banner 728x250

PIRA Dorong Perempuan Berani Jalani Deteksi Dini Kanker

PIRA Dorong Perempuan Berani Jalani Deteksi Dini Kanker
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Novita Wijayanti mengajak seluruh perempuan untuk berani menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama untuk mendeteksi kanker serviks dan kanker payudara. Ia meminta perempuan tidak merasa takut, malu, atau menunda pemeriksaan karena kondisi tersebut dapat membuat potensi penyakit terlambat diketahui dan ditangani.

Menurut Novita, pemeriksaan berkala penting dilakukan meskipun seseorang belum merasakan gejala tertentu. Melalui pemeriksaan, risiko maupun indikasi penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga langkah medis yang sesuai bisa segera diambil. Deteksi dini juga memberi peluang lebih besar bagi pasien untuk mendapatkan penanganan efektif dengan pilihan terapi yang lebih terukur.

banner 325x300

Novita menjelaskan, kanker serviks bukan penyakit yang harus selalu berakhir fatal apabila ditemukan sejak dini. Dengan pemeriksaan teratur, penyakit tersebut dapat dicegah dan ditangani secara efektif. Karena itu, perempuan perlu memperoleh informasi yang benar mengenai jadwal pemeriksaan, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang tidak biasa.

Ia juga menekankan bahwa kesehatan perempuan memiliki kaitan erat dengan ketahanan keluarga. Perempuan sering menjadi salah satu penopang utama kehidupan keluarga, sekaligus berperan penting dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Ketika perempuan menjaga kesehatan, keberlangsungan fungsi keluarga dapat lebih terjamin. Ajakan PIRA tersebut diharapkan mendorong perempuan menempatkan pemeriksaan sebagai kebutuhan rutin, bukan tindakan yang baru dilakukan setelah muncul gejala berat.

Novita menyampaikan gambaran yang perlu menjadi perhatian serius mengenai kanker serviks di Indonesia. Setiap tahun, sekitar 36.000 perempuan didiagnosis mengidap penyakit tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi persoalan yang berdampak besar pada kehidupan perempuan dan keluarga. Jumlah diagnosis yang tinggi menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap kesehatan tidak seharusnya ditunda atau baru muncul ketika kondisi sudah mengkhawatirkan.

Dari sekitar 36.000 perempuan yang didiagnosis, kurang lebih 21.000 di antaranya meninggal dunia. Perbandingan tersebut berarti hampir tiga dari lima perempuan yang terkena kanker serviks kehilangan nyawa. Makna angka ini bukan sekadar catatan statistik, melainkan gambaran nyata mengenai besarnya risiko yang dihadapi perempuan ketika penyakit tersebut tidak diketahui atau tidak ditangani sejak lebih awal. Setiap angka mewakili seseorang, keluarga, serta kehidupan yang terdampak secara mendalam.

Tingginya jumlah kematian dibandingkan dengan jumlah diagnosis memperlihatkan pentingnya perhatian yang lebih besar terhadap deteksi awal. Pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk membantu mengetahui kondisi kesehatan secara lebih cepat, sehingga perempuan tidak menunggu sampai muncul keadaan yang semakin berat. Dorongan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala perlu dipahami sebagai bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan upaya menjaga peluang untuk memperoleh penanganan pada waktu yang tepat.

Data yang disampaikan Novita juga memperkuat pesan agar perempuan berani mengambil tindakan untuk memeriksa kesehatan. Rasa takut, ragu, atau kecenderungan menunda dapat membuat kesempatan untuk mengetahui kondisi lebih awal terlewatkan. Karena itu, pemeriksaan rutin perlu ditempatkan sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan perempuan. Dengan memahami besarnya risiko kematian tersebut, perempuan diharapkan semakin terdorong untuk tidak mengabaikan pemeriksaan dan lebih berani memastikan kondisi kesehatannya secara berkala.

Kanker payudara disebut menempati urutan pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di Indonesia. Selain memiliki jumlah kasus yang tinggi, penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kanker payudara masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disebutkan dalam sumber, Indonesia menghadapi sekitar 65.000 hingga 68.000 kasus baru kanker payudara setiap tahun. Angka ini menggambarkan besarnya beban kanker payudara di tingkat nasional. Jumlah kasus baru tersebut juga memperlihatkan bahwa penyakit ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan kesehatan yang terbatas, melainkan sebagai tantangan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Permasalahan lainnya terlihat dari waktu pasien memperoleh pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Sekitar 70 persen pasien kanker payudara disebut baru terdeteksi dan datang ke fasilitas kesehatan ketika penyakitnya telah berada pada stadium lanjut atau stadium akhir. Proporsi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kasus diketahui setelah kondisinya berkembang cukup jauh, sehingga kesempatan untuk menangani penyakit pada tahap awal menjadi lebih terbatas.

Data mengenai tingginya jumlah kasus baru dan besarnya proporsi pasien yang datang pada stadium lanjut menjadi dasar penting untuk mendorong perempuan agar lebih berani menjalani deteksi dini. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius. Penyampaian informasi yang berbasis data diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa perhatian terhadap kanker payudara perlu dilakukan secara rutin dan tidak ditunda hingga muncul kondisi yang lebih berat. Dengan demikian, deteksi dini menjadi bagian penting dari upaya menghadapi kanker payudara di Indonesia.

Perempuan Indonesia perlu memiliki keberanian untuk mengenali dan menjaga kondisi kesehatannya sejak dini. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kanker dan pemeriksaan pap smear gratis yang digelar Perempuan Indonesia Raya (PIRA), organisasi perempuan Partai Gerindra. Mengusung tema “Perempuan Sehat, Keluarga Kuat, Indonesia Hebat”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-18 PIRA.

Sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan akses pemeriksaan, tetapi juga membuka ruang edukasi mengenai pentingnya deteksi dini kanker, khususnya kanker leher rahim. Pemeriksaan pap smear diharapkan membantu perempuan memperoleh informasi mengenai kondisi tubuhnya dan mengambil langkah yang tepat apabila ditemukan tanda-tanda yang memerlukan penanganan. Akses layanan yang lebih dekat dan bersifat preventif dapat mendorong perempuan untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan.

Novita menyampaikan bahwa perjalanan 18 tahun PIRA merupakan momentum untuk memperkuat komitmen pemberdayaan perempuan. Komitmen itu mencakup bidang kesehatan, sekaligus perjuangan terhadap hak, kesejahteraan, dan kualitas hidup perempuan Indonesia. Menurutnya, kesehatan perempuan berkaitan erat dengan kemampuan keluarga menjalankan peran dan tanggung jawabnya. Perempuan merupakan tiang keluarga, madrasah pertama bagi anak-anak, serta salah satu penopang utama ketahanan keluarga.

Karena itu, perempuan tidak seharusnya ragu menyayangi diri sendiri. Menjaga kesehatan bukan bentuk keegoisan, melainkan tanggung jawab dan wujud kasih sayang kepada suami, anak-anak, serta seluruh keluarga. Novita berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi mendorong kesadaran untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Kesadaran itu juga diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar, sehingga semakin banyak perempuan berani melakukan deteksi dini dan membangun kebiasaan hidup sehat.

banner 325x300