MADIUN — Suasana religius mulai terasa sejak pagi di wilayah Desa Kepét, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menjelang peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Jalan-jalan desa yang biasanya dipenuhi aktivitas warga tani tampak lebih hidup dengan berbagai persiapan menyambut hari besar umat Islam tersebut. Dari masjid, mushala hingga halaman rumah warga, gema takbir perlahan mulai terdengar menyatu dengan udara pegunungan yang sejuk khas kawasan selatan Kabupaten Madiun.
Pemerintah Desa Kepét secara resmi menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Adha 2026 kepada seluruh masyarakat, baik yang berada di wilayah desa maupun warga perantauan yang saat ini tinggal di luar kota. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum keagamaan yang sarat makna pengorbanan, kepedulian sosial, serta penguatan tali persaudaraan antarwarga.
Di tengah aktivitas masyarakat yang masih berlangsung seperti biasa, nuansa Idul Adha tampak hadir dalam percakapan sehari-hari warga. Sejumlah pemuda desa mulai membersihkan area sekitar masjid sejak beberapa hari terakhir. Sementara para ibu rumah tangga terlihat sibuk mempersiapkan kebutuhan dapur untuk menyambut sanak saudara yang datang berkunjung saat hari raya.
Kepala Desa Kepét dalam keterangannya menyampaikan bahwa Idul Adha bukan hanya sekadar perayaan tahunan, melainkan juga menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan dan solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat desa. Menurutnya, tradisi gotong royong yang selama ini masih terjaga di Desa Kepét menjadi modal kuat untuk menjaga kekompakan warga dalam berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
“Momentum Idul Adha mengajarkan kita tentang arti berbagi dan peduli terhadap sesama. Kami atas nama Pemerintah Desa Kepét mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 2026. Semoga masyarakat diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, dan kehidupan yang semakin harmonis,” ujarnya.
Ucapan tersebut disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga mengaku momen Idul Adha selalu menjadi waktu yang paling dinanti selain Hari Raya Idul Fitri. Selain identik dengan ibadah kurban, perayaan ini juga dianggap mampu mempererat hubungan antar tetangga yang selama ini mungkin sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Di Desa Kepét sendiri, tradisi penyembelihan hewan kurban sudah berlangsung turun-temurun. Setiap tahunnya, warga bersama panitia masjid saling membantu mulai dari proses persiapan lokasi, pengumpulan hewan kurban hingga pendistribusian daging kepada masyarakat. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan secara bersama-sama sejak pagi hari usai pelaksanaan Salat Id.
Pantauan di beberapa titik wilayah desa menunjukkan masyarakat mulai melakukan persiapan sederhana menjelang hari raya. Anak-anak terlihat bermain sambil membawa obor kecil pada malam hari, sedangkan para remaja masjid mulai menyiapkan pengeras suara untuk takbiran keliling. Meski berlangsung sederhana, suasana tersebut menghadirkan nuansa hangat yang masih jarang ditemukan di daerah perkotaan.
Sebagian warga juga mulai mendatangi pasar tradisional di sekitar Kecamatan Dagangan untuk membeli kebutuhan pokok. Pedagang mengaku terjadi peningkatan aktivitas jual beli beberapa hari menjelang Idul Adha. Komoditas seperti bumbu dapur, daging ayam, santan hingga bahan makanan lainnya mulai banyak dicari masyarakat.
Tidak hanya itu, sejumlah peternak kambing dan sapi di sekitar wilayah Dagangan juga mulai sibuk melayani pembeli hewan kurban. Beberapa warga dari luar desa bahkan datang langsung untuk memilih hewan kurban yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha nanti. Kondisi tersebut membawa dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat setempat.
Bagi masyarakat Desa Kepét, Idul Adha bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban. Ada nilai kebersamaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi saling membantu saat pembagian daging kurban menjadi gambaran nyata bagaimana hubungan sosial di desa masih terjalin erat. Warga tanpa memandang status ekonomi biasanya berkumpul di halaman masjid untuk ikut membantu proses pemotongan hingga pengemasan daging.
Salah seorang warga setempat, Sutrisno, mengatakan bahwa suasana Idul Adha di desa selalu menghadirkan rasa kekeluargaan yang sulit dijelaskan. Menurutnya, hampir seluruh warga ikut terlibat dalam kegiatan bersama sehingga hubungan antar masyarakat terasa semakin dekat.
“Kalau di desa itu beda. Semua terasa guyub. Dari anak muda sampai orang tua biasanya turun langsung membantu. Ada yang bagian motong, bungkus daging, sampai mengantar ke rumah warga,” katanya saat ditemui di sekitar balai desa.
Hal senada juga disampaikan oleh Sri Wahyuni, warga lainnya yang mengaku sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut keluarga dari luar kota. Ia mengatakan momen Idul Adha sering dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar sambil menikmati suasana desa yang tenang.
“Biasanya anak-anak yang kerja di kota pulang. Rumah jadi ramai. Itu yang paling ditunggu sebenarnya, kumpul keluarganya,” ucapnya sambil tersenyum.
Sementara itu, pengurus takmir masjid di Desa Kepét menyebut persiapan pelaksanaan Salat Idul Adha sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Area masjid dibersihkan bersama warga dan jadwal pelaksanaan ibadah juga sudah diumumkan melalui pengeras suara masjid. Panitia berharap pelaksanaan ibadah tahun ini berjalan lancar dan diikuti masyarakat dengan tertib.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Kepét juga mengajak masyarakat menjaga suasana aman dan kondusif selama rangkaian perayaan Hari Raya Idul Adha berlangsung. Warga diminta tetap menjaga kebersihan lingkungan serta mengutamakan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan.
Ajakan tersebut mendapat dukungan dari tokoh masyarakat setempat. Mereka berharap momentum hari raya dapat menjadi sarana memperkuat hubungan sosial antarwarga di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Menurut mereka, nilai gotong royong dan kepedulian sosial harus tetap dipertahankan agar kehidupan masyarakat desa tidak kehilangan identitas budaya yang selama ini menjadi ciri khas.
Menjelang malam takbiran, suasana di Desa Kepét diperkirakan akan semakin ramai. Tradisi takbir keliling yang biasanya dilakukan warga menjadi agenda yang paling dinanti anak-anak dan remaja. Kendaraan bak terbuka dihias dengan ornamen sederhana dan pengeras suara untuk mengumandangkan takbir mengelilingi wilayah desa.
Meski perayaan dilakukan secara sederhana, masyarakat mengaku suasana kebersamaan jauh lebih terasa dibanding kemeriahan berlebihan. Warga berharap Hari Raya Idul Adha tahun 2026 membawa keberkahan, kedamaian, serta rezeki yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Ucapan Hari Raya Idul Adha 2026 dari Pemerintah Desa Kepét pun menjadi simbol harapan agar masyarakat tetap menjaga persatuan, memperkuat nilai keagamaan, serta terus memelihara tradisi kebersamaan yang selama ini hidup di tengah warga Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah Tahun 2026. Semoga semangat pengorbanan dan keikhlasan selalu menyertai langkah kita semua,” demikian pesan yang disampaikan Pemerintah Desa Kepét kepada masyarakat.














Respon (2)