banner 728x250

Quorra Princy Borong Dua Gelar di Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua

Quorra Princy Borong Dua Gelar di Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Quorra Princy menjadi sorotan utama Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua setelah meraih dua gelar juara sekaligus. Petenis berusia 14 tahun itu keluar sebagai juara tunggal putri dan ganda putri, sebuah pencapaian yang menjadikannya salah satu nama paling menonjol dalam seri tersebut. Keberhasilannya di dua nomor memperlihatkan daya saingnya di tengah persaingan para peserta turnamen.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh PP Pelti di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Jakarta Timur. Keterangan mengenai jadwal penyelenggaraan menyebut turnamen berlangsung pada 14–17 Oktober 2026. Sementara itu, laga final disebut berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kedua keterangan tanggal tersebut tercatat dalam informasi mengenai seri kedua ini.

banner 325x300

Di nomor tunggal putri, Quorra berhasil meraih gelar juara, sedangkan pada nomor ganda putri ia kembali menempati posisi tertinggi. Dua hasil tersebut membuat pencapaiannya semakin menarik perhatian, terutama karena ia masih berusia 14 tahun. Raihan gelar di dua nomor sekaligus menjadi kejutan dan sorotan utama dari penyelenggaraan Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua.

Perhatian terhadap Quorra tidak hanya datang dari hasil akhirnya, tetapi juga dari kemampuannya tampil dalam dua kategori berbeda. Nomor tunggal dan ganda menghadirkan tuntutan permainan yang tidak sama, sehingga keberhasilan menjadi juara pada keduanya menandai hasil yang istimewa dalam kompetisi ini. Namun, pencapaian tersebut tetap menjadi bagian dari rangkaian pertandingan yang mempertemukan para petenis dalam agenda tenis nasional.

Dengan dua gelar yang diraih di Jakarta Timur, nama Quorra Princy menjadi salah satu catatan penting dari seri kedua Liga Tenis Indonesia 2026. Kemenangan tersebut memberi perhatian pada kiprah petenis muda dalam turnamen yang digelar PP Pelti, sekaligus menjadikan hasil nomor tunggal putri dan ganda putri sebagai bagian paling menonjol dari kompetisi. Usianya yang masih belia turut memperkuat kesan kejutan atas keberhasilan tersebut, tanpa mengurangi arti prestasi yang diraih melalui pertandingan di lapangan. Seri ini pun dikenang melalui capaian ganda Quorra sebagai salah satu sorotan besarnya.Quorra Princy memastikan gelar tunggal putri pada Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua setelah menundukkan Callista Rosiana di partai final. Quorra mengakhiri pertandingan dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-3. Hasil tersebut menempatkannya sebagai juara nomor tunggal, sekaligus membuka rangkaian pencapaian yang kemudian berlanjut pada nomor ganda putri.

Di set pertama, Quorra meraih enam gim, sementara Callista memperoleh dua gim. Quorra kemudian menjaga keunggulan pada set kedua dan menutup laga dengan skor 6-3. Kemenangan dua set langsung itu memastikan Quorra tidak perlu memainkan set penentuan untuk merebut gelar. Callista menjadi lawan Quorra di final tunggal, dan keduanya kembali bertemu pada hari yang sama dalam pertandingan dengan format berbeda.

Pada siang hari, Quorra dan Callista berpasangan di final ganda putri. Mereka menghadapi Fajrina Aurelia dan Dinda Nurmayandha, lalu menang dengan skor 6-1, 6-1. Kemenangan tersebut melengkapi hasil Quorra di nomor tunggal dan membuatnya membawa pulang dua gelar dari seri kedua kompetisi. Dengan demikian, final ganda mempertemukan para pemain yang sebelumnya saling berhadapan dalam perebutan gelar tunggal.

Quorra menyampaikan bahwa ia senang dapat meraih dua gelar. Ia juga menilai para lawan memiliki kualitas dan persaingan yang berlangsung sengit. Capaian tersebut, menurut pengakuannya, berada di luar dugaan. Tanggapannya mencerminkan bahwa keberhasilan di dua nomor itu bukan hasil yang ia perkirakan sebelumnya, meskipun ia mampu menuntaskan kedua final dengan kemenangan. Hasil tunggal dan ganda tersebut menjadi catatan utama penampilannya di Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua, setelah ia mengalahkan Callista di final tunggal dan kemudian berpasangan dengannya untuk menghadapi Fajrina serta Dinda di final ganda.

