banner 728x250
Sport  

Tiga Bandara Disiapkan untuk Mendukung MotoGP Mandalika 2026

Tiga Bandara Disiapkan untuk Mendukung MotoGP Mandalika 2026
banner 120x600
banner 468x60

TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang beroperasi dengan nama InJourney Airports, memastikan kesiapan dukungan bandara untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ajang balap motor internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah. Kesiapan layanan kebandarudaraan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas seluruh pihak yang terlibat, sekaligus memperkuat akses wisatawan menuju destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Pahlevi menyatakan bahwa tiga bandara internasional akan menjadi pendukung utama gelaran tersebut. Ketiga bandara itu disiapkan untuk menangani kebutuhan transportasi udara selama rangkaian kegiatan MotoGP, termasuk arus kedatangan dan keberangkatan penumpang. Dukungan tersebut mencakup pelayanan bagi kru tim, pembalap, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang datang untuk menyaksikan kompetisi secara langsung.

banner 325x300

Selain memastikan operasional penerbangan berjalan baik, kesiapan bandara mencakup penguatan koordinasi, pelayanan penumpang, serta pengelolaan arus kedatangan pada periode dengan potensi peningkatan trafik. Langkah ini diperlukan agar perpindahan dari bandara menuju kawasan sirkuit dan berbagai akomodasi berlangsung aman, tertib, dan efisien. Kehadiran penonton dari berbagai daerah dan negara juga dipandang sebagai peluang untuk memperluas manfaat ekonomi bagi sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, dan usaha lokal.

Melalui dukungan tiga bandara internasional tersebut, InJourney Airports berupaya memastikan konektivitas udara tetap dapat diandalkan sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Kesiapan ini sekaligus menunjukkan peran strategis bandara sebagai pintu masuk utama bagi penyelenggaraan acara berskala global di Indonesia.

Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok disiapkan sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan Sirkuit Mandalika dalam pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026. Posisi bandara tersebut menjadi bagian penting dari dukungan akses transportasi udara selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pergerakan penumpang melalui bandara diproyeksikan meningkat pada periode 5–15 Oktober 2026, seiring dengan berlangsungnya mobilitas menuju dan dari Lombok.

Berdasarkan proyeksi, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Zainuddin Abdul Madjid selama periode 5–15 Oktober 2026 diperkirakan mencapai 98.670 penumpang. Angka tersebut mencakup pergerakan penumpang pada rentang tanggal yang telah ditetapkan, sehingga menjadi dasar penyusunan dukungan operasional bandara selama periode MotoGP Mandalika 2026.

Proyeksi pergerakan harian menunjukkan adanya beberapa tanggal dengan jumlah penumpang yang cukup besar. Pada 9 Oktober 2026, pergerakan penumpang diperkirakan mencapai sekitar 8.600 penumpang. Sehari setelahnya, yaitu 10 Oktober 2026, jumlah pergerakan diproyeksikan sekitar 7.600 penumpang.

Pergerakan penumpang kemudian diperkirakan meningkat pada 11 Oktober 2026, dengan jumlah sekitar 9.300 penumpang. Puncak proyeksi harian yang disebutkan berada pada 12 Oktober 2026, yakni sekitar 9.600 penumpang. Rincian tersebut mencakup empat proyeksi harian, yaitu sekitar 8.600 penumpang pada 9 Oktober, 7.600 penumpang pada 10 Oktober, 9.300 penumpang pada 11 Oktober, dan 9.600 penumpang pada 12 Oktober 2026. Dengan proyeksi total 98.670 penumpang pada 5–15 Oktober 2026, Bandara Zainuddin Abdul Madjid menjadi akses utama yang mendukung pergerakan menuju Sirkuit Mandalika.

Untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas penonton, tim, dan wisatawan selama MotoGP Mandalika 2026, InJourney Airports berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan, pengelola transportasi, serta pihak penyelenggara. Kolaborasi ini diarahkan untuk memastikan ketersediaan kapasitas angkutan udara tetap sejalan dengan pertumbuhan permintaan, sekaligus menjaga kelancaran arus kedatangan dan keberangkatan di bandara yang melayani kawasan Mandalika.

