banner 728x250

43 Perahu Daur Ulang Karya Pasukan Oranye Ramaikan Cilung Fest di Sunter

43 Perahu Daur Ulang Karya Pasukan Oranye Ramaikan Cilung Fest di Sunter
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Sebanyak 43 perahu hias yang dibuat dari botol dan galon plastik bekas mengikuti Festival Perahu Cinta Lingkungan (Cilung Fest) 2026. Parade tersebut berlangsung di Waduk Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Perahu-perahu hasil daur ulang itu menjadi bagian utama kegiatan yang mengangkat tema cinta lingkungan.

Dalam festival tersebut, bahan plastik bekas dimanfaatkan sebagai material untuk membuat perahu hias. Botol dan galon yang telah digunakan tidak hanya menjadi benda yang dibuang, tetapi diolah menjadi bentuk perahu untuk ditampilkan dalam parade. Sebanyak 43 karya tersebut turut meramaikan Cilung Fest di kawasan Waduk Sunter Selatan.

banner 325x300

Pelaksanaan parade di waduk kawasan Sunter itu mempertemukan gagasan pemanfaatan kembali sampah plastik dengan kegiatan festival. Setiap perahu yang berpartisipasi dibuat dari bahan bekas berupa botol dan galon, sesuai dengan konsep daur ulang yang menjadi ciri kegiatan. Perhelatan ini berlangsung pada satu hari, yakni Minggu, 18 Oktober 2026, di Jakarta Utara.

Cilung Fest 2026 menghadirkan puluhan perahu daur ulang dalam satu rangkaian parade di Waduk Sunter Selatan. Jumlah peserta perahu yang tercatat mencapai 43, dengan seluruh karya menggunakan plastik bekas sebagai bahan pembuatannya. Kegiatan tersebut menjadi sorotan melalui perpaduan parade perahu hias dan pemanfaatan material yang sudah digunakan. Lokasi penyelenggaraan berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara, sementara nama festival merujuk pada Perahu Cinta Lingkungan. Dengan demikian, inti kegiatan ini terletak pada keikutsertaan 43 perahu hias berbahan botol dan galon plastik bekas dalam festival lingkungan yang digelar di Waduk Sunter Selatan pada 18 Oktober 2026.

Sebanyak 43 perahu yang tampil dalam Cilung Fest di Sunter merupakan hasil kreativitas Pasukan Oranye dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan bagaimana bahan yang sudah tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali menjadi bagian dari sebuah perayaan. Perahu-perahu itu bukan sekadar sarana untuk meramaikan festival, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan ulang sampah plastik dalam bentuk yang menarik perhatian pengunjung.

Setiap perahu memiliki tampilan hias yang beragam. Di bentuk yang terlihat terdapat macan, angsa, dan kodok. Perbedaan bentuk tersebut memberi ciri tersendiri pada setiap karya, sekaligus membuat deretan perahu tampak lebih berwarna dan bervariasi. Ragam hiasan itu menunjukkan keluasan ide yang dituangkan dalam karya-karya Pasukan Oranye, tanpa menghilangkan pesan utama tentang penggunaan kembali material yang tersedia.

Dalam pembuatannya, perahu-perahu tersebut memanfaatkan botol plastik dan galon plastik bekas. Pemanfaatan benda yang biasanya sudah tidak digunakan itu menjadi bagian penting dari nilai karya, karena material bekas dihadirkan kembali dalam bentuk yang dapat dinikmati di ruang festival. Informasi mengenai perahu-perahu ini menegaskan penggunaan botol serta galon plastik, tanpa perlu menambahkan dugaan tentang bahan lain ataupun rincian proses pembuatannya.

Karya berjumlah 43 unit itu turut menunjukkan kreativitas kolektif Pasukan Oranye dalam mengolah material bekas menjadi kreasi yang hadir di tengah masyarakat. Bentuk macan, angsa, dan kodok memberi variasi visual, sedangkan pemakaian botol serta galon plastik bekas mengaitkan karya tersebut dengan upaya pemanfaatan ulang sampah. Melalui kehadirannya di Cilung Fest, perahu-perahu itu menjadi bagian dari suasana acara sekaligus memperkenalkan hasil kreativitas petugas lingkungan kepada warga yang berkunjung ke kawasan Sunter.