Di nomor tunggal putra Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua, Claudio Renardi tampil sebagai juara setelah menuntaskan pertandingan final melawan Akmal Junaini dalam dua set. Renardi mengamankan set pertama dengan skor 6-3, lalu memastikan kemenangan melalui set kedua yang berakhir 6-4. Hasil tersebut menempatkannya di puncak persaingan tunggal putra pada seri kedua turnamen ini. Akmal Junaini menjadi lawan terakhir Renardi dalam perebutan gelar, tetapi harus menerima kekalahan setelah dua set berlangsung. Catatan skor menunjukkan Renardi menang dengan selisih tiga gim pada set pembuka dan dua gim pada set berikutnya. Pertandingan berakhir tanpa set ketiga, sehingga gelar tunggal putra dipastikan bagi Renardi melalui kemenangan langsung dalam dua set.

Keberhasilan Renardi menjadi salah satu hasil penting dari rangkaian pertandingan seri kedua. Final mempertemukan dua pemain, dan skor 6-3, 6-4 mencatat jalannya hasil akhir secara jelas. Dalam format pertandingan yang menghasilkan dua set tersebut, Renardi mampu menjaga keunggulan hingga gim penutup. Kemenangan atas Akmal Junaini memastikan namanya sebagai pemenang nomor tunggal putra, sementara Akmal mengakhiri kompetisi sebagai finalis. Hasil ini melengkapi rangkaian berita turnamen yang juga menghadirkan persaingan di nomor ganda putra. Kedua nomor memiliki juara masing-masing, dengan pertandingan dan pasangan yang berbeda. Informasi skor yang tersedia untuk final tunggal mencakup hasil setiap set, sedangkan detail hasil ganda disampaikan tanpa angka skor.

Pada nomor ganda putra, Michal Ihsan dan Raphael Rio Suryana keluar sebagai juara. Mereka mengalahkan pasangan Rizky Varellito dan Ragil Putra dalam pertandingan final yang berakhir dua set langsung. Kemenangan tersebut memberikan gelar ganda putra kepada Ihsan dan Suryana pada Liga Tenis Indonesia 2026 Seri Kedua. Karena skor akhir pertandingan ganda tidak dicantumkan, hasilnya cukup dinyatakan sebagai kemenangan dua set langsung tanpa menambahkan angka yang tidak tersedia. Dengan demikian, juara tunggal putra adalah Claudio Renardi, sedangkan gelar ganda putra diraih Michal Ihsan bersama Raphael Rio Suryana. Hasil-hasil tersebut merangkum persaingan dua nomor putra di seri kedua, sekaligus mencatat para pemain yang berhasil menuntaskan final dengan kemenangan dan membawa pulang gelar masing-masing.

Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) berharap Liga Tenis Indonesia dapat berkembang menjadi wadah pembinaan yang melahirkan pemain berdaya saing global. Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan dinilai penting untuk memberi atlet kesempatan menguji kemampuan, memperoleh pengalaman bertanding, dan meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang, para pemain yang tumbuh melalui liga diharapkan mampu mewakili Indonesia pada berbagai multievent. Harapan tersebut sejalan dengan upaya Pelti membangun jalur perkembangan atlet, mulai dari kompetisi nasional hingga kesempatan tampil di panggung internasional. Seri kedua Liga Tenis Indonesia 2026, termasuk hasil yang diraih pemain-pemain baru, menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.

Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar Asti, menyampaikan kepuasannya melihat pemain baru mampu menonjol dalam turnamen. Ia menilai penampilan mereka memberi gambaran bahwa kesempatan bertanding dapat membuka ruang bagi atlet untuk menunjukkan potensi. Kemenangan Quorra Princy Borong dua gelar disebutnya sebagai kejutan yang dinantikan. Hasil itu menjadi sorotan karena memperlihatkan munculnya nama baru dengan capaian yang kuat di tengah persaingan liga. Menurut Andi, capaian seorang pemain tidak terlepas dari pentingnya pembinaan. Pengembangan kemampuan yang terarah, disertai pengalaman kompetisi, diperlukan agar bakat dapat berkembang dan prestasi tidak berhenti pada satu turnamen saja.

banner 325x300