TUBAN — Suasana berbeda terlihat di beberapa titik keramaian di Kabupaten Tuban dalam beberapa waktu terakhir. Di sela aktivitas warga, petugas lalu lintas tampak membuka ruang layanan informasi yang langsung disambut masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari program Polantas Tuban Menyapa, sebuah inisiatif pelayanan yang digagas oleh Satuan Lalu Lintas Polres Tuban.
Program tersebut menghadirkan pelayanan kepolisian yang tidak lagi terpaku pada kantor pelayanan. Melalui kegiatan ini, petugas hadir langsung di tengah aktivitas masyarakat untuk memberikan berbagai informasi terkait administrasi kendaraan bermotor.
Warga dapat menanyakan berbagai hal mulai dari proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), hingga informasi mengenai Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Pendekatan ini membuat masyarakat lebih mudah memperoleh penjelasan mengenai dokumen kendaraan yang selama ini sering dianggap rumit.
Kehadiran polisi di ruang publik juga membuka ruang komunikasi yang lebih santai. Warga bisa berdialog langsung dengan petugas tanpa suasana formal seperti di kantor pelayanan.
Selama ini, tidak sedikit masyarakat yang harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk mengurus dokumen kendaraan. Bagi sebagian warga yang tinggal di wilayah desa atau pinggiran, perjalanan menuju pusat pelayanan sering memakan waktu dan biaya.
Belum lagi kesibukan pekerjaan membuat sebagian orang menunda pengurusan administrasi kendaraan. Situasi seperti inilah yang mendorong Satlantas Polres Tuban menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Dalam kegiatan Polantas Tuban Menyapa, petugas biasanya mendatangi lokasi yang ramai aktivitas warga. Pasar tradisional, lingkungan permukiman, hingga ruang publik menjadi titik yang sering dipilih untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui pendekatan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari terlalu lama.
Salah satu topik yang paling sering ditanyakan warga adalah mengenai proses pembuatan SIM. Petugas menjelaskan tahapan yang harus dilalui pemohon, mulai dari kelengkapan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga ujian teori dan praktik berkendara.
Penjelasan ini dinilai membantu masyarakat yang belum memahami prosedur pembuatan SIM. Dengan mengetahui tahapan yang harus dilalui, warga dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses pengajuan secara resmi.
Selain itu, banyak warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan prosedur perpanjangan SIM. Petugas memberikan penjelasan mengenai dokumen yang perlu disiapkan serta proses administrasi yang harus dilakukan.
Tidak hanya soal SIM, informasi terkait pengurusan STNK dan BPKB juga menjadi bagian dari layanan yang diberikan. Warga dapat berkonsultasi mengenai proses balik nama kendaraan, mutasi kendaraan antar daerah, hingga penggantian dokumen kendaraan yang hilang.
Selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami detail prosedur tersebut. Melalui dialog langsung dengan petugas, informasi yang diterima warga menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Program Polantas Tuban Menyapa juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keselamatan berlalu lintas. Dalam setiap kegiatan, petugas mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan berkendara di jalan raya.
Penggunaan helm, membawa dokumen kendaraan saat berkendara, serta mematuhi rambu lalu lintas menjadi beberapa hal yang terus disampaikan kepada masyarakat. Pesan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk berkendara dengan lebih tertib dan aman.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi lalu lintas di lingkungan mereka. Beberapa warga mengungkapkan persoalan seperti kondisi jalan rusak, minimnya rambu lalu lintas, hingga perilaku pengendara yang dianggap kurang tertib.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan pengawasan serta pelayanan di bidang lalu lintas.
Kehadiran program ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Banyak warga merasa terbantu karena informasi mengenai dokumen kendaraan kini bisa diperoleh lebih mudah tanpa harus selalu datang ke kantor pelayanan.
Interaksi langsung di tengah aktivitas masyarakat juga membuat hubungan antara polisi dan warga terasa lebih dekat. Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas dapat terus meningkat.
Dengan pelayanan yang semakin mudah dijangkau serta edukasi yang berkelanjutan, diharapkan tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib di wilayah Tuban.












Respon (1)