banner 728x250

BYD Menyalip Honda dalam Peta Penjualan Mobil Indonesia hingga September 2026

BYD Menyalip Honda dalam Peta Penjualan Mobil Indonesia hingga September 2026
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, BYD berhasil berada di atas Honda dalam peta penjualan mobil Indonesia sepanjang Januari–September 2026. Pergeseran posisi tersebut terlihat dalam perbandingan kinerja merek yang dihimpun selama sembilan bulan pertama tahun ini. Data yang tersedia menunjukkan bahwa BYD mencatat penjualan lebih tinggi daripada Honda, sehingga persaingan antarmerek di pasar otomotif nasional memperlihatkan susunan yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

Perbandingan itu menggunakan dua jenis ukuran penjualan yang umum dipakai dalam industri otomotif. Ukuran pertama adalah wholesales, yaitu jumlah kendaraan yang dikirimkan produsen dari pabrik kepada diler. Angka ini menggambarkan distribusi kendaraan menuju jaringan penjualan, bukan transaksi langsung kepada pengguna akhir. Ukuran kedua adalah retail sales, yakni jumlah kendaraan yang dijual diler kepada konsumen. Karena memiliki definisi berbeda, kedua indikator tersebut perlu dibaca secara terpisah ketika menilai posisi setiap merek.

banner 325x300

Dalam kedua pencatatan tersebut, BYD ditempatkan di atas Honda untuk periode Januari–September 2026 berdasarkan bahan sumber yang digunakan dalam pembahasan ini. Artinya, keberhasilan BYD melampaui Honda tidak hanya dilihat dari arus kendaraan yang masuk ke diler, tetapi juga dari penjualan yang tercatat pada tingkat konsumen. Penyebutan dua indikator ini membantu memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai posisi masing-masing merek di pasar nasional.

Seluruh angka dan perbandingan dalam bagian ini bersumber dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebagaimana tercantum dalam bahan sumber. Data tersebut menjadi dasar untuk membaca perubahan peringkat penjualan merek mobil di Indonesia hingga September 2026. Dengan demikian, posisi BYD yang lebih tinggi daripada Honda merujuk pada pencatatan resmi berdasarkan periode dan kategori data yang telah ditetapkan, yakni wholesales serta retail sales.

Data wholesales mobil nasional sepanjang Januari–September 2026 menunjukkan perubahan menarik dalam peta persaingan merek. BYD tercatat berada di posisi kelima dengan pengiriman sebanyak 43.727 unit. Capaian tersebut menghasilkan pangsa pasar sebesar 6,4 persen, sekaligus menempatkan BYD di atas Honda dalam daftar penjualan kendaraan secara nasional.

Honda menempati peringkat ketujuh setelah Mitsubishi Fuso. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, wholesales Honda tercatat 29.903 unit dengan pangsa pasar 4,4 persen. Dengan demikian, terdapat selisih 13.824 unit pengiriman BYD dan Honda. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa BYD mampu membukukan volume distribusi yang lebih besar dalam periode yang sama, meskipun keduanya berada dalam kelompok merek dengan kontribusi signifikan terhadap pasar otomotif Indonesia.

Posisi di BYD dan Honda ditempati Mitsubishi Fuso, yang berada di peringkat keenam dengan wholesales 32.111 unit. Angka tersebut membuat Fuso unggul atas Honda sebanyak 2.208 unit, tetapi masih tertinggal dari BYD dengan selisih 11.616 unit. Susunan peringkat ini menempatkan BYD sebagai merek dengan posisi lebih tinggi, sementara Honda berada dua tingkat di bawahnya.

Peringkat tersebut menggambarkan performa penjualan berdasarkan distribusi kendaraan dari produsen atau agen pemegang merek ke jaringan penjualan, bukan penjualan langsung kepada konsumen akhir. Karena itu, data wholesales dapat menjadi indikator awal mengenai kekuatan pasokan dan permintaan terhadap suatu merek dalam periode tertentu. Dalam konteks Januari–September 2026, posisi BYD di atas Honda menjadi salah satu perubahan penting yang terlihat dalam daftar penjualan, tanpa berarti bahwa satu merek telah menguasai keseluruhan pasar atau seluruh pesaing telah tersingkir dari persaingan.

