banner 728x250
Sport  

Dede Sunandar Tak Sadarkan Diri di Laga Tinju, Vicky Prasetyo Menangis dan Minta Doa

Dede Sunandar Tak Sadarkan Diri di Laga Tinju, Vicky Prasetyo Menangis dan Minta Doa
banner 120x600
banner 468x60

KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Dede Sunandar tidak sadarkan diri setelah tersungkur ke pinggir ring dalam pertandingan tinju melawan Vicky Prasetyo. Peristiwa tersebut terjadi saat keduanya tampil dalam sebuah celebrity match yang menjadi bagian dari acara Kapolda Fighter Match di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10).

Pertandingan itu mempertemukan tiga figur publik, yakni Vicky Prasetyo, Dede Sunandar, dan Bedu. Format laga yang digunakan berbeda dari pertandingan tinju pada umumnya karena berlangsung dengan skema dua lawan satu. Vicky berada di satu sisi, sedangkan Dede dan Bedu mengikuti pertandingan sebagai pasangan dalam duel tersebut.

banner 325x300

Situasi di dalam ring kemudian berubah ketika Dede tersungkur hingga ke area pinggir ring. Setelah kejadian itu, ia disebut tidak sadarkan diri. Momen tersebut menjadi perhatian penonton dan pihak-pihak yang berada di sekitar arena, mengingat pertandingan berlangsung sebagai bagian dari acara olahraga hiburan yang melibatkan para selebritas.

Kapolda Fighter Match digelar di GOR Kota Jambi dan dihadiri oleh masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian pertandingan tinju antarpesohor. Laga Vicky, Dede, dan Bedu menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian karena format dua lawan satu serta nama-nama yang terlibat.

Insiden yang dialami Dede membuat suasana pertandingan menjadi tegang. Vicky Prasetyo terlihat emosional setelah rekannya dalam laga tersebut tersungkur dan tidak sadarkan diri. Ia kemudian menangis serta meminta doa, sehingga perhatian di arena tidak lagi hanya tertuju pada jalannya duel, tetapi juga pada keadaan Dede setelah kejadian itu.

Peristiwa ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan celebrity match di Jambi. Pertandingan yang semula disaksikan sebagai hiburan berubah menjadi momen penuh perhatian setelah Dede Sunandar jatuh ke pinggir ring. Informasi mengenai insiden tersebut kemudian menjadi sorotan karena melibatkan figur publik dan terjadi dalam acara yang diselenggarakan di hadapan penonton.

Setelah Dede Sunandar terbaring dan mendapat penanganan dari petugas medis, suasana di sekitar arena tinju tampak dipenuhi kepanikan dan kekhawatiran. Gambaran tersebut terlihat dalam unggahan Instagram Vicky Prasetyo yang memperlihatkan kondisi Dede setelah pertandingan. Dalam unggahan itu, Dede tampak berada di atas sebuah kursi dengan kondisi belum sadarkan diri.

Vicky terlihat berada sangat dekat dengan Dede. Ia memeluk tubuh serta wajah Dede sambil menangis histeris. Ekspresi tersebut menunjukkan besarnya rasa cemas Vicky terhadap kondisi rekannya setelah laga berlangsung. Momen itu kemudian dibagikan kepada pengikutnya melalui media sosial, sekaligus disertai permintaan agar publik turut mendoakan Dede.

Video atau foto yang diunggah Vicky menjadi sumber gambaran mengenai situasi setelah Dede mendapatkan penanganan awal dari petugas medis. Namun, unggahan tersebut tidak memberikan keterangan lengkap mengenai pemeriksaan yang dilakukan, diagnosis, maupun perkembangan kondisi Dede setelah momen itu. Karena itu, keadaan Dede tidak dapat disimpulkan secara lebih jauh hanya berdasarkan visual yang dibagikan.

