banner 728x250

Hatta Rajasa Menempati Posisi Wakil Ketua Wantimpres, Ini Perjalanan Kariernya

Hatta Rajasa Menempati Posisi Wakil Ketua Wantimpres, Ini Perjalanan Kariernya
banner 120x600
banner 468x60

PALEMBANG, SUMATERA SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Hatta Rajasa sebagai wakil ketua merangkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres RI). Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Pengangkatan ini menempatkan Hatta Rajasa dalam susunan pimpinan lembaga yang beranggotakan sejumlah tokoh untuk periode pemerintahan saat ini.

Dalam susunan tersebut, Hatta Rajasa menjabat sebagai wakil ketua sekaligus tercatat sebagai anggota Wantimpres RI. Ia menjadi bagian dari keseluruhan komposisi yang terdiri atas 26 anggota lainnya. Dengan demikian, pelantikan di Istana Negara itu menandai masuknya Hatta ke dalam struktur Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia bersama para anggota lain yang ditetapkan pada waktu yang sama.

banner 325x300

Pengangkatan Hatta Rajasa dan anggota Wantimpres RI tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Keputusan presiden itu menjadi landasan resmi bagi penetapan susunan keanggotaan, termasuk posisi Hatta sebagai wakil ketua merangkap anggota.

Pelantikan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara menjadi penanda resmi dimulainya kedudukan Hatta Rajasa dalam jajaran Wantimpres RI. Nama Hatta kini tercantum dalam susunan lembaga tersebut bersama 26 anggota lainnya, dengan posisi sebagai wakil ketua. Penetapan itu sekaligus memperbarui komposisi Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia berdasarkan keputusan yang diterbitkan pada 2026.

Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 18 Desember 1953. Masa awal kehidupannya di kota tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan yang kemudian membawanya ke tingkat nasional. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia menempuh jenjang sekolah menengah di SMA Negeri 4 Palembang. Lingkungan pendidikan itu menjadi salah satu tahap yang membentuk minat dan arah pengembangannya sebelum melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Setelah lulus dari sekolah menengah, Hatta melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia tercatat sebagai mahasiswa teknik perminyakan angkatan 1973. Bidang studi tersebut memberinya dasar keilmuan di sektor energi dan industri, sekaligus memperkenalkannya pada lingkungan akademik yang mendorong kemampuan analitis serta pemahaman terhadap persoalan pembangunan. Pendidikan di ITB kemudian menjadi salah satu pijakan penting dalam membangun kapasitas profesional dan kepemimpinannya.

Selama menjadi mahasiswa, Hatta tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan mengambil peran dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan kampus. Di lingkungan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB, ia pernah menjabat sebagai wakil ketua. Jabatan tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam mengelola organisasi, menyampaikan aspirasi mahasiswa, serta mengoordinasikan berbagai kegiatan bersama anggota lainnya.

Hatta juga tercatat sebagai senator mahasiswa ITB. Peran ini memperluas pengalamannya dalam forum perwakilan dan proses pengambilan keputusan di lingkungan perguruan tinggi. Selain itu, ia dikenal sebagai aktivis Masjid Salman Bandung, yang pada masa itu menjadi salah satu ruang penting bagi kegiatan keislaman, intelektual, dan kemahasiswaan. Ia juga pernah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Rangkaian pendidikan dan aktivitas organisasi tersebut menjadi fondasi awal bagi pembentukan pengalaman kepemimpinan Hatta Rajasa sebelum memasuki perjalanan karier di ruang publik.

Perjalanan pemerintahan Hatta Rajasa mencakup sejumlah posisi penting dalam kabinet pada periode yang berbeda. Sebelum menempati jabatan sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), ia terlebih dahulu menjalankan tugas di beberapa kementerian. Urutan jabatan tersebut memperlihatkan perkembangan kariernya di lingkungan pemerintahan dari awal dekade 2000-an hingga pertengahan 2014.

Hatta Rajasa menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 2001-2004. Jabatan ini menjadi salah satu posisi pemerintahan yang pernah dipercayakan kepadanya pada periode awal perjalanan karier di tingkat nasional. Setelah masa tugas tersebut berakhir, ia melanjutkan pengabdian dalam kabinet dengan menempati posisi sebagai Menteri Perhubungan pada 2004-2007.

Pada periode berikutnya, Hatta dipercaya menjadi Menteri Sekretaris Negara pada 2007-2009. Posisi tersebut merupakan jabatan pemerintahan lain yang dijalankannya sebelum memperoleh tanggung jawab yang lebih luas dalam koordinasi bidang perekonomian. Dengan demikian, rentang 2001 hingga 2009 mencatat keterlibatannya dalam tiga kementerian, yakni Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Sekretaris Negara.

Selanjutnya, Hatta Rajasa menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014. Masa jabatan ini berlangsung setelah ia menyelesaikan tugas sebagai Menteri Sekretaris Negara. Dalam urutan perjalanan karier pemerintahan, posisi sebagai menteri koordinator menjadi jabatan yang dijalankannya sebelum kemudian menempati posisi Wakil Ketua Wantimpres.

Jika disusun berdasarkan periode, jabatan Hatta Rajasa dimulai sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi pada 2001-2004, kemudian Menteri Perhubungan pada 2004-2007, dan Menteri Sekretaris Negara pada 2007-2009. Setelah itu, ia menduduki jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari 22 Oktober 2009 sampai 13 Mei 2014. Rangkaian posisi tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum dipercaya sebagai Wakil Ketua Wantimpres.

Dalam perjalanan kariernya, Hatta Rajasa menerima sejumlah penghargaan di tingkat nasional. Salah satunya adalah Bintang Mahaputera Adipradana. Penghargaan lain yang tercatat ialah Economic Booster of the Year dari Indonesia Property and Bank. Selain itu, Hatta menerima Reformasi Award dan Pro Democracy. Nama-nama penghargaan tersebut tercantum dalam catatan mengenai perjalanan karier dan kiprahnya di tingkat nasional.

Penghargaan di bidang kepemimpinan juga menjadi bagian dari daftar apresiasi yang diterima Hatta Rajasa. Ia memperoleh The Rising Stars’s Men Obsession’s 9 Young Leaders 2013-2014. Pada 2011, Republika memberikan penghormatan kepada Hatta sebagai Pemimpin Perubahan. Kedua penghargaan tersebut tercatat bersama penghargaan nasional lain yang pernah diterimanya sepanjang perjalanan karier.

Di tingkat internasional, Hatta Rajasa memperoleh Gwanghwa Medal atau The First Rank of the Order of Diplomatic Service Merit dari Republik Korea Jakarta pada 2012. Ia juga menerima Public Policy Award dari Asia Society pada 2011. Dengan demikian, daftar penghargaan yang diterima Hatta mencakup Bintang Mahaputera Adipradana, Economic Booster of the Year dari Indonesia Property and Bank, Reformasi Award, Pro Democracy, The Rising Stars’s Men Obsession’s 9 Young Leaders 2013-2014, penghormatan sebagai Pemimpin Perubahan dari Republika pada 2011, Gwanghwa Medal atau The First Rank of the Order of Diplomatic Service Merit dari Republik Korea Jakarta pada 2012, serta Public Policy Award dari Asia Society pada 2011.

banner 325x300