Padang | Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, resmi memasuki tahap awal sebagai bagian dari upaya menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern dan sesuai kebutuhan sepak bola profesional. Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui skema kerja sama operasi (KSO) HK-Adhi.
Stadion tersebut dirancang secara khusus untuk cabang olahraga sepak bola, bukan sebagai arena multifungsi. Konsep ini memungkinkan setiap elemen bangunan, mulai dari lapangan, tribun penonton, akses sirkulasi, hingga fasilitas pendukung, disusun untuk meningkatkan kualitas pertandingan dan kenyamanan pengunjung. Kehadiran stadion baru diharapkan dapat memperkuat ekosistem sepak bola di Sumatera Barat sekaligus menjadi ruang publik olahraga yang representatif bagi masyarakat Padang.
Dari sisi visual, rancangan stadion memadukan desain kontemporer dengan nuansa arsitektur rumah adat Minangkabau. Perpaduan tersebut ditujukan untuk menghasilkan bangunan yang modern, tetapi tetap mencerminkan identitas budaya daerah. Karakter lokal dapat menjadi elemen penting pada tampilan eksterior maupun detail arsitektural, sehingga stadion tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan, tetapi juga menjadi penanda kota yang memiliki nilai kultural.
Peletakan batu pertama pembangunan berlangsung pada 9 September 2026 di lokasi stadion, Jalan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Tahapan tersebut menandai dimulainya pekerjaan fisik setelah proses persiapan proyek dilakukan. Sementara itu, kontrak pembangunan ditandatangani pada 9 Oktober 2026 oleh Executive Vice President Divisi Infrastruktur II Hutama Karya sekaligus Kuasa KSO HK-Adhi, Andung Damar Sasongko, bersama Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Ivan Pratama Setiadi.
Melalui kolaborasi kedua badan usaha milik negara tersebut, pembangunan Stadion H. Agus Salim diarahkan untuk memenuhi standar fasilitas sepak bola modern. Proyek ini sekaligus memperlihatkan komitmen pengembangan infrastruktur olahraga yang menggabungkan fungsi, kualitas konstruksi, dan karakter arsitektur daerah.
Konsep pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim menempatkan sepak bola sebagai fungsi utama kawasan. Pendekatan ini dikenal sebagai football-only stadium, yaitu rancangan yang memusatkan seluruh perhatian pada kebutuhan pertandingan, pemain, penonton, serta pengelolaan kegiatan sepak bola. Dengan fungsi yang lebih terarah, stadion diharapkan mampu memberikan pengalaman pertandingan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat, tanpa terbebani kebutuhan ruang untuk cabang olahraga lain.
Salah satu keputusan utama dalam rancangan tersebut adalah tidak memasukkan lintasan lari di sekitar lapangan. Ketiadaan lintasan atletik memungkinkan area utama stadion difokuskan untuk lapangan sepak bola dan tribun penonton. Jarak penonton dan lapangan dapat dirancang sesuai karakter pertandingan sepak bola, sementara pengaturan ruang di dalam stadion mendukung visibilitas, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas pada hari pertandingan. Fokus ini juga mempertegas identitas stadion sebagai fasilitas khusus sepak bola.
Secara keseluruhan, kawasan pembangunan Stadion H. Agus Salim memiliki luas 53.068,49 meter persegi. Di dalam kawasan tersebut, bangunan utama direncanakan seluas 21.747,67 meter persegi. Perbedaan luas kawasan dan luas bangunan utama menunjukkan bahwa perencanaan tidak hanya mencakup struktur stadion, tetapi juga penataan kawasan yang mendukung operasional dan aktivitas publik secara terpadu. Ukuran tersebut menjadi dasar penting dalam mengatur kebutuhan ruang berdasarkan skala proyek.
Konsep modern yang berorientasi pada sepak bola itu tetap diarahkan untuk menghadirkan stadion yang memiliki nuansa arsitektur Minangkabau. Perpaduan fungsi olahraga yang spesifik dan konteks budaya setempat menjadi bagian penting dari karakter pembangunan ulang ini. Dengan demikian, stadion tidak hanya diposisikan sebagai tempat pertandingan, tetapi juga sebagai fasilitas publik yang mencerminkan identitas daerah melalui pendekatan arsitektur yang berakar pada lingkungan budaya Minangkabau.
