Bekasi | Pekan pembuka Indonesia Women’s League 2026/2027 berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Tiga pertandingan menjadi rangkaian awal kompetisi, dengan jadwal yang terbagi ke dalam laga pagi, sore, dan malam. Hari pertama ini menghadirkan hasil berbeda bagi para peserta: Persita Women dan Dewa United Women FC berhasil mengamankan tiga poin, sementara Persija Jakarta Women harus puas berbagi angka dengan FC Bekasi City Women.
Susunan pertandingan dalam tiga waktu tersebut membuat stadion menjadi pusat aktivitas sepak bola putri sepanjang hari. Laga-laga pembuka memberi kesempatan kepada tim untuk memulai perjalanan musim dengan hasil positif sekaligus memperkenalkan persaingan yang akan berlanjut pada pekan-pekan berikutnya. Bagi Persita Women dan Dewa United Women FC, kemenangan pada pertandingan pertama menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan diri dan menjaga momentum. Namun, kompetisi masih panjang, sehingga hasil awal belum menentukan posisi akhir maupun perjalanan masing-masing tim.
Di sisi lain, hasil imbang Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women menunjukkan bahwa tidak semua pertandingan pembuka menghasilkan pemenang. Kedua tim sama-sama memperoleh satu poin dari laga tersebut. Hasil ini menjadi awal yang relatif seimbang bagi keduanya, sekaligus memberi ruang untuk mengevaluasi penampilan sebelum menghadapi jadwal selanjutnya. Dengan tiga pertandingan tersaji pada satu hari, pekan perdana langsung menghadirkan gambaran awal mengenai ketatnya persaingan di liga.
Laga malam memiliki suasana tersendiri karena diselingi seremoni pembukaan kompetisi. Momen tersebut menandai dimulainya musim 2026/2027 secara resmi, sementara pertandingan tetap menjadi bagian utama dari rangkaian acara di Stadion Madya. Perpaduan seremoni dan pertandingan malam melengkapi agenda hari pembuka, setelah laga pagi dan sore lebih dahulu digelar. Secara keseluruhan, hasil di Jakarta menempatkan Persita Women dan Dewa United Women FC sebagai peraih kemenangan pada hari pertama, sedangkan Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women memulai musim dengan satu poin. Pekan pembuka ini menjadi pijakan awal bagi seluruh tim untuk melanjutkan persaingan dalam kompetisi sepak bola putri nasional tersebut.
Pertandingan pembuka Garudayaksa Women FC dan Persita Women berlangsung ketat hingga penghujung laga. Kedua tim sama-sama berusaha menjaga peluang mereka dalam pertandingan perdana Indonesia Women’s League 2026/2027, tetapi skor tetap imbang sepanjang sebagian besar waktu bermain. Situasi tersebut membuat hasil akhir baru ditentukan ketika laga memasuki menit ke-90.
Persita akhirnya mengamankan kemenangan tipis 1-0 melalui gol Diana Annisa Rahmawati. Gol pada menit akhir itu menjadi pembeda dalam laga yang sebelumnya belum menghasilkan angka bagi kedua tim. Bagi Persita, momen tersebut memastikan tiga poin dari pertandingan pembuka, sementara Garudayaksa harus menerima hasil tanpa gol meski mampu menjaga persaingan tetap terbuka hingga fase akhir pertandingan.
Gol penentu Persita lahir dari skema serangan balik. Tanpa perlu menambahkan rincian lain mengenai proses serangan, momen tersebut menunjukkan bagaimana satu kesempatan pada penghujung laga dapat mengubah hasil pertandingan. Diana menyelesaikan peluang itu menjadi gol, dan namanya tercatat sebagai pencetak gol pertama Persita dalam pertandingan ini. Waktu terciptanya gol juga menegaskan ketatnya persaingan: kemenangan baru dipastikan ketika laga hampir berakhir.
Hasil 1-0 memberikan awal yang positif bagi Persita Women dalam kompetisi musim ini. Meski selisihnya hanya satu gol, kemenangan tersebut tetap bernilai penting karena diraih dalam pertandingan yang berjalan ketat sampai menit-menit terakhir. Bagi Garudayaksa Women FC, laga pembuka ini berakhir dengan kekalahan tipis, setelah mereka mampu mempertahankan skor imbang hingga gol Diana tercipta.