Cilung Fest di Sunter diselenggarakan melalui UPS Badan Air dan menjadi bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia. Keterkaitan ini menempatkan festival dalam konteks peringatan tersebut, bukan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri tanpa hubungan dengan Hari Sungai Sedunia. Di dalam rangkaian itu, 43 perahu daur ulang karya Pasukan Oranye menjadi bagian yang meramaikan Cilung Fest. Dengan demikian, penyebutan festival dan karya perahu tersebut perlu dipahami bersama dengan informasi mengenai penyelenggaraannya melalui UPS Badan Air serta keterhubungannya dengan peringatan Hari Sungai Sedunia.

Informasi mengenai Cilung Fest memuat dua hal yang saling berkaitan: pelaksanaan festival melalui UPS Badan Air dan posisinya sebagai bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia. Kedua keterangan itu memberi konteks bagi acara yang berlangsung di Sunter. Perahu-perahu daur ulang karya Pasukan Oranye hadir dalam festival tersebut, dengan jumlah 43 unit sebagaimana disebutkan. Kehadiran karya itu menjadikan festival ramai, sementara keterangannya sebagai bagian dari peringatan Hari Sungai Sedunia menjelaskan kerangka kegiatan yang menaunginya. Tidak diperlukan keterangan tambahan untuk memahami hubungan yang dinyatakan acara, UPS Badan Air, dan peringatan tersebut.

Karena itu, Cilung Fest dapat disebut sebagai kegiatan yang diselenggarakan melalui UPS Badan Air dalam rangka peringatan Hari Sungai Sedunia. Rumusan ini mempertahankan hubungan yang dinyatakan tanpa menambahkan pihak penyelenggara lain, tema, ataupun tujuan khusus yang tidak disebutkan. Fokus informasi tetap pada festival di Sunter, kaitannya dengan peringatan Hari Sungai Sedunia, dan 43 perahu daur ulang karya Pasukan Oranye yang meramaikannya. Ketiga unsur tersebut membentuk gambaran ringkas tentang acara: nama kegiatan, konteks peringatannya, serta karya yang tampil. Penyebutan UPS Badan Air menjelaskan jalur penyelenggaraan Cilung Fest, sedangkan Hari Sungai Sedunia menandai konteks peringatannya.

Selain parade 43 perahu daur ulang karya Pasukan Oranye, Cilung Fest di Sunter juga dimeriahkan atraksi jet ski. Kegiatan ini menjadi bagian pendamping festival yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung di sekitar kawasan acara. Kehadiran atraksi tersebut melengkapi rangkaian kegiatan yang berpusat pada perahu-perahu hasil daur ulang, sekaligus membuat agenda festival mencakup hiburan dan ajakan untuk memperhatikan lingkungan. Atraksi jet ski disajikan sebagai salah satu kegiatan yang dapat disaksikan masyarakat selama festival berlangsung. Dengan demikian, Cilung Fest tidak hanya menghadirkan karya kreatif dari bahan yang dimanfaatkan kembali, tetapi juga menyertakan kegiatan lain yang turut memeriahkan suasana acara di Sunter.

Di samping hiburan, festival ini turut membawa kampanye pengelolaan sampah. Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Pemilahan menjadi langkah yang dapat dilakukan dalam keseharian, sebelum sampah dibawa keluar atau masuk ke tahap pengelolaan berikutnya. Ajakan tersebut mengingatkan masyarakat bahwa perhatian terhadap sampah dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan kebiasaan sederhana di rumah. Kampanye ini menjadi bagian dari kegiatan Cilung Fest, berdampingan dengan atraksi serta pameran perahu daur ulang. Penyampaian pesan mengenai pemilahan sampah memberi ruang bagi pengunjung untuk mengenali salah satu bentuk pengelolaan yang diperkenalkan dalam rangkaian festival, tanpa terlepas dari tema kepedulian lingkungan yang diangkat acara.

Bentuk kampanye lainnya adalah penukaran minyak jelantah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak membawa minyak goreng bekas untuk ditukarkan, sebagai bagian dari pesan agar minyak jelantah tidak diabaikan dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Ajakan menukar minyak jelantah melengkapi kampanye pemilahan sampah dari rumah dan memperluas topik pengelolaan yang diperkenalkan kepada pengunjung. Kedua pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kegiatan pendamping, bukan sekadar hiburan festival. Bersama atraksi jet ski dan parade perahu daur ulang, kampanye pemilahan sampah serta penukaran minyak jelantah membentuk rangkaian kegiatan Cilung Fest. Seluruh rangkaian itu merupakan upaya mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Baca juga: Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel

banner 325x300