Jakarta | BRI memfasilitasi penyaluran bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali dalam Asian Games ke-20 serta Asian Para Games ke-5. Penyerahan bonus tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026, di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Peristiwa ini menandai penyaluran penghargaan bagi para penerima yang meraih medali pada kedua ajang tersebut, dengan BRI berperan memfasilitasi proses penyalurannya. Estimasi total bonus yang disalurkan mencapai Rp158 miliar per 28 Oktober 2026.
Angka tersebut merupakan estimasi keseluruhan bonus bagi atlet dan pelatih yang berhak menerima penghargaan atas pencapaian medali. Penyebutan nilai itu memberikan gambaran mengenai besaran penyaluran yang difasilitasi BRI, sementara penyerahannya dilaksanakan di hadapan Presiden. Informasi mengenai nilai bonus mengacu pada estimasi per tanggal 28 Oktober 2026, sehari sebelum penyerahan berlangsung. Dengan demikian, waktu dan nilai yang disebutkan merujuk pada keterangan yang tersedia dalam rangkaian peristiwa ini.
Penyaluran ini mencakup penerima dari dua kompetisi, yakni Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5. Atlet maupun pelatih peraih medali termasuk dalam kelompok penerima bonus yang difasilitasi. Keterangan tersebut menegaskan cakupan penghargaan tanpa merinci cabang olahraga, hasil pertandingan, ataupun rincian individu penerima. Fokus utama peristiwa adalah fasilitasi penyaluran bonus, lokasi dan waktu penyerahan, serta estimasi total dana yang disiapkan bagi para penerima dari kedua ajang.
Melalui fasilitasi tersebut, BRI terlibat dalam penyaluran bonus kepada atlet dan pelatih yang telah meraih medali. Penyerahan di Istana Negara pada 29 Oktober 2026 menjadi bagian dari peristiwa yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, estimasi sebesar Rp158 miliar mencerminkan nilai total bonus per 28 Oktober 2026. Informasi ini merangkum pokok penyaluran bonus bagi peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5, tanpa menambahkan rincian lain mengenai kompetisi ataupun tata cara penyerahan.
BRI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memfasilitasi penyaluran bonus kepada para penerima melalui rekening masing-masing. Secara keseluruhan, terdapat 219 rekening yang difasilitasi dalam penyaluran ini. Rekening tersebut ditujukan kepada dua kelompok penerima, yakni atlet dan pihak lain yang berhak menerima bonus terkait Asian Games 2026 serta Asian Para Games 2026. Skema melalui rekening menjadi bagian dari proses penyaluran yang melibatkan BRI dan Kemenpora, dengan jumlah rekening serta nilai bonus yang dibedakan menurut kelompok penerima.
Dari keseluruhan rekening tersebut, sebanyak 117 rekening ditujukan bagi penerima bonus Asian Games 2026. Nilai bonus yang terkait dengan kelompok ini diperkirakan mencapai sekitar Rp61 miliar. Angka tersebut merupakan estimasi nominal, bukan jumlah final yang dinyatakan telah diterima oleh setiap pemilik rekening. Dengan demikian, jumlah rekening memberi gambaran mengenai cakupan penerima yang difasilitasi, sementara perkiraan nilai menunjukkan besaran dana yang dialokasikan untuk kelompok bonus Asian Games.
Sementara itu, 102 rekening lainnya diperuntukkan bagi penerima bonus Asian Para Games 2026. Estimasi nominal bonus bagi kelompok ini berada di kisaran sekitar Rp97 miliar. Seperti pada kelompok Asian Games, angka tersebut tetap berstatus perkiraan dan perlu dipahami sebagai nilai estimasi untuk penyaluran bonus. Pembagian 219 rekening ke dalam dua kelompok ini memperlihatkan cakupan fasilitasi yang dilakukan melalui kerja sama BRI dan Kemenpora. Rincian tersebut juga membedakan jumlah rekening dan estimasi dana bagi masing-masing ajang, tanpa mengubah status nilai yang masih berupa perkiraan.
Rincian penerima bonus mencakup dua kelompok ajang, yaitu Asian Games dan Asian Para Games, dengan jumlah atlet serta pelatih yang berbeda. Untuk Asian Games, tercatat sebanyak 87 atlet dan 30 pelatih sebagai penerima. Adapun pada Asian Para Games, jumlah penerimanya terdiri atas 65 atlet dan 37 pelatih. Data tersebut memperlihatkan komposisi penerima menurut kategori, sekaligus menjadi dasar pengelompokan penyaluran bonus melalui rekening yang telah disiapkan.
Pembagian rekening mengikuti kategori penerima yang tercantum dalam informasi penyaluran. Dengan demikian, rekening untuk kelompok Asian Games berkaitan dengan 87 atlet dan 30 pelatih, sedangkan kelompok Asian Para Games berkaitan dengan 65 atlet dan 37 pelatih. Pengelompokan ini membantu proses administrasi agar penyaluran kepada atlet dan pelatih dari masing-masing ajang dapat dibedakan serta ditelusuri dengan lebih teratur. Rincian jumlah orang juga memberi gambaran tentang cakupan penerima yang dilayani melalui fasilitas perbankan tersebut.
Jumlah penerima tidak dapat digunakan untuk menghitung besaran bonus yang diterima setiap orang. Informasi yang tersedia hanya mencantumkan banyaknya atlet dan pelatih pada masing-masing kategori, bukan nilai bonus per individu ataupun rincian nominal berdasarkan peran dan prestasi. Karena itu, angka 87 atlet dan 30 pelatih untuk Asian Games serta 65 atlet dan 37 pelatih untuk Asian Para Games perlu dipahami sebagai jumlah penerima, bukan sebagai dasar untuk menyimpulkan nilai pembayaran. Pemisahan kategori dan rekening menjelaskan cakupan administrasi penyaluran, sementara nominal tetap merujuk pada ketentuan yang tidak dirinci dalam data ini.
Rincian tersebut juga menegaskan bahwa penyaluran mencakup atlet maupun pelatih, bukan hanya para atlet yang bertanding. Pada Asian Games, kelompok pelatih berjumlah 30 orang, sedangkan pada Asian Para Games jumlahnya 37 orang. Angka ini melengkapi data atlet dan menunjukkan bahwa kedua kelompok memiliki tempat dalam daftar penerima. Pencatatan menurut ajang dan kategori penerima memungkinkan informasi jumlah penerima disampaikan secara jelas tanpa mencampur kelompok atau mengubahnya menjadi perkiraan nilai bonus. Dengan acuan ini, publik dapat memahami siapa saja yang tercakup dalam penyaluran serta bagaimana pembagian rekening berkaitan dengan kelompok penerimanya.
Acara penyaluran bonus bagi atlet peraih prestasi di Asian Games dan Asian Para Games turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Hadir pula Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y. S., serta SEVP Institutional Business BRI Suyitno. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan keterlibatan pemerintah dan BRI dalam mendukung apresiasi bagi atlet Indonesia. Penyerahan bonus menjadi bagian dari perhatian terhadap kontribusi para atlet yang telah berjuang dalam ajang olahraga internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Erick mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap perjuangan dan kesejahteraan atlet Indonesia. Menurutnya, dukungan kepada atlet tidak hanya berkaitan dengan penghargaan atas capaian di arena pertandingan, tetapi juga dengan pengakuan terhadap kerja keras yang mereka jalani. Perjuangan atlet membutuhkan kedisiplinan, persiapan, dan ketekunan, sementara kompetisi internasional menuntut mereka untuk tampil membawa nama bangsa. Perhatian terhadap kesejahteraan atlet menjadi salah satu wujud dukungan negara terhadap mereka yang telah berkontribusi bagi olahraga nasional.
Erick memandang pemberian bonus sebagai bentuk penghormatan negara atas usaha dan prestasi atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Apresiasi tersebut ditujukan kepada para atlet yang berlaga di Asian Games maupun Asian Para Games, dengan mengakui pencapaian mereka dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara. Penghargaan juga menegaskan bahwa hasil yang diraih atlet membawa kebanggaan bagi masyarakat dan Indonesia. Melalui penyaluran bonus yang difasilitasi BRI, dukungan bagi para atlet diwujudkan dalam bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Kehadiran perwakilan BRI bersama Menpora dalam acara ini memperlihatkan sinergi dalam pelaksanaan penyaluran, sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan penghormatan kepada atlet. Perhatian tersebut menempatkan kerja keras dan kesejahteraan atlet sebagai bagian penting dari dukungan terhadap prestasi olahraga Indonesia.
Baca juga: Aditya Menjadi Pemenang Kualifikasi Speed Asian Games 2026 | Kemenangan Dramatis Ubed di Asian Games 2026 | Penurunan Peringkat Indonesia di Asian Games 2026






