banner 728x250

BEM SI Serukan Aksi Nasional Pendidikan di Depan DPR

BEM SI Serukan Aksi Nasional Pendidikan di Depan DPR
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi nasional pendidikan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 5 Oktober, mulai pukul 13.00 WIB. Agenda ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendidikan nasional.

Rencana aksi itu menempatkan isu pendidikan sebagai fokus utama. BEM SI membawa agenda tersebut dalam kapasitasnya sebagai organisasi mahasiswa yang menghimpun perwakilan eksekutif mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan di kawasan gedung DPR RI juga menunjukkan bahwa aspirasi akan disampaikan kepada lembaga perwakilan rakyat.

banner 325x300

Aksi nasional pendidikan ini diharapkan menjadi ruang penyampaian pandangan mahasiswa mengenai kondisi dan arah kebijakan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menyuarakan evaluasi, kritik, serta tuntutan yang mereka nilai penting bagi penguatan sistem pendidikan nasional. Pokok perhatian yang dibawa dalam aksi berkaitan dengan kepentingan pendidikan secara luas dan tidak terlepas dari peran negara dalam memastikan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas.

Dengan jadwal mulai pukul 13.00 WIB, kegiatan itu akan berlangsung pada Senin, 5 Oktober, di depan gedung DPR RI, Jakarta. Informasi mengenai waktu dan lokasi menjadi bagian penting dari pengumuman BEM SI mengenai rencana aksi. Masyarakat dapat memahami bahwa agenda tersebut merupakan aksi mahasiswa yang secara khusus berfokus pada persoalan pendidikan nasional.

Rencana kegiatan ini menegaskan posisi mahasiswa sebagai salah satu kelompok yang turut mengawasi kebijakan publik, terutama di bidang pendidikan. Penyampaian aspirasi di ruang publik menjadi sarana untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap isu-isu pendidikan yang berkembang. BEM SI menjadikan aksi nasional tersebut sebagai momentum untuk menyampaikan sikap dan pandangan mahasiswa terkait kebutuhan perbaikan pendidikan di Indonesia.

Aksi nasional pendidikan yang diserukan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan DPR membawa sejumlah persoalan yang dinilai penting untuk mendapat perhatian. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik terhadap kondisi pendidikan, tetapi juga mengajukan tuntutan yang berkaitan dengan arah kebijakan, akses masyarakat, serta kesejahteraan para pelaksana pendidikan. Beragam isu tersebut menunjukkan bahwa agenda aksi mencakup persoalan pendidikan dari tingkat regulasi hingga keberlanjutan lembaga pendidikan.

Salah satu isu yang disoroti adalah pembahasan regulasi pendidikan. Mahasiswa menempatkan pembahasan aturan sebagai bagian penting karena regulasi berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan dan kepastian kebijakan yang dijalankan. Selain itu, tuntutan mengenai pendidikan gratis turut menjadi bagian dari agenda aksi. Isu ini berkaitan dengan akses masyarakat terhadap pendidikan, khususnya agar pendidikan dapat dijangkau secara lebih luas tanpa terbebani persoalan biaya.

Mahasiswa juga menyoroti kesejahteraan guru dan tenaga pendidik. Kelompok tersebut merupakan pelaksana utama proses pendidikan, sehingga kondisi kesejahteraan mereka menjadi salah satu perhatian dalam tuntutan yang disampaikan. Pembahasan ini menempatkan tenaga pendidik sebagai bagian penting dari upaya memperbaiki mutu dan keberlangsungan pendidikan, tanpa memisahkan kebutuhan peserta didik dari kondisi pihak yang menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Isu lain yang dibawa dalam aksi adalah keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS). Keberadaan PTS dipandang sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang perlu diperhatikan dalam pembahasan agenda nasional. Dengan demikian, tuntutan BEM SI mencakup hubungan akses pendidikan, kebijakan yang mengaturnya, serta kondisi guru, tenaga pendidik, dan lembaga pendidikan. Keseluruhan isu tersebut menjadi gambaran umum agenda aksi mahasiswa di depan DPR.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menempatkan pendidikan gratis sebagai salah satu tuntutan utama dalam seruan aksi nasional di depan Gedung DPR. Sikap tersebut berangkat dari pandangan bahwa pendidikan bukan layanan eksklusif yang hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu, melainkan hak masyarakat yang wajib diwujudkan secara nyata oleh negara. Karena itu, kebijakan pendidikan perlu diarahkan untuk menghapus berbagai hambatan biaya yang masih membuat banyak keluarga kesulitan menyekolahkan anak hingga jenjang lebih tinggi.

Tuntutan BEM SI memiliki cakupan nasional. Persoalan akses pendidikan tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan atau pusat pemerintahan, tetapi juga dirasakan masyarakat di berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua. Perbedaan kondisi ekonomi, ketersediaan fasilitas, jarak tempuh, dan kualitas layanan tidak semestinya menentukan kesempatan seseorang untuk memperoleh pendidikan. Negara dituntut menghadirkan kebijakan yang berlaku secara adil dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Cakupan pendidikan gratis yang dimaksud juga meliputi seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, tuntutan tersebut tidak berhenti pada pembebasan biaya sekolah, tetapi mencakup kesinambungan akses agar peserta didik dapat melanjutkan pendidikan sesuai kemampuan dan cita-citanya. Dukungan terhadap kebutuhan penunjang, seperti fasilitas belajar dan layanan pendidikan yang layak, turut menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan itu tidak berhenti sebagai formalitas.

BEM SI menegaskan bahwa pendidikan gratis bukan sekadar janji, melainkan hak yang semestinya dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Pernyataan ini menempatkan pemerintah sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab utama untuk menjamin pemenuhan hak tersebut. Melalui tuntutan nasional itu, mahasiswa mendorong agar komitmen terhadap pendidikan diterjemahkan menjadi program, anggaran, dan pelaksanaan yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung, tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang ekonomi.

Seruan untuk mengikuti aksi nasional pendidikan disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melalui akun Instagram resminya, @bem_si, pada Minggu, 4 Oktober. Melalui unggahan tersebut, organisasi mahasiswa itu mengajak seluruh mahasiswa untuk hadir dan mengambil bagian dalam aksi nasional pendidikan yang akan digelar di depan Gedung DPR. Ajakan tersebut menjadi penegasan bahwa keterlibatan mahasiswa dipandang penting dalam menyuarakan berbagai persoalan pendidikan yang masih membutuhkan perhatian.

BEM SI meminta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kepedulian terhadap arah dan kondisi pendidikan nasional. Kehadiran dalam aksi diharapkan menjadi bentuk partisipasi publik sekaligus penyampaian aspirasi mahasiswa mengenai kebutuhan perbaikan pendidikan secara menyeluruh. Seruan itu ditujukan kepada seluruh mahasiswa, tanpa membatasi latar belakang kampus maupun daerah asal, agar agenda pendidikan dapat diperjuangkan sebagai kepentingan bersama.

Dalam agenda tersebut, kesejahteraan guru dan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan peserta didik dan institusi, tetapi juga dengan kondisi para pengajar yang menjalankan peran penting dalam proses pembelajaran. Selain itu, aksi nasional pendidikan menyoroti kebutuhan pemenuhan akses pendidikan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Akses yang memadai mencakup kesempatan belajar yang setara serta dukungan yang memungkinkan masyarakat memperoleh pendidikan secara berkelanjutan. Melalui seruan yang disampaikan di akun @bem_si, BEM SI mengajak mahasiswa hadir dalam aksi nasional pendidikan dan bersama-sama menyampaikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik serta pemenuhan hak pendidikan di seluruh jenjang.

banner 325x300