Dukungan bersama tersebut diwujudkan melalui sejumlah strategi operasional. Maskapai menyiapkan penerbangan tambahan, penerbangan sewa atau charter, serta penggantian pesawat dengan armada berukuran lebih besar pada rute-rute tertentu. Langkah ini memungkinkan peningkatan jumlah kursi tanpa hanya bergantung pada penambahan frekuensi penerbangan. Penyesuaian jadwal dan kapasitas juga dilakukan berdasarkan pola permintaan penumpang serta kebutuhan perjalanan rombongan pendukung ajang internasional tersebut.

Pada 22 September 2026, kapasitas di Bandara Zainuddin Abdul Madjid ditambah melalui 66 penerbangan. Jumlah itu terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan charter, 4 penerbangan yang menggunakan pesawat berukuran lebih besar, dan 3 positioning flight. Komposisi tersebut mencerminkan koordinasi pengelola bandara dan maskapai untuk menyediakan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel serta mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang rangkaian balapan.

Secara keseluruhan, selama periode 5–15 Oktober 2026, jumlah penerbangan diproyeksikan mencapai 1.046 penerbangan. InJourney Airports juga menyiapkan personel dan infrastruktur agar pelayanan berlangsung aman, tertib, dan efisien. Kesiapan tidak hanya mencakup penanganan penumpang, tetapi juga penerbangan kargo yang membawa perlengkapan, peralatan teknis, dan motor para pembalap MotoGP. Pengaturan area bongkar muat, pemeriksaan keamanan, koordinasi ground handling, serta pengelolaan waktu kedatangan menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Dengan dukungan operasional yang terpadu, bandara diharapkan mampu melayani kebutuhan transportasi udara dan logistik secara berkesinambungan selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Selain bandara yang berada di Lombok, dukungan konektivitas untuk MotoGP Mandalika 2026 juga disiapkan melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Keduanya dikenal sebagai dua bandara tersibuk di Indonesia, dengan jaringan penerbangan yang menghubungkan berbagai kota di dalam negeri maupun sejumlah destinasi internasional. Kesiapan kedua bandara tersebut menjadi bagian dari upaya memperlancar pergerakan wisatawan yang akan menuju Lombok selama penyelenggaraan ajang balap motor internasional itu.

Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki posisi strategis karena lokasinya tidak jauh dari Lombok. Bandara ini dapat menjadi salah satu pilihan akses bagi wisatawan, khususnya penumpang yang datang melalui rute penerbangan menuju Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Lombok. Dengan koneksi penerbangan yang luas, Ngurah Rai berpotensi melayani wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia serta pengunjung mancanegara yang menjadikan Bali sebagai titik kedatangan. Dari Bali, perjalanan menuju Lombok dapat diteruskan menggunakan penerbangan lanjutan maupun moda transportasi lain yang tersedia.

Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta berperan sebagai pintu utama negara sekaligus salah satu hub penerbangan domestik terbesar. Bandara ini mendukung mobilitas wisatawan dari berbagai wilayah Indonesia yang hendak menyaksikan MotoGP Mandalika. Penumpang dari kota-kota yang belum memiliki koneksi langsung ke Lombok dapat memanfaatkan Soekarno-Hatta sebagai titik transit sebelum melanjutkan penerbangan. Posisi tersebut juga memungkinkan wisatawan dari luar negeri memasuki Indonesia melalui Jakarta, kemudian meneruskan perjalanan ke Lombok sesuai rute yang tersedia.

Dengan demikian, dukungan penerbangan untuk menuju Lombok mencakup tiga bandara, yaitu bandara di Lombok sebagai lokasi kedatangan utama, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai alternatif akses dari kawasan terdekat, serta Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu masuk dan hub konektivitas domestik. Pengaturan ini memperluas pilihan perjalanan bagi wisatawan dari dalam maupun luar negeri selama MotoGP Mandalika 2026.

banner 325x300