Peta penjualan mobil Indonesia hingga September 2026 menunjukkan Toyota masih menjadi merek dengan capaian wholesales tertinggi. Toyota memimpin dengan 197.809 unit, setara pangsa pasar 29,1 persen. Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan 112.442 unit atau 16,6 persen. Selisih jumlah unit kedua merek tersebut memperlihatkan kuatnya dominasi Toyota dan Daihatsu dalam daftar penjualan berdasarkan distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan penjualan.

Suzuki berada di peringkat ketiga dengan wholesales sebanyak 53.224 unit. Berikutnya, Mitsubishi Motors menempati posisi keempat setelah mencatatkan 48.414 unit. Pada posisi kelima terdapat BYD, sedangkan Mitsubishi Fuso berada di peringkat keenam. Kedua merek tersebut menjadi bagian dari jajaran sepuluh besar, meskipun angka wholesales masing-masing tidak dicantumkan dalam data yang menjadi dasar daftar ini.

Honda menempati posisi ketujuh dengan capaian 29.903 unit. Peringkat ini menempatkan Honda setelah BYD dan Mitsubishi Fuso dalam susunan penjualan hingga September 2026. Sementara itu, Jaecoo berada di posisi kedelapan dengan 27.234 unit dan pangsa pasar 4 persen. Kehadiran Jaecoo menjadi salah satu hal yang menarik dalam daftar tersebut karena merek ini langsung tercatat di delapan besar berdasarkan angka wholesales yang tersedia.

Dua posisi terakhir dalam daftar sepuluh besar ditempati Isuzu dan Hino. Isuzu berada di peringkat kesembilan dengan 22.975 unit, sedangkan Hino menempati posisi kesepuluh dengan 20.233 unit. Dengan demikian, urutan lengkapnya adalah Toyota, Daihatsu, Suzuki, Mitsubishi Motors, BYD, Mitsubishi Fuso, Honda, Jaecoo, Isuzu, dan Hino. Susunan ini menggambarkan persaingan antarmerek berdasarkan wholesales kumulatif hingga September 2026, dengan Toyota sebagai pemimpin dan Jaecoo sebagai salah satu nama yang menonjol dalam daftar tersebut.

Selain wholesales, peta penjualan mobil Indonesia hingga September 2026 juga dapat dilihat melalui retail sales, yaitu distribusi kendaraan dari diler kepada konsumen. Berdasarkan data tersebut, Toyota masih menempati posisi pertama dengan 194.519 unit. Daihatsu berada di urutan kedua dengan 109.376 unit, disusul Suzuki yang mencatat 54.179 unit. Mitsubishi Motors menempati posisi berikutnya dengan 50.407 unit.

BYD berada di peringkat kelima dalam daftar retail sales dengan penjualan sebanyak 42.710 unit. Angka ini menempatkannya di atas Honda yang membukukan 35.885 unit. Dengan demikian, posisi BYD dan Honda dalam retail sales sedikit berbeda dibandingkan susunan berdasarkan wholesales, tetapi hubungan keduanya tetap sama: BYD berada di depan Honda. Data ini menunjukkan bahwa keunggulan BYD tidak hanya terlihat pada distribusi kendaraan dari pabrikan ke jaringan penjualan, tetapi juga pada penyerapan unit oleh konsumen melalui diler.

Setelah Honda, daftar tersebut diisi Mitsubishi Fuso dengan 31.409 unit, Jaecoo dengan 26.886 unit, Isuzu dengan 22.018 unit, dan Hino dengan 19.223 unit. Urutan ini memperlihatkan komposisi yang mencakup merek Jepang yang telah lama beroperasi di Indonesia serta merek China yang mulai memperoleh porsi lebih besar dalam pencatatan penjualan. Jaecoo juga muncul dalam daftar sepuluh besar, meskipun volumenya masih berada di bawah BYD.

Perbandingan retail sales tersebut memperkuat gambaran bahwa persaingan merek China di pasar Indonesia semakin kuat. BYD telah mencatat volume penjualan yang menempatkannya di atas salah satu merek Jepang yang selama ini menjadi pemain utama. Posisi itu menjadi penanda penting dalam membaca perubahan komposisi persaingan merek kendaraan di Indonesia hingga September 2026, tanpa mengubah urutan dominasi Toyota dan Daihatsu pada dua posisi teratas.

banner 325x300