banner 728x250

Evakuasi Dramatis di KMP Batumandi: Aksi Sertu Rico Menyelamatkan Anak Lima Tahun

Evakuasi Dramatis di KMP Batumandi: Aksi Sertu Rico Menyelamatkan Anak Lima Tahun
banner 120x600
banner 468x60

Kota Cilegon | Pada malam Selasa, 20 Oktober 2026, KMP Batumandi mendekati Dermaga 6 Pelabuhan Merak setelah menempuh perjalanan dari Lampung menuju Jakarta. Kapal tersebut membawa Sertu Marinir Rico Sumantri bersama rekan-rekannya dan penumpang lain. Ketika kapal hendak bersandar, percikan api terlihat di bagian buritan. Kemunculan api terjadi saat perjalanan laut hampir berakhir dan kapal sedang menuju area sandar. Peristiwa itu mengubah keadaan di atas kapal, yang sebelumnya tengah menjalani proses kedatangan, menjadi situasi darurat bagi orang-orang di dalamnya. Informasi awal mengenai insiden ini menempatkan lokasi api di buritan, tanpa menyebutkan penyebab kemunculannya.

Bagian yang terbakar berada di dek atas kapal, pada area yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Dengan demikian, percikan api muncul di ruang yang berkaitan dengan area kendaraan, bukan di bagian lain yang disebutkan dalam bahan sumber. Keterangan mengenai titik kejadian membantu menggambarkan kondisi awal yang dihadapi para penumpang ketika kapal bersiap merapat. Namun, tidak ada informasi yang memastikan apa yang memicu percikan tersebut, sehingga penyebab kebakaran tidak dapat disimpulkan dari uraian awal. Fokus insiden pada tahap ini adalah munculnya api di buritan saat KMP Batumandi hendak bersandar di pelabuhan.

banner 325x300

Setelah api terlihat, Rico dan penumpang bergerak menuju area parkir. Pergerakan itu berlangsung di tengah situasi kebakaran, ketika kapal masih berada dalam proses menuju dermaga. Bahan sumber menyebutkan bahwa Rico bersama orang-orang di sekitarnya berpindah ke area tersebut, tetapi tidak merinci langkah-langkah yang dilakukan sebelum mereka bergerak maupun kondisi setiap penumpang. Karena itu, uraian awal insiden dapat dibatasi pada urutan kejadian yang diketahui: perjalanan dari Lampung menuju Jakarta, kapal mendekati Dermaga 6 Pelabuhan Merak, percikan api muncul di dek atas bagian buritan, lalu Rico dan penumpang bergerak ke area parkir. Rangkaian fakta itu menjadi latar bagi evakuasi dramatis yang kemudian melibatkan Sertu Rico.

Dalam penuturannya mengenai evakuasi di KMP Batumandi, Sertu Rico menceritakan bahwa ia terlebih dahulu membantu penumpang lanjut usia. Di tengah situasi yang menuntut perhatian pada keselamatan penumpang, ia berupaya menolong mereka agar dapat dievakuasi. Setelah membantu para penumpang tersebut, Rico melihat seorang anak perempuan berusia lima tahun bersama ibunya. Sang ibu tampak panik dan menangis, sementara anak itu juga berada dalam keadaan ketakutan. Perhatian Rico kemudian tertuju pada keduanya, terutama karena anak tersebut belum bersedia ikut dievakuasi. Kisah ini menggambarkan urutan tindakan yang ia sampaikan: membantu penumpang lanjut usia lebih dahulu, lalu berusaha mendekati anak dan ibunya.

Menurut Rico, anak perempuan itu sempat menolak ketika hendak dibantu untuk dievakuasi. Dalam keadaan takut, ia belum mau mengikuti upaya pertolongan yang ditawarkan. Rico kemudian mencoba membujuknya agar bersedia menerima bantuan. Ia juga menjanjikan jajanan kepada anak tersebut sebagai cara untuk membuatnya merasa lebih tenang dan mau bekerja sama. Keterangan tentang bujukan dan janji jajanan itu berasal dari penuturan Rico, tanpa rincian percakapan lain. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari proses evakuasi anak yang masih kecil, yang saat itu bersama ibunya yang panik dan menangis. Rico tidak hanya menghadapi kebutuhan untuk membantu penumpang, tetapi juga perlu meyakinkan anak yang merasa takut agar mau dibawa menuju keselamatan.