Pertandingan ini menjadi salah satu pembuka pekan pertama yang ditentukan oleh momen krusial pada akhir laga. Persita membawa pulang kemenangan berkat gol Diana Annisa Rahmawati pada menit ke-90, yang lahir melalui serangan balik. Dengan demikian, tiga poin pertama Persita di Indonesia Women’s League 2026/2027 didapat melalui hasil tipis, sementara Garudayaksa perlu mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya setelah gagal menyamakan kedudukan pada sisa waktu yang tersedia.
Dewa United Women FC meraih kemenangan tipis atas Persikad Women dalam pertandingan sore, dengan skor akhir 1-0. Hasil tersebut ditentukan oleh satu gol yang tercipta pada menit ke-78. Gol itu bukan lahir dari penyelesaian pemain Dewa United, melainkan berupa gol bunuh diri Daeng Rosma Dwi Rezky. Meski prosesnya berbeda dari gol yang dicetak langsung oleh pemain lawan, gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercatat dalam laga ini dan memastikan Dewa United keluar sebagai pemenang. Persikad Women, di sisi lain, harus menerima kekalahan dengan selisih satu gol.
Rangkaian yang mengarah pada gol penentu bermula dari tekanan yang dipicu oleh aksi Zahra Muzdalifah. Tekanan tersebut menjadi bagian penting dari terciptanya gol pada menit ke-78, sebelum bola berakhir menjadi gol bunuh diri Daeng Rosma Dwi Rezky. Dengan demikian, nama Zahra Muzdalifah tercatat sebagai pemicu tekanan dalam momen tersebut, sementara gol yang mengubah kedudukan dicatat sebagai gol bunuh diri Daeng Rosma Dwi Rezky. Keterangan ini membedakan peran dalam proses terjadinya gol: tekanan berawal dari aksi Zahra, sedangkan gol yang tercipta berasal dari gol bunuh diri.
Skor 1-0 bertahan sebagai hasil akhir yang membawa Dewa United Women FC mengamankan kemenangan atas Persikad Women. Tidak ada gol lain yang mengubah kedudukan setelah momen pada menit ke-78 tersebut, sehingga gol bunuh diri itu menjadi penentu hasil pertandingan sore. Bagi Dewa United, satu gol sudah cukup untuk mengakhiri laga dengan keunggulan; bagi Persikad, hasil ini berarti belum berhasil menyamakan skor. Catatan penting dari pertandingan ini adalah waktu terciptanya gol, nama pemain yang melakukan gol bunuh diri, serta aksi Zahra Muzdalifah yang memicu tekanan. Ketiga unsur tersebut menjelaskan bagaimana satu-satunya gol dalam laga membentuk hasil akhir 1-0.
Laga malam Persija Jakarta Women dan FC Bekasi City Women berakhir imbang 1-1 setelah kedua tim melewati pertandingan dengan tempo tinggi dan persaingan ketat. Sejak peluit awal, Persija mencoba mengambil inisiatif serangan, sementara Bekasi City merespons dengan tekanan dan berusaha memanfaatkan ruang di lini pertahanan lawan. Dalam 15 menit pertama, Persija memperoleh dua peluang melalui Kikka Putri Ramadani dan Dila Husna Fauziah. Keduanya mampu membawa ancaman ke area pertahanan Bekasi City, tetapi belum berhasil mengubah kesempatan tersebut menjadi gol. Pertukaran serangan pada awal laga memperlihatkan bahwa kedua tim sama-sama berupaya meraih hasil maksimal dalam pertandingan pembuka pekan ini.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-30. FC Bekasi City mendapatkan hadiah penalti, dan pemain asal Jepang, Nao Tsukamato, menjalankan tugas sebagai eksekutor. Tendangannya membawa Bekasi City unggul 1-0 sekaligus memberi tekanan kepada Persija untuk segera mengejar ketertinggalan. Persija tetap berusaha membangun serangan dan memperoleh kesempatan untuk menyamakan skor melalui bola mati. Sepuluh menit setelah gol pembuka, Saki Nishihara melepaskan tendangan bebas yang berhasil menembus pertahanan Bekasi City dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menghidupkan kembali persaingan sebelum turun minum. Hingga babak pertama berakhir, skor imbang tetap bertahan, meski kedua tim terus berusaha mencari celah untuk menciptakan peluang tambahan.
Selepas jeda, pertandingan berjalan lebih berhitung.
Baca juga: Dewa United Raih Kemenangan Dramatis di Samarinda | Jadwal Pertandingan Seru Pekan Ketiga BRI Super League 2026/2027 | Borneo FC Siap Lanjutkan Tren Positif Melawan Dewa United di Super League






