banner 728x250

Mobil Jurnalis Dibobol Saat Parkir di Depok, Tas Berisi Barang Berharga Raib

Mobil Jurnalis Dibobol Saat Parkir di Depok, Tas Berisi Barang Berharga Raib
banner 120x600
banner 468x60

DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Jurnalis Investortrust.id, Fana Fadzikirillahi Suparman, menjadi korban pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil di Depok. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Oktober 2026, ketika kendaraan yang digunakan korban terparkir di area Rumah Makan Padang Jaya, Jalan Kemakmuran Raya, Depok. Mobil itu berada di lokasi parkir saat insiden berlangsung.

Dalam kejadian tersebut, kaca mobil korban dibobol. Pelaku kemudian mengambil sebuah tas yang berada di dalam kendaraan. Tas itu berisi sejumlah barang berharga milik Fana. Setelah menyadari kendaraannya mengalami kerusakan dan tasnya hilang, korban mengetahui bahwa dirinya telah menjadi sasaran pencurian dengan modus pecah kaca.

banner 325x300

Peristiwa ini menimpa Fana ketika ia sedang berada di Rumah Makan Padang Jaya. Kendaraan yang semula terparkir dalam kondisi utuh ditemukan dengan salah satu kacanya telah pecah. Barang-barang yang disimpan dalam tas tersebut turut raib dari dalam mobil.

Pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil kerap menyasar kendaraan yang ditinggalkan di area parkir. Namun, dalam peristiwa yang dialami jurnalis Investortrust.id ini, informasi yang dapat disampaikan berkaitan dengan lokasi, waktu, korban, serta barang yang hilang. Kejadian berlangsung di Jalan Kemakmuran Raya, Depok, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dan menyebabkan tas berisi barang berharga milik Fana Fadzikirillahi Suparman raib.

Fana datang ke lokasi bersama keluarganya untuk makan malam. Kedatangan tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Setibanya di tempat itu, kendaraan yang digunakan Fana diparkir di lokasi yang sama. Pada saat itu, terdapat dua mobil lain yang juga terparkir di tempat tersebut. Keadaan lokasi ketika Fana dan keluarganya tiba ditandai dengan adanya tiga kendaraan yang berada di area parkir, termasuk mobil milik Fana.

Setelah memarkirkan mobil, Fana bersama keluarganya meninggalkan kendaraan tersebut untuk makan malam. Mereka berada di lokasi yang dituju, sementara mobil tetap terparkir di tempat semula. Tidak disebutkan adanya kejadian tertentu pada saat Fana dan keluarganya meninggalkan kendaraan. Rangkaian peristiwa kemudian diketahui setelah sekitar 15 menit berlalu sejak kendaraan ditinggalkan.

Sekitar 15 menit setelah meninggalkan mobil, Fana kembali ke kendaraan bersama keluarganya. Ketika tiba dan memeriksa kondisi mobil, ia mendapati kaca pada pintu belakang kiri sudah pecah. Kerusakan tersebut diketahui setelah kendaraan ditinggalkan selama kurang lebih seperempat jam di lokasi parkir. Dengan demikian, kronologi bermula ketika Fana datang bersama keluarga sekitar pukul 19.00 WIB untuk makan malam, melihat dua mobil lain terparkir di tempat itu, lalu meninggalkan kendaraannya. Sekitar 15 menit kemudian, saat kembali, Fana menemukan kaca pintu belakang kiri mobilnya telah pecah.

Pencurian tersebut menimbulkan kerugian bagi korban setelah kaca mobil dipecahkan saat kendaraan diparkir di Depok. Setelah kembali dari tempat makan dan memeriksa kondisi kendaraannya, korban mendapati adanya kerusakan pada bagian kaca mobil. Pemeriksaan itu kemudian mengungkap bahwa sebuah tas milik korban telah hilang dari dalam kendaraan.

Tas tersebut diketahui berisi dompet serta sejumlah barang berharga lainnya. Hilangnya tas tidak hanya menyebabkan korban kehilangan barang-barang pribadi, tetapi juga dapat mengganggu berbagai keperluan yang berkaitan dengan isi dompet dan barang berharga tersebut. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara rinci jenis, jumlah, maupun nilai barang yang ikut raib dalam kejadian itu.

Kerugian korban baru diketahui setelah ia selesai makan dan kembali menuju mobil. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pencurian kemungkinan berlangsung ketika kendaraan ditinggalkan dalam keadaan terparkir, sementara korban tidak berada di dekatnya. Saat kembali, korban harus menghadapi dua dampak sekaligus, yakni kerusakan pada kendaraan akibat kaca yang dipecahkan dan kehilangan tas yang disimpan di dalam mobil.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa barang pribadi yang ditinggalkan di dalam kendaraan tetap berisiko menjadi sasaran pencurian, terutama ketika keberadaannya dapat terlihat atau kendaraan berada tanpa pengawasan langsung. Bagi korban, pemeriksaan setelah kembali ke kendaraan menjadi momen ketika kehilangan tersebut terungkap. Selain nilai barang yang hilang, insiden ini juga menambah beban karena kendaraan memerlukan penanganan akibat kerusakan kaca. Sampai informasi yang tersedia, belum ada perincian lebih lanjut mengenai barang-barang lain yang mungkin berada di dalam tas maupun total kerugian yang dialami korban.

Fana Fadzikirillahi Suparman merupakan jurnalis yang bekerja di Investortrust.id. Identitas tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan mengenai insiden pembobolan mobil ketika dirinya sedang memarkirkan kendaraan di Depok. Dalam menjalankan pekerjaannya, Fana dikenal sebagai bagian dari lingkungan pers yang memiliki perhatian terhadap penyampaian informasi kepada publik melalui media tempatnya bekerja.

Selain menjalankan tugas jurnalistik di Investortrust.id, Fana Fadzikirillahi Suparman juga menjabat sebagai Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur organisasi wartawan yang memiliki bidang kerja penelitian dan pengembangan. Keterangan mengenai posisi ini disampaikan untuk memberikan gambaran tentang aktivitas profesional dan organisasi korban.

Peran Fana di Iwakum melengkapi identitasnya sebagai pekerja media yang aktif dalam organisasi kewartawanan. Penyebutan jabatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghubungkan kedudukannya di Iwakum dengan peristiwa pencurian yang dialaminya. Informasi yang tersedia hanya menerangkan bahwa Fana merupakan jurnalis Investortrust.id sekaligus Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan Iwakum.

Dengan demikian, profil korban dalam peristiwa ini mencakup dua aktivitas profesional, yaitu bekerja sebagai jurnalis di Investortrust.id dan menjalankan tanggung jawab organisasi di Iwakum. Kedua keterangan itu menjadi konteks mengenai sosok Fana Fadzikirillahi Suparman, tanpa memberikan kesimpulan lain di luar informasi yang telah disampaikan. Profil tersebut juga membantu pembaca memahami latar belakang korban secara proporsional dalam berita mengenai mobil jurnalis yang dibobol saat parkir di Depok.

banner 325x300