banner 728x250
Polri  

Polantas Tuban Menyapa, Warga Kini Mudah Pahami STNK, BPKB, dan SIM

Polantas Tuban Menyapa, Warga Kini Mudah Pahami STNK, BPKB, dan SIM
banner 120x600
banner 468x60

TUBAN — Pasar pagi di Kabupaten Tuban mendadak ramai bukan karena transaksi, tetapi oleh suara pertanyaan warga yang menghampiri meja kecil petugas polisi lalu lintas.

Bukan razia, bukan pula operasi tilang. Beberapa anggota Satlantas <a href="https://kupasberita.net/bhakti-sosial-90-33-tahun-mengabdi-untuk-negri-lulusan-akabri-1990/”>Polres Tuban justru membuka layanan informasi dokumen kendaraan. Warga menepi, membaca brosur, atau sekadar bertanya seputar SIM, STNK, dan BPKB.

banner 325x300

“Pak, masa berlaku SIM saya sudah mau habis, gimana cara perpanjangnya?” tanya seorang pengendara motor sambil menatap lembaran brosur. Tak jauh dari situ, pedagang pasar menanyakan pajak kendaraan dan prosedur balik nama mobil bekasnya.

Program itu dikenal dengan Polantas Tuban Menyapa, inisiatif baru yang membawa layanan kepolisian langsung ke tengah aktivitas warga. Alih-alih menunggu masyarakat datang ke kantor, polisi turun ke lapangan: pasar tradisional, permukiman, hingga ruang publik ramai menjadi titik kegiatan.

Pendekatan ini membuat suasana terasa santai. Tidak ada meja resmi atau antrean panjang. Petugas berdiri di samping warga, menjawab pertanyaan sambil sesekali memberikan edukasi keselamatan berkendara.

SIM Jadi Sorotan Utama Warga

Dari berbagai pertanyaan yang muncul, pembuatan dan perpanjangan SIM paling sering dibahas. Warga banyak yang belum paham tahapan pengajuan, mulai dari persyaratan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga ujian teori dan praktik.

Petugas menjelaskan proses satu per satu, menekankan bahwa SIM bukan sekadar dokumen, tapi bukti kemampuan mengemudi yang aman di jalan raya. Sambil berdialog, beberapa pengendara baru menyadari pentingnya memperhatikan masa berlaku SIM agar administrasi tidak terkendala.

STNK dan BPKB Tidak Ketinggalan

Selain SIM, warga juga menanyakan prosedur pengurusan STNK tahunan dan lima tahunan, pembayaran pajak, mutasi kendaraan antar daerah, hingga balik nama BPKB. Banyak yang baru memahami bahwa setiap tahapan administrasi perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Petugas pun mengingatkan agar dokumen selalu dijaga. Kehilangan STNK atau BPKB bisa memicu proses panjang dan rumit.

Keselamatan Berkendara Tetap Jadi Prioritas

Di sela diskusi, polisi menyelipkan pesan keselamatan. Helm standar wajib digunakan pengendara sepeda motor, dokumen kendaraan harus dibawa, dan rambu lalu lintas dipatuhi. Petugas juga menyinggung risiko kecelakaan akibat kelalaian pengendara, menekankan pentingnya kesadaran berlalu lintas sejak dini.

Warga Berani Menyampaikan Keluhan

Menariknya, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat menyampaikan keluhan. Jalan rusak, minim penerangan, dan rambu lalu lintas yang kurang mendapat perhatian serius. Masukan warga dicatat petugas untuk evaluasi pelayanan lalu lintas.

Pendekatan langsung ini membuat hubungan polisi dan masyarakat lebih akrab. Warga merasa nyaman bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan aspirasi tanpa tekanan formal.

Antusiasme Tinggi di Lapangan

Di beberapa titik, warga rela meluangkan waktu untuk berkonsultasi. Ada yang ingin memastikan syarat perpanjangan SIM, ada pula yang menanyakan prosedur STNK dan BPKB. Bagi banyak warga, layanan ini mempermudah pemahaman mereka mengenai dokumen kendaraan yang sebelumnya terasa rumit.

Melalui Polantas Tuban Menyapa, Satlantas Polres Tuban berharap masyarakat semakin sadar pentingnya kelengkapan dokumen sekaligus tertib berkendara. Dengan layanan langsung di lapangan, komunikasi lebih terbuka, dan akses informasi lebih mudah, hubungan polisi dan warga pun perlahan terasa semakin dekat.

Bagi masyarakat Tuban, program ini menjadi cara baru memperoleh informasi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor pelayanan.

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *