banner 728x250

Semipro 2026 Berakhir, Rumput Stadion Bayuangga Mengering, Warga Minta Penyelenggaraan Dievaluasi

Semipro 2026 Berakhir, Rumput Stadion Bayuangga Mengering, Warga Minta Penyelenggaraan Dievaluasi
banner 120x600
banner 468x60

PROBOLINGGO – Kondisi lapangan utama Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, menjadi sorotan masyarakat setelah berakhirnya gelaran Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2026. Sejumlah bagian rumput lapangan terlihat mengering dan berubah warna menjadi kecokelatan, memunculkan harapan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap penggunaan stadion sebagai lokasi kegiatan berskala besar.

Berdasarkan pantauan di kawasan Stadion Bayuangga usai seluruh rangkaian Semipro 2026 berakhir, kualitas rumput di beberapa titik tampak mengalami penurunan dibandingkan sebelum kegiatan berlangsung. Area yang selama sepekan menjadi pusat berbagai aktivitas tersebut kini menunjukkan perubahan pada permukaan lapangan.

banner 325x300

Semipro 2026 merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Probolinggo yang menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, hiburan rakyat hingga konser musik. Selama penyelenggaraan acara, ribuan pengunjung memadati kawasan stadion, sementara puluhan stan dan berbagai fasilitas pendukung ditempatkan di area sekitar lapangan.

Kondisi rumput yang mengering memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Warga menilai penggunaan stadion untuk kegiatan nonolahraga perlu disertai langkah mitigasi agar tidak berdampak terhadap kualitas lapangan yang merupakan fasilitas olahraga publik.

“Stadion seharusnya tetap menjadi prioritas untuk aktivitas olahraga. Kalau memang digunakan untuk acara besar, harus ada upaya menjaga agar rumput dan fasilitasnya tidak rusak,” ujar Wawan, salah seorang warga yang ditemui di sekitar Stadion Bayuangga, Senin (13/7/2026).

Menurut warga, evaluasi terhadap lokasi penyelenggaraan Semipro perlu dilakukan agar fungsi utama Stadion Bayuangga sebagai sarana olahraga tetap terjaga. Selain itu, mereka berharap setiap kegiatan berskala besar yang menggunakan fasilitas publik dilengkapi dengan rencana perlindungan aset serta pemulihan lapangan setelah acara selesai.

Warga juga mendorong pemerintah mempertimbangkan alternatif lokasi penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang apabila dinilai berpotensi memengaruhi kondisi fasilitas olahraga. Langkah tersebut dinilai penting agar keseimbangan antara pelaksanaan kegiatan masyarakat dan keberlangsungan fungsi stadion dapat tetap terjaga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Probolinggo maupun instansi terkait mengenai penyebab mengeringnya rumput Stadion Bayuangga, hasil evaluasi pascapelaksanaan Semipro 2026, maupun rencana perawatan dan pemulihan lapangan.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Pemerintah Kota Probolinggo dan pengelola Stadion Bayuangga guna mendapatkan penjelasan mengenai kondisi tersebut. Apabila telah diperoleh, tanggapan resmi akan dimuat sebagai bagian dari pembaruan berita sesuai prinsip keberimbangan.

Masyarakat berharap kondisi lapangan dapat segera dipulihkan sehingga kembali layak digunakan untuk aktivitas olahraga, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan kegiatan berskala besar pada tahun-tahun mendatang.

(Edi D/Bbg/DW/**)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *