Jakarta | Partai NasDem belum menetapkan keputusan mengenai arah dukungan untuk Pemilihan Presiden 2029. Meski demikian, partai tersebut memastikan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai masa pemerintahan berjalan hingga 2029. Sikap ini menunjukkan bahwa NasDem masih membedakan dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berlangsung dan keputusan politik mengenai kontestasi pemilihan presiden berikutnya.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim menyampaikan hal tersebut saat dihubungi pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa NasDem mendukung Prabowo sampai 2029. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa hubungan politik NasDem dengan pemerintahan saat ini tetap berjalan, meskipun partai belum menyampaikan keputusan mengenai kandidat atau pasangan calon yang akan didukung untuk periode 2029-2034.
Dukungan hingga 2029 perlu dipahami dalam konteks keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo selama masa jabatan yang sedang berlangsung. Sikap tersebut tidak otomatis berarti NasDem telah memberikan dukungan terhadap pencalonan Prabowo untuk masa jabatan setelah 2029. Hingga kini, belum ada pernyataan dari partai yang memastikan pilihan tersebut.
Dengan demikian, posisi NasDem masih terbuka untuk perkembangan politik dan tahapan resmi Pilpres 2029. Partai itu memilih menunggu proses serta momentum yang sesuai sebelum menentukan sikap terkait pencalonan. Pada saat yang sama, NasDem tetap menempatkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo hingga 2029 sebagai sikap politik yang telah disampaikan secara jelas. Perbedaan kedua hal itu penting dicermati agar dukungan kepada pemerintah saat ini tidak keliru ditafsirkan sebagai keputusan final untuk pemilihan presiden periode berikutnya.
Partai NasDem belum menetapkan arah dukungan untuk pemilihan presiden periode 2029–2034. Sikap tersebut disampaikan karena rangkaian tahapan resmi pemilu untuk periode itu belum dimulai. Bagi NasDem, pembicaraan mengenai calon presiden dan pilihan politik partai perlu ditempatkan dalam konteks jadwal serta mekanisme pemilu yang berlaku, bukan diputuskan terlalu jauh sebelum prosesnya berjalan.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim menjelaskan bahwa partainya akan menunggu dimulainya tahapan pemilu sebelum membahas keputusan mengenai calon presiden. Dengan demikian, NasDem belum membuka pembahasan internal secara khusus mengenai figur yang akan diusung maupun kemungkinan dukungan pada Pilpres 2029. Pembahasan tersebut baru akan dilakukan setelah terdapat dasar resmi berupa tahapan pemilu yang telah berjalan.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa NasDem memilih pendekatan yang menyesuaikan perkembangan politik dan aturan pemilu. Partai tersebut tidak ingin mengambil keputusan pencapresan sebelum kerangka proses pemilihan presiden tersedia secara jelas. Waktu, mekanisme, serta dinamika politik yang muncul selama tahapan pemilu nantinya akan menjadi bagian dari pertimbangan sebelum partai menentukan sikap.
Di sisi lain, Bendahara Umum DPP NasDem Ahmad Sahroni menegaskan bahwa dukungan partainya kepada pemerintahan saat ini tetap berlangsung sampai 2029. Sikap mendukung pemerintah tersebut disebut tidak mengalami perubahan. Namun, posisi itu tidak serta-merta menjadi keputusan mengenai calon presiden untuk periode setelah 2029.
Untuk menentukan arah pencapresan setelah 2029, NasDem masih menunggu pembahasan RUU Pemilu yang sedang berlangsung. Partai belum menyampaikan keputusan lebih lanjut mengenai calon maupun bentuk dukungan pada periode berikutnya. Dengan menantikan perkembangan pembahasan regulasi dan dimulainya tahapan resmi pemilu, NasDem menempatkan keputusan pencapresan dalam proses politik yang akan datang.
Sejumlah partai politik telah lebih dahulu menyampaikan sikap mengenai pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2029. Partai Golkar menjadi salah satu partai yang menyatakan akan mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Wakil Ketua Umum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dikutip pada Jumat, 9 Oktober.
Pernyataan Golkar menunjukkan bahwa partai tersebut telah memiliki arah yang jelas untuk menghadapi Pilpres 2029. Namun, dukungan terhadap Prabowo sebagai calon presiden belum disertai penetapan calon wakil presiden. Ahmad Doli menjelaskan bahwa Golkar belum menentukan sosok yang akan mendampingi Prabowo. Penetapan calon wakil presiden biasanya dilakukan ketika tahapan pendaftaran pasangan calon sudah semakin dekat. Karena itu, keputusan mengenai calon wakil presiden masih menunggu perkembangan tahapan dan dinamika politik berikutnya.
Dukungan serupa disampaikan Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB. Wakil Ketua Umum PKB, Faisol Riza, menyampaikan sikap partainya kepada wartawan pada Senin, 12 Oktober. Faisol menyatakan bahwa PKB mendukung penuh pencalonan kembali Prabowo sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Menurut Faisol, PKB menilai Prabowo layak memimpin Indonesia selama dua periode. Pernyataan tersebut menegaskan posisi PKB yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden. Dengan sikap Golkar dan PKB tersebut, dukungan dari sejumlah partai untuk Prabowo telah terlihat lebih awal, meskipun proses resmi pencalonan dan penetapan pasangan calon masih mengikuti tahapan yang berlaku.
Partai Amanat Nasional (PAN) memastikan sikap politiknya untuk Pemilihan Presiden 2029 sudah jelas. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga menyampaikan pada Senin, 12 Oktober, bahwa partainya kembali memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Pernyataan tersebut menegaskan posisi PAN yang tidak lagi menempatkan dukungan kepada Prabowo sebagai wacana, melainkan sebagai sikap resmi partai dalam menghadapi agenda politik nasional mendatang.
Meski telah menentukan pilihan untuk calon presiden, PAN belum menyebutkan nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo. Partai tersebut menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai sosok cawapres kepada Prabowo sebagai calon presiden. Dengan demikian, PAN belum menetapkan figur pendamping ataupun menyampaikan kriteria tertentu terkait pasangan yang akan dibentuk. Penentuan cawapres masih menjadi kewenangan Prabowo dan akan dibahas sesuai perkembangan politik berikutnya.
Sikap PAN ini berbeda dengan posisi NasDem yang memastikan dukungan politik hingga Pilpres 2029, tetapi masih menunggu dimulainya tahapan pemilu serta pembahasan RUU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait pencapresan. Sementara itu, Golkar, PKB, dan PAN telah menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk kontestasi 2029. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah partai telah menyampaikan pilihan calon presiden, sedangkan NasDem masih menempatkan keputusan pencapresan pada perkembangan tahapan pemilu dan pembahasan regulasi. Belum ada keterangan mengenai konfigurasi koalisi maupun pasangan calon yang akan terbentuk.
Baca juga: Ucapan Terima Kasih Prabowo untuk Partai Demokrat | Prabowo Subianto Mengakui Kesalahan Saat Berpidato | Polemik Buku Islam Ala Prabowo: Indikasi Pelanggaran Hukum