Stadion H. Agus Salim yang dibangun ulang dirancang untuk menghadirkan fasilitas pertandingan sesuai kebutuhan sepak bola modern. Salah satu elemen utamanya ialah lapangan dengan standar FIFA, sehingga permukaan permainan, ukuran, serta dukungan teknisnya dapat menunjang pertandingan kompetitif. Kehadiran papan skor digital juga menjadi bagian penting untuk menyampaikan informasi pertandingan secara jelas kepada penonton, termasuk skor, waktu bermain, dan data pendukung lainnya.
Untuk mendukung kenyamanan pemain dan perangkat pertandingan, stadion ini dilengkapi ruang ganti pemain yang representatif, ruang pemanasan, serta ruang wasit. Fasilitas tersebut disiapkan agar setiap pihak memiliki area yang memadai sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Stadion baru ini juga menyediakan ruang konferensi pers untuk kegiatan wawancara dan penyampaian informasi resmi. Bagi tamu dan undangan, tersedia lounge dengan suasana yang lebih nyaman, sementara area kuliner dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman selama kunjungan.
Perencanaan fasilitas turut memperhatikan aspek aksesibilitas. Tempat duduk yang dapat diakses penyandang disabilitas disediakan agar pengalaman menonton dapat dinikmati secara lebih setara, aman, dan nyaman. Secara keseluruhan, kapasitas stadion direncanakan mencapai 12.067 penonton, meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berada di kisaran 10.000 penonton. Komposisinya mencakup 114 kursi VVIP, 488 kursi VIP, 11.273 kursi reguler, dan 192 kursi media. Pembagian ini memungkinkan stadion melayani berbagai kebutuhan pengunjung, mulai dari penonton umum hingga tamu kehormatan dan awak media. Penataan tribun serta sirkulasi penonton diharapkan mendukung pandangan yang baik ke lapangan, memperlancar pergerakan saat stadion ramai, dan menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih tertib. Dengan kombinasi fasilitas olahraga, layanan publik, dan akses yang inklusif, stadion ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga ruang kegiatan olahraga yang profesional bagi masyarakat.
Pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim didukung anggaran tahun jamak untuk periode 2026–2028. Skema pendanaan tersebut menjadi dasar pelaksanaan proyek secara bertahap, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat disiapkan dan dilaksanakan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Dukungan anggaran dalam periode tersebut juga diharapkan membantu menjaga kesinambungan pembangunan hingga stadion dapat digunakan kembali dengan fasilitas yang memenuhi kebutuhan sepak bola modern.
Pj. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pembangunan kembali stadion merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan fasilitas olahraga berkualitas bagi masyarakat. Komitmen itu mencakup upaya menghadirkan sarana yang dapat mendukung kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, sekaligus memberikan ruang yang layak dan aman bagi para pemain, ofisial, penonton, serta masyarakat yang memanfaatkan kawasan stadion.
Dalam pelaksanaan proyek, Hutama Karya bersama mitra Kerja Sama Operasi (KSO) mengutamakan kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu pengerjaan. Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian penting agar proses pembangunan berlangsung sesuai standar dan target yang ditetapkan. Pengendalian mutu diperlukan untuk memastikan hasil pekerjaan memiliki tingkat keandalan yang baik, sedangkan penerapan keselamatan ditujukan untuk melindungi seluruh pihak yang terlibat selama kegiatan konstruksi berlangsung.
Ketepatan waktu juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan pembangunan karena berhubungan dengan kesiapan stadion untuk mendukung agenda olahraga di Sumatera Barat. Koordinasi Hutama Karya dan mitra KSO diharapkan dapat menjaga kelancaran pekerjaan, mulai dari persiapan hingga penyelesaian setiap bagian proyek. Dengan pengelolaan yang terarah, pembangunan dapat berjalan selaras dengan rencana pendanaan dan kebutuhan pengguna stadion.
Stadion H. Agus Salim merupakan markas Semen Padang FC. Setelah pembangunan kembali selesai, stadion ini diharapkan dapat menunjang penyelenggaraan pertandingan serta mendukung perkembangan sepak bola di Sumatera Barat. Ketersediaan fasilitas olahraga yang lebih berkualitas akan menjadi bagian penting bagi keberlangsungan kegiatan klub dan pelaksanaan pertandingan di hadapan masyarakat serta pendukung Semen Padang FC.
Baca juga: Persija Jakarta Mencari Stadion Baru Usai Larangan Pakai SUGBK | Damai di Stadion: Suporter Liga 2 Bersatu | Meninggalnya Iwan Setiawan: Legenda Sepak Bola Indonesia