Setelah dibujuk dan dijanjikan jajanan, anak itu akhirnya bersedia dibantu oleh Rico. Kesediaan tersebut memungkinkan proses evakuasinya berlanjut. Dalam penuturan Rico, keberhasilan membantu anak itu terjadi setelah ia lebih dahulu menolong penumpang lanjut usia dan kemudian memberikan perhatian kepada anak perempuan tersebut bersama ibunya. Peristiwa ini menunjukkan sisi kemanusiaan dalam tindakan evakuasi: pertolongan tidak hanya dilakukan dengan membantu seseorang secara fisik, tetapi juga dengan berusaha meredakan ketakutannya. Namun, rincian yang dapat disampaikan di sini terbatas pada keterangan Rico, yakni anak itu sempat menolak, lalu bersedia setelah dibujuk dan dijanjikan jajanan. Tidak ada dialog atau kejadian tambahan yang dikaitkan dengan momen tersebut. Melalui langkah itu, Rico berhasil membantu anak berusia lima tahun tersebut dalam evakuasi.

Proses penyelamatan anak berusia lima tahun itu dilakukan dengan hati-hati di tengah situasi darurat di KMP Batumandi. Untuk menurunkannya dari kapal, hanya satu tali yang digunakan. Sertu Rico menggendong anak tersebut selama proses berlangsung, sehingga ia dapat tetap berada dalam pelukan dan terlindungi saat bergerak menuju titik evakuasi. Kondisi kapal dan keterbatasan sarana membuat setiap gerakan perlu dilakukan dengan cermat. Rico menjaga anak itu tetap dekat dengannya, sementara petugas dan pihak lain membantu memastikan jalur turun dapat digunakan. Tindakan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelamatan yang mengutamakan keselamatan anak, sekaligus menghindari risiko tambahan selama evakuasi.

Di bawah kapal, sebuah kapal nelayan telah menunggu untuk membantu mereka turun. Kehadiran kapal itu menyediakan tempat berpindah setelah Rico dan anak tersebut mencapai bagian bawah, serta mendukung proses pemindahan dari kapal yang mengalami keadaan darurat. Dengan bantuan tersebut, keduanya dapat meninggalkan KMP Batumandi dan menjauh dari situasi berbahaya. Anak berusia lima tahun itu akhirnya berhasil diselamatkan. Aksi Rico memperlihatkan koordinasi petugas penyelamat dan pihak yang memberikan bantuan di sekitar lokasi. Meski hanya satu tali yang digunakan untuk turun, pendampingan langsung oleh Rico dan kesiapan kapal nelayan menjadi unsur penting dalam keberhasilan evakuasi tersebut.

Aksi penyelamatan itu terekam kamera dan kemudian menjadi perbincangan di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan Rico menggendong anak saat turun menggunakan tali, sehingga banyak pengguna membagikan dan menanggapi momen itu. Di balik perhatian publik terhadap aksi tersebut, laporan tim SAR juga mencatat hasil evakuasi secara keseluruhan: seluruh 420 penumpang dan 40 awak kapal berhasil dievakuasi. Laporan itu menyebut tidak ada korban meninggal dalam insiden tersebut. Keberhasilan menyelamatkan seluruh orang di kapal menegaskan pentingnya kerja bersama dalam keadaan darurat, termasuk penggunaan sarana yang tersedia dan bantuan dari kapal di sekitar lokasi. Penyelamatan anak itu menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot dalam rangkaian evakuasi.

Setelah proses evakuasi berlangsung, KMP Batumandi akhirnya tenggelam di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kapal tersebut sebelumnya tampak miring secara perlahan. Kondisinya terus berubah hingga akhirnya terbalik dan masuk ke dalam laut. Peristiwa itu menjadi perkembangan penting setelah penumpang dan awak kapal mendapat penanganan dalam keadaan darurat.

Meski badan kapal telah tenggelam, sebagian bagiannya masih terlihat di permukaan air. Keberadaan bangkai kapal tersebut menjadi perhatian petugas karena lokasinya berada di kawasan perairan yang dilalui kapal. Situasi di sekitar titik tenggelam perlu dipantau untuk mengurangi risiko bagi kapal lain, sekaligus membantu memastikan kondisi tetap aman selama penanganan berlangsung.

Petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyampaikan peringatan kepada kapal-kapal yang melintas agar meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta berhati-hati saat memasuki alur pelabuhan dan memperhatikan kondisi perairan di sekitar lokasi. Informasi mengenai badan kapal yang masih tampak di permukaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan oleh nakhoda ketika menentukan arah dan menjaga jarak aman.

Di tengah kabar tenggelamnya KMP Batumandi, Sertu Rico menerima penghargaan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut. Penghargaan itu diberikan pada momen peringatan Sumpah Pemuda ke-92, dalam acara yang berlangsung di atas kapal induk Sriwijaya-100.

Baca juga: Ratusan Warga Gelar Aksi Diam Peringati 4 Tahun Tragedi Kanjuruhan

270 kunjungan
banner 325x300