemerintah.
Menurut Luhut, data yang kredibel dan akurat diharapkan menjadi basis bagi proses pengambilan keputusan Presiden. Dengan menjadikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pertimbangan, keputusan diharapkan dapat dibuat secara lebih akurat. Penekanan pada akurasi berarti data perlu memberi gambaran yang sesuai dengan kondisi yang menjadi perhatian pemerintah, sementara kredibilitas berkaitan dengan keandalan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan. Keduanya menjadi unsur yang ditekankan dalam komitmen DEN untuk memasok data.
Penyediaan data itu ditujukan kepada Presiden dan pemerintah, agar informasi yang dihimpun dapat digunakan dalam proses pertimbangan kebijakan. Luhut menyampaikan harapan bahwa data dari DEN membantu membuat keputusan Presiden lebih akurat. Dengan demikian, dukungan yang dijanjikan berfokus pada penyampaian informasi yang kredibel dan akurat sebagai landasan pengambilan keputusan, bukan pada hasil atau dampak tertentu yang belum disampaikan. Komitmen DEN tersebut menegaskan kesediaan lembaga itu untuk memasok data kepada pemerintah sesuai maksud yang disampaikan Luhut.
Baca juga: dukungan pan terhadap kepemimpinan prabowo | Rapat Terbatas Pendidikan Gratis: Kebijakan Baru Prabowo | Prabowo Dorong Pendidikan Gratis Dari SD Hingga Universitas