Informasi mengenai perawatan medis lanjutan juga belum tersedia dalam sumber tersebut. Yang tampak hanyalah Dede berada di atas kursi dalam keadaan belum sadarkan diri, sementara Vicky terus mendampinginya dengan penuh kekhawatiran. Tangisan Vicky dan permintaan doa yang disampaikannya memperlihatkan bahwa momen setelah pertandingan itu berlangsung emosional bagi orang-orang di sekitarnya. Perkembangan berikutnya tetap memerlukan keterangan resmi dari pihak terkait atau informasi terbaru mengenai kondisi Dede.

Vicky Prasetyo menyampaikan permintaan maaf setelah pertandingan tinju yang membuat Dede Sunandar harus mendapat perhatian serius. Permintaan tersebut disampaikan melalui unggahan yang dibagikan pada Minggu (4/10). Dalam unggahan itu, Vicky tidak hanya mengungkapkan rasa prihatin, tetapi juga meminta doa dari masyarakat untuk kondisi Dede.

Vicky menjelaskan bahwa pertandingan tersebut sejak awal diharapkan dapat menjadi tontonan yang menarik. Ia menyebut, dirinya dan pihak yang terlibat ingin memberikan pertarungan terbaik dalam format dua lawan satu. Meski berlangsung dalam suasana kompetisi, Vicky menegaskan bahwa pertandingan tetap dijalankan secara sportif dan sesuai semangat olahraga.

Melalui pesan yang sama, Vicky memohon doa agar Dede segera sehat kembali. Ia berharap kondisi Dede dapat berangsur membaik dan mendapat penanganan yang diperlukan. Permohonan doa itu menjadi bagian penting dari unggahan Vicky, terutama setelah kabar mengenai Dede yang tidak sadarkan diri menyebar.

Selain meminta doa, Vicky menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia juga memberikan penghormatan kepada Dede sebagai sosok yang telah menjalani pertandingan bersamanya. Pesan tersebut menekankan harapan agar Dede segera pulih, sekaligus menunjukkan bahwa Vicky menghargai perjuangan dan keberanian Dede selama berada di atas ring.

Unggahan pada Minggu (4/10) itu kemudian menjadi bentuk komunikasi Vicky kepada publik setelah laga berakhir. Ia menyampaikan penyesalan, permohonan doa, serta penghormatan kepada Dede tanpa mengurangi makna pertandingan yang telah mereka jalani secara sportif.

Hingga informasi dalam sumber tersebut ditulis, belum ada kabar terbaru mengenai kondisi Dede Sunandar setelah dirinya tidak sadarkan diri dalam pertandingan tinju. Situasi itu menjadi perhatian publik, terutama setelah Vicky Prasetyo membagikan unggahan yang memperlihatkan rasa prihatin dan memohon doa bagi Dede. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari pengguna media sosial yang menyoroti jalannya pertandingan serta aspek keselamatan para peserta.

Salah satu hal yang banyak dibicarakan adalah ketiadaan pelindung kepala yang dikenakan oleh Vicky dan Dede saat bertanding. Sejumlah netizen mempertanyakan standar keamanan yang diterapkan panitia, mengingat olahraga tinju memiliki risiko benturan yang cukup besar. Mereka menilai perlengkapan keselamatan semestinya menjadi perhatian utama, terlebih ketika pertandingan melibatkan peserta dengan latar belakang yang berbeda.

Selain perlindungan kepala, pengguna juga menyoroti anggapan adanya ketidakseimbangan kedua lawan. Perbedaan kemampuan, pengalaman, atau kesiapan fisik dinilai perlu dipertimbangkan sebelum pertandingan diselenggarakan. Beberapa komentar menyebut bahwa peserta yang bukan atlet profesional, atau tidak memiliki dasar dalam olahraga tarung, seharusnya memperoleh perlindungan tambahan dan pendampingan yang lebih ketat.

Tanggapan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap keselamatan peserta, bukan sebagai kepastian mengenai penyebab insiden yang dialami Dede. Karena belum ada pembaruan kondisi dari sumber yang dirujuk, informasi mengenai keadaan Dede masih perlu menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga, penyelenggara, atau pihak terkait. Publik pun diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi dan tetap memperhatikan informasi yang telah terverifikasi.

banner 325x300