banner 728x250
TNI  

Koramil Sukapura Dukung Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Wonotoro

banner 120x600
banner 468x60

Probolinggo – Komando Rayon Militer (Koramil) 0820/08 Sukapura berperan aktif dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam, dengan berpartisipasi dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (29/4). Kegiatan ini dihadiri oleh Danramil 0820/08 Sukapura, Kapten Arm Imam Wahyudi, bersama dengan unsur Forkopimka Sukapura dan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo.

Pembentukan Desa Tangguh Bencana ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam dengan cara yang mandiri dan terstruktur. Kapten Arm Imam Wahyudi, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa pembentukan Destana bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan mitigasi serta penanggulangan bencana dengan lebih efektif.

banner 325x300

“Tujuan dibentuknya Destana adalah untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana, mengurangi risiko dampaknya, dan memaksimalkan sumber daya yang ada di desa,” ujar Kapten Imam Wahyudi.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki perencanaan kontinjensi yang baik agar masyarakat memahami peran dan tugas masing-masing dalam menghadapi bencana. Menurutnya, desa tangguh bencana bukan hanya sebuah konsep, melainkan harus bisa diwujudkan dengan kesiapan masyarakat untuk menghadapi ancaman bencana dan pulih dengan cepat setelahnya.

“Penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” jelas Kapten Imam Wahyudi. Ia mengimbau kepada seluruh peserta pelatihan untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, agar hasil yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Proses pembentukan Destana melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan yang berfokus pada pengurangan risiko bencana. Kapten Imam menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan desa yang tangguh, terutama di wilayah rawan bencana seperti Kecamatan Sukapura.

“Ke depan, kami berharap desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo dapat mengikuti langkah serupa, untuk meningkatkan ketangguhan kita bersama dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan wilayah, khususnya di daerah rawan bencana seperti erupsi Gunung Bromo yang sering terjadi di wilayah Probolinggo.

(Pendim0820Probolinggo)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *