banner 728x250

Kodam XXVI/Mataram Berbasis di Godean, Sleman, dengan Lahan Sultan Ground

Enam Kodam Baru TNI AD Diresmikan, Ini Daftar Pangdam dan Wilayahnya
banner 120x600
banner 468x60

KABUPATEN SLEMAN, Daerah Istimewa Yogyakarta, 6 Oktober — Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XXVI/Mataram dipastikan akan dibangun di Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Lokasi tersebut akan menjadi pusat komando satuan baru yang direncanakan hadir untuk memperkuat struktur pertahanan dan koordinasi kewilayahan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta kawasan sekitarnya.

Lahan yang disiapkan untuk pembangunan markas berada di atas Sultan Ground, yakni tanah milik Kasultanan Yogyakarta. Pemanfaatan lahan itu telah memperoleh persetujuan dan izin dari pihak Keraton Yogyakarta. Dengan demikian, penetapan Sidoluhur sebagai lokasi markas Kodam XXVI/Mataram dilakukan melalui mekanisme yang melibatkan pemilik serta pengelola tanah kasultanan.

banner 325x300

Kepala Penerangan Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, menyampaikan bahwa penentuan titik akhir lokasi telah melewati proses peninjauan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian lahan dengan kebutuhan pembangunan markas, termasuk aspek lokasi dan kesiapan pemanfaatannya. Setelah proses itu, Sidoluhur ditetapkan sebagai titik yang akan digunakan untuk pembangunan kompleks markas.

Menurut Suwito, lokasi tersebut ditunjukkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Keterangan itu mempertegas bahwa pemilihan lahan tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan teknis, tetapi juga telah mendapat arahan dari pihak Kasultanan. Persetujuan Keraton menjadi bagian penting dalam proses penyediaan lahan, mengingat area yang dipilih berstatus Sultan Ground.

Rencana pembangunan markas di Godean sekaligus menempatkan Kabupaten Sleman sebagai wilayah strategis bagi kehadiran Kodam XXVI/Mataram. Tahapan berikutnya berkaitan dengan penyiapan pembangunan dan pengaturan teknis di lapangan, sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah, pihak militer, dan Keraton Yogyakarta akan menjadi unsur yang berkaitan dengan kelanjutan rencana tersebut.

Kodam XXVI/Mataram ditetapkan sebagai salah satu dari enam Komando Daerah Militer (Kodam) yang resmi dibentuk pada 5 Oktober. Pembentukan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dengan penetapan ini, Kodam XXVI/Mataram menjadi bagian dari susunan komando militer yang baru dan memiliki posisi penting dalam pengaturan kendali satuan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Perubahan tersebut berpengaruh langsung terhadap rantai komando militer di DIY. Sebelum Kodam XXVI/Mataram dibentuk, wilayah DIY berada di bawah kendali Kodam IV/Diponegoro. Setelah pembentukan Kodam baru, pengendalian atas wilayah tersebut akan dialihkan dari Kodam IV/Diponegoro kepada Kodam XXVI/Mataram. Dengan demikian, satuan-satuan di DIY tidak lagi berada dalam hubungan komando yang sama seperti sebelumnya.

Pengalihan kendali ini mencakup sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) yang berada di wilayah DIY. Satuan yang terdampak meliputi Kodim Kota Yogyakarta, Kodim Sleman, Kodim Bantul, Kodim Kulon Progo, dan Kodim Gunungkidul. Kelima satuan tersebut menjadi bagian dari perubahan hubungan komando setelah Kodam XXVI/Mataram resmi dibentuk.

Posisi Kodam XXVI/Mataram, dengan demikian, menandai perubahan administratif dan struktural dalam pengelolaan komando militer di DIY. Wilayah yang sebelumnya berada di bawah Kodam IV/Diponegoro akan berada di bawah kendali langsung Kodam XXVI/Mataram. Peralihan ini menjadi konsekuensi dari pembentukan Kodam baru yang diumumkan pada tanggal yang sama dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Satuan-satuan Kodim di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul merupakan unsur yang disebut terdampak oleh perubahan tersebut.

Penetapan Godean sebagai lokasi berbasis Kodam XXVI/Mataram dilakukan setelah melalui proses peninjauan terhadap sejumlah alternatif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim survei dari Mabes TNI Angkatan Darat, bersama unsur Kodam IV/Diponegoro dan Korem 072/Pamungkas, sebelumnya mendatangi beberapa wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pembangunan markas. Pilihan tersebut mencakup kawasan di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, serta sejumlah lokasi lain di Kabupaten Sleman. Peninjauan dilakukan untuk membandingkan kondisi lahan, aksesibilitas, kesesuaian tata ruang, dan dukungan lingkungan di setiap wilayah.

Dari rangkaian penilaian itu, Godean akhirnya dipilih karena lahannya dinilai lebih siap untuk mendukung kebutuhan pembangunan markas. Lokasinya juga memiliki posisi strategis karena dapat dijangkau dari berbagai wilayah di DIY serta terhubung dengan jaringan jalan yang mendukung mobilitas personel dan peralatan. Pertimbangan lain ialah kedekatannya dengan rencana markas baru Polda DIY di Sidomulyo, Godean, Sleman. Kedekatan dua fasilitas strategis tersebut dipandang dapat memperkuat koordinasi dan mendukung pengembangan kawasan secara terpadu, meskipun keputusan akhir tetap harus mengikuti ketentuan perencanaan dan administrasi yang berlaku.

Namun, pemilihan lokasi belum serta-merta berarti pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan. Pelaksanaan proyek masih menunggu alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, diperlukan sejumlah persiapan kelembagaan dan teknis agar pembangunan memiliki dasar yang jelas. Persiapan itu lain mencakup pembentukan struktur organisasi Kodam, penetapan pembagian tugas, serta pemenuhan badan pelaksana pendukung yang akan menangani perencanaan, pengadaan, pengawasan, dan pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, tahapan pembangunan markas di Godean bergantung pada kesiapan organisasi sekaligus kepastian pembiayaan dari pemerintah pusat.

Sebelum pembangunan markas permanen di Godean, Sleman, selesai, Kodam XXVI/Mataram akan menjalankan operasional sementara dari Makorem 072/Pamungkas di Kota Yogyakarta. Lokasi tersebut menjadi pusat awal untuk mengoordinasikan pekerjaan administrasi, perencanaan organisasi, serta komunikasi antarsatuan. Penggunaan markas Korem diharapkan memungkinkan struktur komando baru mulai bekerja tanpa menunggu seluruh fasilitas di lahan Sultan Ground selesai dibangun dan siap digunakan.

Pada waktu yang sama, penataan internal Korem 072/Pamungkas dilakukan secara bertahap. Sebagian kegiatan perkantoran dan dukungan logistik mulai dipindahkan ke Markas Batalyon Infanteri 403/Wirasada Pratista Kompi C, kawasan Demak Ijo, Sleman. Pemindahan ini dimaksudkan untuk menyiapkan ruang kerja dan fasilitas pendukung bagi operasional sementara, sekaligus menjaga agar pelayanan serta tugas rutin satuan tetap berjalan selama masa transisi. Proses tersebut dilakukan secara berangsur sesuai kesiapan tempat, kebutuhan organisasi, dan kelancaran distribusi perlengkapan.

Penyiapan sumber daya manusia untuk mengisi struktur Kodam baru juga sedang berlangsung. Perekrutan dan pemetaan personel dilakukan secara bertahap dengan melibatkan jajaran Kodim di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap anggota dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan jabatan serta kemampuan yang dimiliki. Kompetensi teknis, termasuk keterampilan mengoperasikan komputer, mengelola administrasi, atau mengemudikan kendaraan, menjadi bagian dari pertimbangan penempatan. Pendekatan ini ditujukan agar susunan personel mendukung pekerjaan komando, administrasi, komunikasi, dan logistik secara efektif.

Penempatan personel tidak dilakukan sekaligus, melainkan menyesuaikan perkembangan organisasi dan kebutuhan tiap bidang. Dengan cara tersebut, proses pembentukan Kodam XXVI/Mataram dapat berjalan terukur sembari menunggu markas utama di Godean berfungsi sepenuhnya. Pembagian tugas yang jelas juga diperlukan untuk mencegah tumpang tindih pekerjaan unsur Kodam, Korem, dan satuan bawahannya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru pada 5 Oktober. Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Drajad Brima Yoga ditunjuk sebagai Pangdam XXVI/Mataram. Penunjukan ini menjadi bagian penting dalam pembentukan kepemimpinan dan pengoperasian Kodam baru, termasuk pengendalian tahapan penataan organisasi, personel, serta pemindahan aktivitas menuju markas permanen.

banner 325x300